DPR Minta Pemerintah Lakukan Perhitungan Untuk Subsidi Listrik 2010 Mendatang

28-05-2009 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII sepakat meminta Departemen ESDM dan PLN untuk melakukan perhitungan lebih terperinci terkait asumsi yang digunakan untuk subsidi listrik 2010 mendatang. Terkait usulan subsidi listrik tahun 2010 tersebut, Anggota Komisi VII DPR Kahar Muzakir (F-PG) mengatakan, seharusnya penghitungan subsidi listrik berpatokan pada harga batu bara,bukan harga minyak. Hal tersebut diungkapkan Kahar saat Rapat Dengar Pendapat antara Komisi VII DPR dengan Direktur Utama PLN, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi DESDM, yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartarto (F-PG), di DPR, Kamis (28/5). “Perhitungan subsidi masih terkait dengan harga minyak. Kenapa patokan tidak memasukkan harga batu bara karena penggunaan batu bara lebih banyak. Seharusnya, selain asumsi makro APBN juga menggunakan asumsi yang lebih spesifik khusus untuk kelistrikan seperti batu bara,” papar Kahar. Proses perumusan asumsi makro tahun 2010 mulai bergulir. Salah satunya adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengusulkan alokasi subsidi listrik tahun depan sebesar RP 43,25 triliun Direktur utama PLN Fahmi Mochtar dihadapan Komisi VII DPR mengatakan, untuk menentukan nominal susbsidi tahun 2010, PLN memakai acuan asumsi makro antara lain nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (US$) mencapai Rp 10.000/US$, harga Indonesia Crude Price (ICP) atau minyak mentah Indonesia sebesar US$ 50/barrel, dan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5%. Selain itu, acuan dari sisi energi listrik meliputi faktor elastisitas penjualan listrik 6%, volume penjualan tenaga listrik 144,52 tetra watt hour, serta susut jaringan 9,95% dan margin usaha sebesar 3%. Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar minyak tahun depan, menurut Fahmi, justru akan mengalami penurunan sebanyak 43% dibandingkan tahun ini. "Konsumsi tahun 2009 diperkirakan 7,9 juta kiloliter sedangkan tahun depan 4,5 juta kiloliter," katanya. Pasalnya, PLN memperkirakan konsumsi gas mengalami peningkatan dari 313 BBTU menjadi 323 BBTU sementara konsumsi batu bara juga mengalami peningkatan. Fahmi menjelaskan tahun 2009 perkiraan konsumsi batu bara sebesar 23,49 juta ton menjadi 31,7 juta ton 2010 nanti.(eko/olly)

  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pembentukan Revisi UU Minerba Sudah Sesuai Prosedur dan Transparan
21-10-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman menyatakan pembentukan revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara (UU Minerba) sudah sesuai dengan aturan...
Anggota DPR Beri Masukan untuk RUU EBT
20-10-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto memberikan sejumlah masukan terkait rancangan undang-undang energi baru terbarukan (RUU EBT) khususnya yang terkait...
Pemanfaatan Energi Nuklir Saat Ini Hanya untuk Pembangkit Listrik
19-10-2020 / KOMISI VII
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menegaskan bahwa pemanfaatan energi nuklir yang akan dikembangkan di Indonesia saat ini...
Proyek Pengembangan PLTP Patuha Patut Diapresisasi
12-10-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Estimengapresiasi proyek pengembangan PLTP Patuha unit 1 dan 2. Ia menilai, proyek ini...