F-PAN NILAI RAPBN 2010 KONSERVATIF

21-08-2009 / LAIN-LAIN
Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) menilai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2010 yang disampaikan Presiden di Rapat Paripurna DPR tanggal 3 Agustus cenderung konservatif. Hal itu dikemukakan juru bicara F-PAN Nurhadi Musawir dalam Rapat Paripurna DPR, Jum’at (14/8). “Secara umum Fraksi PAN berpendapat postur RAPBN 2010 mengalami kenaikan anggaran belanja sangat kecil, cenderung konservatif, kurang inspiratif dan kurang ekspansif,” katanya. Menurut F-PAN, semestinya pemerintah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada level yang lebih tinggi, lebih struktural dan berkualitas jika pemerintah bekerja lebih keras dan penggunaan anggaran yang lebih transparan dan efisien. “Pemerintah mengajukan target pertumbuhan ekonomi pada level lima persen. Alasan yang dikemukakan adalah situasi perekonomian dunia yang belum kunjung membaik, sehingga ekspor Indonesia belum akan membaik,” kata Jubir F-PAN Nurhadi Musawir. Untuk sisi penerimaan, F-PAN meminta pemerintah untuk lebih bekerja keras dan melanjutkan reformasi perpajakan serta perbaikan insentif bagi dunia usaha. Pemerintah harus memperluas wajib pajak baru dan menggali serta meningkatkan penerimaan pajak agar penerimaan negara lebih optimal. “Pada sisi penerimaan, pemerintah mentargetkan penerimaan perpajakan mencapai Rp 729,2 triliun, sedangkan penerimaan negara bukan pajak diperkirakan mencapai Rp. 180,9 triliun,” ujar Nurhadi. Anggaran Pertanian Sementara itu, F-PAN menyambut baik usaha pemerintah yang tetap merencanakan alokasi anggaran untuk subsidi pupuk, benih dan pangan. Melalui subsidi ini diharapkan tersedia pupuk dan benih berkualitas dengan harga terjangkau. “Sehingga petani dapat lebih produktif dan meningkatkan daya beli dan kesejahteraannya,” kata juru bicara F-PAN Nurhadi Musawir. Namun demikian, F-PAN menilai pemerintah kurang memberi perhatian dalam meningkatkan anggaran di sector pertanian, kelautan dan perikanan serta kehutanan. F-PAN menilai peningkatan anggaran pertanian penting sebagai upaya mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan antisipasi dampak El Nino serta meningkatkan swasembada beras, daging, susu, telur serta kebutuhan mendasar lainnya. “Pemerintah harus meningkatkan anggaran di sektor pertanian dalam arti yang luas dan pembangunan pedesaan,” kata Nurhadi. Lebih jauh, F-PAN berharap pemerintah dapat meningkatkan unit usaha kecil dan menengah terutama di sektor pertanian dan perikanan. “Diharapkan pemerintah bisa membangun dan mewujudkan Bank Khusus Pertanian yang tersebar di penjuru tanah air,” ujarnya. F-PAN dalam pandangan Fraksinya menegaskan mendukung upaya pemberdayaan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi dengan meningkatkan alokasi anggaran untuk subsidi bunga kredit program juga ditingkatkan. “Baik kredit usaha rakyat untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah maupun subsidi bunga untuk petani, nelayan serta kredit perumahan sederhana untuk rakyat yang belum memiliki rumah,” ujar Nurhadi. (bs)

  • SHARES
BERITA TERKAIT
'Stand Up Comedy’ Sarana Tepat Tunjukkan Keterbukaan DPR
23-09-2020 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi DPR RI Muhammad Farhan mengapresiasi penyelenggaraan Workshop Penulisan NaskahStand Up Comedy oleh Perpustakaan Sekretariat Jenderal DPR RI. Farhan...
PIA DPR Gelar Baksos Lawan Covid-19 di Kompleks Parlemen
15-09-2020 / LAIN-LAIN
Persaudaraan Isteri Anggota (PIA) DPR RI kembali menggelar bakti sosial (baksos) dalam rangka memperingati HUT ke-75 DPR RI yang jatuh...
Hakim Konstitusi Harus Negarawan
08-09-2020 / LAIN-LAIN
Jabatan hakim konstitusi merupakan salah satu jabatan yang persyaratannya diatur dalam UUD Negara Republik Indonesia 1945. Salah satu syarat yang...
DPR Hadiri Sidang Gugatan UU Perasuransian di MK
08-09-2020 / LAIN-LAIN
Tim Kuasa DPR RI diwakili Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memberikan keterangan dalam Sidang Pleno Perkara Nomor 531.32/PAN.MK/8/2020...