Komisi III Tinjau Pelayanan SIMMADE Polda DIY

03-10-2020 / KOMISI III

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh saat meinjau fasilitas SIMMADE Samsat Kulon Progo, di Kulon Progo, DIY, Jumat (2/10/2020). Foto : Riska/Man

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh meninjau pelayanan SIMMADE (SIM Masuk Desa) yang dijalankan oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Layanan jemput bola dari pihak kepolisian ini sekaligus menjadi upaya untuk meminimalisir penumpukan pelayanan SIM di masing-masing Polres mengingat adanya pandemi Covid-19.

 

“Saya melihat ke mobil program atau inovasi dari Polda Yogyakarta ini terkait dengan SIMMADE, bagaimana prosesnya dari input data. Mulai  dari menyerahkan data KTP sampai dengan selesai ini hanya 10 menit, SIM sudah selesai singkat cepat dan murah,” ungkap Khairul usai memimpin peninjauan Samsat Kulon Progo, di Kulon Progo, DIY, Jumat (2/10/2020). Usai peninjauan, dilanjutkan pertemuan dengan Kapolda DIY, Kajati DIY dan Kepala BNNP DIY di Mapolda DIY.

 

Tim Kunspek Komisi III DPR RI menilai pelayanan pajak di Samsat Kulon Progo sangat baik, karena sangat membantu masyarakat sehingga tidak memerlukan waktu yang lama. Namun demikian, Khairul masih menemukan kendala pada akses jaringan internet, terutama di wilayah perbukitan.

 

“Terkait Wifi atau sinyal internet di desa atau pegunungan, kita support program-program (ini untuk masuk Desa pelosok desa di Indonesia dan lebih lanjut dikoordinasikan dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi’” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

 

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana mengapresiasi penerapan "electronic traffic law enforcement" atau tilang elektronik di sejumlah titik di wilayah hukum Polda DIY. "Saya kira tilang elektronik menjadi inovasi yang sangat menarik, mengingat pertumbuhan kendaraan di DIY yang terus meningkat, yang mengakibatkan jalan semakin padat," kata Eva.

 

Menurut politisi F-NasDem ini, tilang elektronik sejalan dengan upaya pencegahan COVID-19 di Tanah Air. Dengan sistem tersebut, menurut Eva, dipastikan tidak ada lagi kontak langsung antara pemberi tilang (kepolisian) dan masyarakat yang melanggar di jalan. Selain itu, ia juga mengapresiasi layanan pembuatan SIM yang sangat cepat, transparan, dan efektif di Samsat Polda DIY.

 

Layanan semacam itu, menurut Eva, membuat masyarakat dapat memperpanjang SIM dengan nyaman dan terbuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Saya mengapresiasi bapak Kapolda Irjen Asep Suhendar dan Dirlantas Polda DIY AKBP Iwan Saktiadi yang telah menyiapkan sistem pembuatan SIM sedemikian rupa," kata Eva Yuliana.

 

Sebelumnya, Kepala Samsat Kulon Progo, Bagiya Rakhmadi mengatakan, Samsat Kulon Progo sudah memiliki 9 layanan, yaitu Samsat Induk, dua samsat Desa, Samsat online di Nanggulan, Samsat keliling, Drive Thrue, Mall Pelayanan Publik, Samsat Mobil Keliling (Samoling) dan Samsat Sijebol atau sistem jemput bola.

 

"Sudah berjalan dan sudah bagus. Kami sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Kulon Progo, untuk memberi layanan di daerah perbatasan atau wilayah lain yang membutuhkan. Jika ada 10 atau lebih wajib pajak, maka kami siap hadir di wilayah yang membutuhkan layanan kami seperti layanan cek fisik," jelas Bagiya.

 

Bagiya menambahkan, berbagai layanan yang diberikan Samsat Kulon Progo dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Jumlah tunggakan pajak sudah banyak berkurang karena masyarakat sudah lebih tertib dalam membayar pajak kendaraan.

 

Sementara, Kasat Lantas Polres Kulon Progo, AKP Didik Purwanto mengatakan Satlantas Kulon Progo terdapat terobosan inovasi yaitu SIM Masuk Desa (SIMMADE) yang dibagi ke dalam 4 zona. Zona Selatan (Galur, Lendah dan Panjatan), Zona Barat (Temon, Kokap dan Wates), Zona Utara (Kalibawang, Samigaluh dan Girimulyo), Zona Timur (Sentolo, Nanggulan dan Pengasih).

 

“Karena wilayah di Kulon Progo sangat luas mulai dari pantai, persawahan dan perbukitan. Bahkan yang di zona Utara terdapat kendala sinyal (internet) sdan kami upayakan agar segera menyelesaikan persoalan tersebut. Kita bekerjasama dengan Diskominfo dengan Korlantas agar kendala masalah sinyal dapat ditangani,” papar Didik.

 

Terlebih dengan pelayanan jemput bola banyak sekali masyarakat di Kulon Progo yang telah melakukan wajib pajak karena SIMMADE merupakan inovasi dalam rangka darurat Covid-19 agar dapat mengurangi antrian. “Dengan inovasi tersebut antrian di Samsat Induk menjadi berkurang. Nantinya kita mendukung kebijakan pemerintah di era adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” tutur Didik lebih lanjut. (ran/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi III Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Tujuh Calon Anggota KY
01-12-2020 / KOMISI III
Komisi III DPR RI mengelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) Calon Anggota Komisi Yudisial (KY) Masa Jabatan...
Pemerintah Harus Kampanyekan Moderasi Beragama
30-11-2020 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Cucun Ahmad Sjamsurijal menegaskan agar kasus pembunuhan sekeluarga yang diduga dilakukan kelompok Ali Kalora di...
Tindak Tegas Pengedar Narkoba di Sulteng
30-11-2020 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Sarifuddin Suding menegaskan, rantai peredaran narkoba di Sulawesi Tengah, terlebih lagi di lembaga pemasyarakatan (lapas)...
Legislator Apresiasi Polisi Bongkar Prostitusi ‘Online’
28-11-2020 / KOMISI III
Prostitusi online yang kembali berhasil dibongkar polisi mendapat apresiasi dari legislator. Kali ini, apresiasi disampaikan Anggota Komisi III DPR RI...