B.K.S.A.P.
Konferensi ke-7 PUIC Usai, Terima Kasih Untuk Wajah yang Selalu Tersenyum
01-Feb-2012
Rangkaian panjang persidangan Konferensi ke-7 Persatuan Parlemen Negara-negara Anggota OKI, 24-31 Januari di Palembang, Sumsel telah usai. Kegiatan kali ini terbilang fenomenal karena untuk pertama kalinya dihadiri oleh 15 Ketua dan 3 Wakil Ketua Parlemen. Beragam komentar disampaikan delegasi yang datang dari 37 negara serta 8 observer sesaat sebelum konferensi ditutup secara resmi oleh Presiden PUIC, Marzuki Alie.
"Atas nama parlemen dari kelompok negara-negara di Asia kami mengucapkan terima kasih pada tuan rumah Indonesia atas penyelenggaraan konferensi yang begitu baik dan keramahtamahan yang begitu hangat. Terima kasih pula atas sambutan dan wajah-wajah yang selalu tersenyum rakyat Indonesia,” kata Ketua delegasi Turki, Emirullah Isler yang berbicara mewakili kelompok negara-negara Asia saat penutupan Konferensi ke-7 PUIC di Ballroom Hotel Aryaduta, Palembang, Sumsel, Selasa (31/1/12).
Ia mengaku sangat menikmati rangkaian pertemuan dan bagaimana semua delegasi saling bertukar fikiran dengan cara yang begitu memuaskan. PUIC menurutnya akan menjadi organisasi besar yang berperan dalam meningkatkan kualitas parlemen di negara-negara anggota OKI.
Sementara itu Muhammad Al Qudaifi mewakili negara-negara Arab mengingatkan tugas besar organisasi yang belum tuntas yaitu merintis jalan menuju kesejahteraan rakyat di negara-negara anggota OKI. Disamping itu ia menekankan tugas penting PUIC untuk berperan aktif dalam upaya membebaskan Yerussalem dari cengkeraman Israel.
Ketua delegasi Sudan Gottbi El Mahadi mengajak parlemen negara-negara anggota OKI memberikan perhatian pada legislasi dan supremasi hukum yang merupakan faktor penting untuk memperkuat ikatan diantara umat Islam diberbagai negara dan juga untuk memperkuat kerjasama antar negara.
Secara khusus ia menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah Indonesia yang disebutnya sebagai negara yang luar biasa. “Terima kasih pada tuan rumah yang sudah melaksanakan pertemuan ini. Kami sangat menghargai keramahtamahan dan kemurahan hati yang telah kami terima semenjak kami tiba di negara luar biasa ini,” demikian Mahadi.
Sebelumnya Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso juga berpidato memaparkan proses demokratisasi yang berlangsung di Indonesia. “Penduduk kami lebih dari 240 juta jiwa, mayoritas muslim yang tersebar diribuan pulau dengan ratusan etnis, berbagai suku bangsa dan ratusan bahasa daerah. Kami bisa mempraktekkan sistem demokrasi yang hebat dan maju. Lebih maju dari praktek demokrasi di benua Amerika dan Eropa sekalipun,” tandasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Ia mengaku percaya PUIC akan berkontribusi besar dalam perkembangan kondisi ummah dan masyarakat global dimasa-masa yang disebutnya penuh tantangan. Ia berharap Konferensi ke-7 ini menjadi kesempatan untuk menguatkan kembali momentum konsolidasi dan solidaritas diantara negara anggota agar dapat menghasilkan solusi konkrit bagi perbaikan masalah ummah dan dunia. (iky)/foto:iw/parle.
[Back]









