Djohar Dukung Bogor Jadi Pusat Wisata Olahraga

02-10-2020 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin Husin saat Tim Kunspek Panja SKN Komisi X DPR RI melakukan tinjauan lapangan ke Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis (1/10/2020). Foto : Oji/Man

 

Anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin Husin mendukung Kabupaten Bogor bisa menjadi pusat wisata olahraga. Dirinya berharap semua event olahraga di tingkat pusat bisa memanfaatkan berbagai fasilitas olahraga yang ada di Kabupaten Bogor. Hal tersebut diungkapkan Djohar usai Tim Kunspek Panja SKN Komisi X DPR RI melakukan tinjauan lapangan ke Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis (1/10/2020).

 

“Memiliki lapangan golf mencapai 12 lokasi itu sangat luar biasa untuk ukuran setingkat Kabupaten. Bupatinya juga luar biasa karena sudah menganggarkan semua biaya perawatan. Oleh karena itu saya berharap Bogor ini menjadi salah satu pusat pelatihan persiapan untuk atlet-atlet nasional oleh semua cabang olahraga,” terang Djohar.

 

Mantan Ketua Umum PSSI ini mendorong Pemkab Bogor untuk Go International dengan berbagai fasilitas olahraga yang luar biasa untuk keperluan olahraga turis asing, seperti paket wisata golf, paket wisata tenis dan lain sebagainya. Kerja sama antara olahraga dengan pariwisata itu menurutnya sangat potensial agar Bogor bisa menjadi pusat wisata olahraga.

 

Politisi Partai Gerindra ini mengapresiasi upaya Bupati Bogor yang membangun olahraga dari kampung ke kampung.  Djohar menjelaskan bahwa dalam RUU SKN nantinya akan dicantumkan penghargaan bagi para atlet yang berprestasi di tingkat dunia untuk mendapatkan tunjangan ketika kelak mereka pensiun dari dunia olahraga.

 

“Jenjang penghargaan bisa dari tingkat dunia, Asia, Asean hingga nasional untuk membantu kesejahteraan atlet di masa depan. Kita berharap paling lambat awal tahun depan RUU SKN ini bisa selesai dan bisa disahkan,” imbuhnya.

 

Legislator asal daerah pemilihan Sumatera Utara III ini menambahkan, berbagai masukan dari Pemda, para atlet dan pemangku kepentingan akan dibawa dalam rapat-rapat kerja dengan kementerian terkait serta dimasukkan dalam revisi Undang-Undang Keolahragaan Nasional.

 

“Barangkali perlu ada koordinasi yang baik antara Bogor dengan Pemerintah Pusat dan pihak-pihak kementerian terkait, serta diperlukan promosi-promosi yang efektif. Di banyak negara sudah ada konsep penyatuan antara olahraga dengan wisata menjadi kementerian sport and tourism,” pungkasnya. (oji/er)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi X Bahas Capaian Serapan Anggaran Kemenpora
02-12-2020 / KOMISI X
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyampaikan bahwa pagu definitif APBN Tahun 2020 Kemenpora RI semula adalah sebesar Rp...
Keberadaan UU SKN Tidak Berimbas Langsung pada Prestasi Olahraga
01-12-2020 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyampaikan bahwa Undang-Undang tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) merupakan...
KONI Diharapkan Konsisten Bantu Pembinaan Atlet Nasional
01-12-2020 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian berharap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tetap bisa konsisten membantu pemerintah dalam...
DPR Ingatkan Pemda Prioritas Kesehatan Jika Gelar KBM Tatap Muka
29-11-2020 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengingatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, untuk mempersiapkan secara matang...