Komisi II Pantau Persiapan Pilkada di Banyuwangi

19-10-2020 / KOMISI II

Wakil Ketua Komisi II Arif Wibowo (kanan) saat pertemuan Tim Kunker Komisi II DPR RI dengan Bupati Banyuwangi, KPU dan Bawaslu Provinsi Jawa Timur,  Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember dan Kabupaten Situbondo, Senin (12/10/2020). Foto : Riska/Man

 

Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi II Arif Wibowo memantau perkembangan persiapan Pilkada serentak di Kabupaten Banyuwangi, khususnya di masa pandemi Covid-19. Sejumlah hal mengemuka dalam kunjungan itu, di antaranya sosialisasi Pilkada di tengah pandemi, Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas, kendala usia dalam rekrutmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun pengawas tempat pemungutan suara (PTPS), hingga polemik ketentuan rapid tes bagi petugas.

 

“Ini soal mengoptimalkan sosialisasi agar sampai kepada masyarakat kita walau di tengah situasi Covid-19. Dan kami cukup lega, karena dana untuk APD dilaporkan sudah cair baik dari anggaran APBN maupun APBD. Tugasnya sekarang adalah distribusi hingga sosialisasi penggunaan APD yang tepat oleh petugas,” ujar Arif usai pertemuan Tim Kunker Komisi II DPR RI dengan sBupati Banyuwangi serta jajaran KPU dan Bawaslu Provinsi Jawa Timur,  Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember dan Kabupaten Situbondo, Senin (12/10/2020).

 

Sementara terkait keluhan Rekrutmen KPPS Jatim yang belum mencapai target akibat terkendala batasan usia maksimal, Arif meminta agar KPU bisa melakukan komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat. Untuk batasan usia terendah petugas ditetapkan minimal 25 tahun sedangkan tertinggi 50 tahun.

 

“Ditetapkan maksimal 50 tahun karena menghindari risiko kelompok usia yang rentan apabila terkena Covid-19. Memang saat ini  tidak mudah, namun terus komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencapai kesepahaman,” urai politisi PDI-Perjuangan itu. Arif pun mengakui sejumlah kendala muncul terkait situasi pandemi ini.

 

Namun pihaknya meminta semua pihak terus mencari terobosan agar pelaksanaan Pilkada berjalan seiring risiko penularan Covid-19 bisa ditekan. “Situasi ini memang memaksa kita cari cara baru dalam proses Pilkada. Kreativitas dan inovasi terbuka selama mengacu pada protokol kesehatan serta semangat mewujudkan Pilkada yang langsung, umum, bebas, rahasia (luber) serta jujur dan adil (jurdil),” imbuh Arif.

 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI ke Kabupaten Banyuwangi. “Kami berharap pelaksanaan Pilkada akan berjalan dengan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat ditambah kesiapan pengadaan alat pendukung. Alhamdulillah (persiapan) lancar karena koordinasi kami dengan teman-teman KPU dan penyelenggara lain sekaliguss TNI-Polri cukup baik dan hampir tidak ada kendala,” papar Anas kepada Tim Kunker Komisi II DPR RI. (ran/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pastikan Penerapan Prokes dalam Pilkada Dilaksanakan secara Ketat
02-12-2020 / KOMISI II
Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengharapkan penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 dapat berjalan sukses dengan tingkat partisipasi pemilih yang...
Agung Widyantoro Apresiasi Upaya KPU Semarang Tingkatkan Partisipasi Pemilih
01-12-2020 / KOMISI II
Anggota Komisi II DPR RI Agung Widyantoro mengapresiasi strategi kreatif yang dilakukan KPU Kota Semarang sebagai upaya meningkatkan partisipasi pemilih...
Legislator Minta Penyelenggara Pilkada Semarang Disiplin Prokes
01-12-2020 / KOMISI II
Anggota Komisi II DPR RI Paryono meminta penyelenggara Pilkada di Kota Semarang, Jawa Tengah, baik itu KPU dan Bawaslu agar...
Pasien Positif Covid Bisa Berikan Suara Dalam Pilkada
01-12-2020 / KOMISI II
Anggota Komisi II DPR RI Syamsurizal memberikan kepastian bahwa pasien positif Covid-19 nantinya tetap akan mendapatkan hak pilih. Ia mengatakan...