B.K.S.A.P.



Maroko Puji Parlemen Perempuan Indonesia

31-Jan-2012


Persatuan Parlemen Negara-negara Anggota OKIPUIC diminta memberikan ruang yang lebih besar kepada anggota parlemen parempuan untuk tampil. Sejauh ini peran perempuan terutama di negara-negara muslim belum optimal diberikan. Padahal kitab suci Al Quran menyebut perempuan memiliki ruang yang sama dengan laki-laki di ranah publik.

"PUIC perlu menghasilkan satu resolusi untuk diterapkannya kuota untuk representasi perempuan karena terkadang tidak ada tempat untuk perempuan. Saya melihat banyak sekali perempuan yang memiliki kapabilitas tapi tidak mendapatkan ruang yang cukup,” kata juru bicara parlemen Maroko Ezzoumie Khadija saat menyampaikan pidato delegasinya dalam Konferensi ke-7 PUIC di Palembang, Sumsel, Senin (30/1/12).

Secara khusus ia menyebut anggota parlemen delegasi Indonesia yang dinilainya mendapatkan ruang yang cukup dan berhasil. “Saya memberi contoh anggota parlemen perempuan dari Indonesia  Ibu Nurhayati Ali Asegaff yang sekarang sudah sangat kita kenal, dia anggota parlemen yang berhasil tampil di kancah Internasional,” imbuhnya.

Khadija berharap tidak boleh lagi adanya perendahan terhadap perempuan dan PUIC menurutnya harus mampu menyelesaikan perbedaan pandangan soal masalah gender ini.

Bicara pada kesempatan berbeda Nurhayati Ali Asegaf yang juga anggota Komisi I DPR  RI ini menyebut perlu waktu dan upaya untuk meyakinkan negara-negara anggota OKI mengenai kebijakan terhadap perempuan.

“Peluang itu harus diambil oleh perempuan anggota parlemen. Saya pernah mengikuti konferensi di Uganda, waktu itu pesertanya ternyata laki-laki semua. Saya kemudian mengambil peluang menjadi Ketua Standing Commitee on Woman, Social and Culture yang anggotanya laki-laki semua,” ujarnya.

Ia kemudian mencoba meyakinkan  pimpinan PUIC dan anggota delegasi lain untuk memberikan ruang bagi anggota parlemen perempuan. Upaya itu akhirnya berhasil terlihat beberapa delegasi mulai lebih banyak mengirimkan anggota parlemen perempuan.

“Di Palembang ini kita memutuskan lahirnya konferensi pertama anggota parlemen perempuan muslim OKI. Kegiatan ini akan terus berlangsung side by side dengan Konferensi PUIC itu sendiri” paparnya.

Politisi Partai Demokrat ini berharap PUIC dapat berperan mendukung perempuan dalam negara Islam bisa lebih terangkat lagi citranya.Selama ini Islam diidentikkan dengan menerbelakangkan kaum perempuan. Baginya kondisi ini tidak benar.

Parlemen perempuan anggota PUIC menurutnya antusias untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu. Sebelum pelaksanaan konferensi tahun depan, telah disepakati untuk melaksanakan pertemuan women parliamentary lanjutan di Maroko pertengahan tahun ini. (iky) foto:parle
 

‹ Prev
Next ›

[Back]