DPD DUKUNG PENUH GINANDJAR SEBAGAI CALON KETUA MPR

02-10-2009 / LAIN-LAIN

Anggota DPD dari daerah Sulawesi Tenggara Laode Ida mengatakan, DPD secara penuh mendukung Ginandjar Kartasasmita sebagai kandidat calon dalam perebutan kursi Ketua MPR.

Demikian dikatakan Laode Ida, usai pelantikan Anggota MPR di Gedung DPR, Jakarta, Jum’at (2/10).

“Sudah ada kesepakatan bahwa DPD mendukung penuh pencalonan Pak Ginandjar untuk memperebutkan Kursi Ketua  MPR,”tegas Laode yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPD periode 2004-2009.

Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan anggota DPD menduduki kursi Ketua MPR memberi peluang kepada setiap orang untuk ikut memperebutkan jabatan terebut.

"Putusan MK benar-benar membuat pencalonan pimpinan MPR seperti terjun bebas karena siapa saja bisa mencalonkan diri," kata Laode.

Mengenai komposisi kepemimpina MPR, apakah 4 anggota DPR dan 1 DPD, atau 3 DPR dan 2 DPD, menurut Laode, jika komposisinya 4 DPR 1 DPD menurutnya komposisi tersebut terlalu sedikit apalagi hal tersebut akan mengurangi makna kepemimpinan MPR sebagai simbol dari kepemimpinan dua lembaga yakni DPR dan DPD di tingkat forum. “Saya berharap, DPD bisa mendapat jatah 2 dari 5 kursi pimpinan MPR,”tegasnya.

Selain Ginandjar, DPD tengah menyiapkan 1 orang lagi untuk duduk sebagai salah satu pimpinan di MPR, posisi 1 orang tersebut masih dibahas dalam rapat

            Selain DPD, DPR pun ikut serta dalam memperebutkan kursi calon Ketua MPR, dan yang sedang hangat dibicarakan adalah pencalonan Taufik Kiemas yang didukung oleh kader PDIP itu sendiri dan dukungan dari partai partai pemenang pemilu, yakni Partai Golkar, partai Demokrat dan partai lainnya.

            Menurut, Anggota DPR dari F-PDI Perjuangan, Pramono Anung menjelaskan, majunya Taufik Kiemas menjadi calon Ketua MPR atas dukungan penuh dari lapisan kader PDIP, “Beliau maju bukan karena meminta jabatan tapi karena dukungan dari partai,”tegasnya.

            Dikesempatan ini, Pramono Anung juga menjelaskan, mengenai perebutan kursi Ketua MPR yang menjadi persoalan adalah bukan lagi Taufik Kiemas menjadi Ketua tapi bagaimana keputusan ini bisa diselenggarkan secara aklamasi atau tidak, “Kalau ada calon lain tentunya tidak bisa aklamasi,”ujarnya.

            Persolaan itu nantinya, tambah Pramono Anung akan dibicarakan lebih lanjut melalui forum pertemuan pimpinan DPR dan DPD, apakah akan menggunakan system paket atau pengajuannya sesuai dengan keputusan MK.

            Yang menjadi persoalan lainnya, ungkap Pramono Anung, adalah mengenai komposisi apakah 4 anggota DPR 1 anggota DPD atau 3 anggota DPR dan 2 anggota DPD.

            “Memang seyogyanya, komposisi yang dipakai akan menjadi lebih apik adalah perwakilan dari representasi dari DPR dan DPD secara seimbang, nah itulah yang sekarang menjadi pemikiran apakah 3 berbadning 2 atau 4 berbanding 1, dan kemungkinan seperti itu akan dibahas dalam forum lobi dengan pimpinan DPD,”jelasnya.

            Ketika ditanya mengenai nama-nama yang sudah pasti dari DPR, ia menjawab bahwa yang sudah mengkerucut adalah Taufik Kiemas, Hajrianto Tohari dan Lukman Hakim Saefuddin dan satu nama lagi belum didiskusikan. Dan dari DPD ada dua nama yang diusulkan, Aksa Mahmud dan Djan Faridz.(nt)

 

 

           


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pimpinan DPR RI Masa Bakti 2014-2019 Terima Penghargaan dari Presiden
13-08-2020 / LAIN-LAIN
Pimpinan DPR RI Masa Bakti 2014 – 2019 menerima penghargaan dari negara melalui Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana...
Anggota Parlemen Maju Pilkada Dinilai Tidak Harus Mundur
12-08-2020 / LAIN-LAIN
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 33/PUU-XIII/2015 yang mewajibkan mundurnya anggota DPR, DPD, dan DPRD ketika mencalonkan diri dalam Pilkada dinilai...
Syarat Pilkada, Legislator Usul Anggota Parlemen Tidak Perlu Mundur
12-08-2020 / LAIN-LAIN
Tim Kuasa DPR RI memberikan keterangan untuk Perkara Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 22/PUU-XVIII/2020 mengenai pengujian Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun...
Ekonomi Indonesia Jangan Sampai Masuk Jurang Resesi
10-08-2020 / LAIN-LAIN
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II Tahun 2020 mengalami kontraksi atau-5,32 persen dibandingkan...