Tiga Indikator Sukses Pilkada Serentak di Tengah Pandemi

19-10-2020 / KOMISI II

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung memberikan cideramata usai Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI ke Kabupaten Badung, Bali, baru-baru ini. Foto : Ann/Man

 

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menekankan pelaksanaan Pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2020 akan tetap berlangsung, namun dengan menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19. Menurutnya, tiga indikator sukses pelaksanaan Pilkada serentak di tengah pandemi, yakni seluruh tahapan berjalan sesuai dengan peraturan yang ada, partisipasi masyarakat tinggi dan masyarakat aman dari Covid-19.

 

“Saya katakan ada tiga indikator Pilkada serentak sukses tahun 2020 ini. Yang pertama apabila seluruh tahapan yang sudah dirancang oleh KPU itu bisa berjalan dengan baik yang sejauh ini sudah sampai ke tahapan kampanye, tinggal tiga tahapan lagi, kan habis ini tahapan pemilihan, kemudian rekapitulasi perselisihan sampai ke penetapan. Nah, sejauh ini saya kira hampir 80 persen semua tahapan sudah berjalan,” ujarnya di sela-sela Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI ke Kabupaten Badung, Bali, barus-baru ini. Kunjungan tersebut dalam rangka memastikan persiapan pelaksanaan Pilkada di Provinsi Bali.

 

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menambahkan, indikator kedua ialah tingkat partisipasi pemilih tinggi. Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, maka pelaksanaan Pilkada akan tetap terjaga kualitasnya. Dalam hal ini, lanjutnya, KPU sudah menetapkan target 77,5 persen.

 

"Kita punya benchmark sebetulnya di tahun 2019 kan rata-rata (partisipasi) 83 persen secara nasional, walaupun gak bisa kita bandingkan apple to apple karena antusiasme masyarakat terhadap Pilpres lebih tinggi dibandingkan Pilkada. Namun saya kira target 77 persen itu realistis, tetapi juga harus didukung oleh kerja keras kita semua," jelas Doli.

 

"Makanya saya selalu menekankan partisipasi Pemilu bukan hanya dibebankan kepada penyelenggara saja, dalam hal ini KPU dan Bawaslu. Tetapi bagaimana pemerintah daerah meyakinkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan nyaman merasa bahwa TPS itu tempat yang bersih dan aman. Itu juga perlu ada sosialisasi," sambung legislator dapil Sumatera Utara III itu.

 

Dijelaskannya, penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini perlu menerapkan adaptasi terhadap hal-hal baru, salah satunya penerapan protokol kesehatan yang ketat, agar tidak terjadi penyebaran Covid-19, sehingga kualitas Pemilu tetap terjaga dan masyarakat aman. "Sukses yang ketiga adalah jika semua tahapan berjalan dengan baik dan tingkat partisipasi tinggi, tetapi kita semua harus selamat dan aman, baik pemilih maupun penyelenggaranya,” tandas Doli. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pastikan Penerapan Prokes dalam Pilkada Dilaksanakan secara Ketat
02-12-2020 / KOMISI II
Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengharapkan penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 dapat berjalan sukses dengan tingkat partisipasi pemilih yang...
Agung Widyantoro Apresiasi Upaya KPU Semarang Tingkatkan Partisipasi Pemilih
01-12-2020 / KOMISI II
Anggota Komisi II DPR RI Agung Widyantoro mengapresiasi strategi kreatif yang dilakukan KPU Kota Semarang sebagai upaya meningkatkan partisipasi pemilih...
Legislator Minta Penyelenggara Pilkada Semarang Disiplin Prokes
01-12-2020 / KOMISI II
Anggota Komisi II DPR RI Paryono meminta penyelenggara Pilkada di Kota Semarang, Jawa Tengah, baik itu KPU dan Bawaslu agar...
Pasien Positif Covid Bisa Berikan Suara Dalam Pilkada
01-12-2020 / KOMISI II
Anggota Komisi II DPR RI Syamsurizal memberikan kepastian bahwa pasien positif Covid-19 nantinya tetap akan mendapatkan hak pilih. Ia mengatakan...