FUI Minta Komisi III Kuatkan Polri Tolak Konser Lady Gaga

22-05-2012 / KOMISI III

Forum Umat Islam – FUI yang merupakan gabungan ormas Islam menyampai aspirasi menolak pelaksanaan konser penyanyi Lady Gaga di Indonesia.  Mereka menyebut artis asal Amerika ini mengkampanyekan kebudayaan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur NKRI.

“FUI ingin meluruskan tidak benar persepsi yang berkembang bahwa yang menolak Lady Gaga hanya FPI,” jelas M. Al Khaththath Sekjen FUI dalam RDPU dengan Komisi III di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/5/12). Ia menyebut beberapa ormas pendukung FUI seperti Dewan Masjid Indonesia, NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, FBR dan lain-lain.

Pada bagian lain Sekjen FUI menambahkan telah mendapat informasi bahwa Polri ditekan oleh pihak-pihak baik di dalam maupun dari luar negeri untuk mengizinkan konser Lady Gaga. Itulah sebabnya ormas Islam datang ke DPR untuk meyakinkan Komisi III agar menguatkan Polri tetap pada putusan tidak memberi izin konser artis yang disebutnya masuk kelompok pemuja setan.

“Komisi III perlu menguatkan Polri agar menolak Lady Gaga. Untuk lebih meyakinkan FUI siap mengerahkan sejuta umat melakukan unjuk rasa,” tegasnya.

Sementara itu Ketua FPI Munarman yang hadir dalam pertemuan tersebut mengingatkan agar aparat tidak mempercayai janji promotor akan menampilkan Lady Gaga sesuai dengan budaya di Indonesia. “Sudah terbukti dalam konser di Filipina artis ini ingkar janji untuk tidak tampil vulgar. Ia bahkan di panggung mengatakan saya tidak bisa diatur pemerintah anda.”

Pimpinan sidang Nasir Djamil yang juga Wakil Ketua Komisi III menyatakan dapat menerima aspirasi yang disampaikan oleh FUI. “Kita akan sampaikan pada rapat kerja dengan Kapolri yang akan dilaksanakan minggu depan,” ujarnya.

Beberapa juru bicara fraksi yang hadir dalam RDPU tersebut menyuarakan dukungan untuk monolak konser Lady Gaga. Fraksi tersebut adalah FPPP, FPKS dan FPAN. “Segala yang mengumbar erotisme, vulgar tidak boleh hadir di negeri ini, baik itu dari luar negeri maupun dalam. Kita tidak mau negeri ini jadi keranjang sampah mulai dari limbah B3 sampai budaya yang tidak sesuai,” tandas Ahmad Yani dari FP3.

Ia juga meminta pihak kepolisian memeriksa promotor pertunjukan yang sudah berani menjual tiket pertunjukan sebelum mendapat izin. Tindakan ini jelas merugikan konsumen. (iky) foto:wy/parle


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Tugas Pemberantasan Korupsi Harus Dilakukan secara Profesional dalam Koridor Kode Etik
24-09-2020 / KOMISI III
Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry merespon keputusan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan Ketua KPK...
Kaburnya Napi WNA China dari Lapas Tangerang Perlu Diinvestigasi Mendalam
24-09-2020 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Marinus Gea mendorong adanya investigasi secara mendalam terkait kaburnya narapidana (napi) Warga Negara Asing (WNA)...
Kurangnya Sipir Bukan Alasan Lemahnya Pengawasan di Lapas
24-09-2020 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah menilai kurangnya jumlah petugas penjaga lapas atau sipir dalam melakukan pengawasan terhadap...
Kaburnya Napi WNA China dari Lapas Kelas I Tangerang Timbulkan Banyak Kejanggalan
24-09-2020 / KOMISI III
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir mengungkapkan peristiwa kaburnya narapidana (napi) terpidana mati warga negara asal (WNA) China...