Komisi-IV



Komisi IV DPR RI Dukung Bulog Tidak Impor Beras

09-Feb-2012


 

Komisi IV DPR RI mendukung program Bulog  bahwa mulai tahun 2012 tidak akan melakukan impor beras. Demikian  dikatakan Wakil Ketua Komisi IV  Firman Soebagyo  saat memimpin Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama Perum Bulog Soetarto AliMusodan beberapa Gubernur di Gedung DPR Senayan Jakarta Pusat, Rabu  (8/2)

 Berkaitan hal tersebut, Firman  minta  Perum Bulog  harus bisa bersinergi dalam program tersebut berkaitan dengan penyerapan beras dalam negeri, serta dapat meningkatkan kesejahteraan petani, yaitu dengan cara beras petani tidak dibeli oleh tengkulak.

Hal yang lebih penting lagi, Firman meminta  para Gubernur harus bisa mencegah masuknya beras impor kewilayahnya, dan bisa mengutamakan produksi beras nasional dengan melakukan koordinasi antar Kepala Daerah Tingkat I dan II.

“Komisi IV DPR  akan mengambil tindakan tegas, bila dilakukan impor beras tanpa sepengetahuan dari Dewan,” ujar Firman.

Firman memberikan apresiasi atas  hasil realisasi yang telah dicapai oleh Perum Bulog  tahun 2011 yaitu pagu alokasi raskin sebesar 3.410.161 ton termasuk raskin ke 13 yang diberikan kepada 17.488.007 RTS, telah tersalurkan raskin sebanyak 3.364.742 ton atau 98,67 persen.

Untuk tahun 2012 telah disetujui pagu anggaran sebesar 17.607.059.923.905 rupiah dengan perincian untuk subsidi raskin sebesar 15.607.059.923.905 rupian untuk 12 bulan sebanyak 17.488.007 RTS, dengan HPB 6.558 rupiah/kg, harga jual 1.600 rupiah/kg, dan subsidi sebesar 4.958 rupiah/kg.

Dengan kondisi demikianFirman minta Perum Bulog  harus bisa mengantisipai kenaikan harga beras dipasar, berkaitan penetapan harga pokok penjualan beras dan gabah petani yang dimungkinkan akan naik 28 persen. Sehingga hal ini tidak memberatkan rakyat miskin, dan harga beras di pasar relatif srabil.

Sementara Dirut Perum Bulog Soetarto Ali Muso dalam rapat tersebut  menyatakan  bahwa untuk meningkatkan produksi padi  akan mencontoh  negara Cina dan India. “Di Cina dan India,pemerintah membeli beras petani diatas harga pasar. Hal tersebut dapat dijadikan contoh yang baik untuk pemerintah,”  katanya.

Dirunding dunia, kita menyebabkan instabilitas beras internasional. “Dengan  mengurangi import beras dapat menguntungkan petani lokal. Sehingga membantu penjualan beras lokal dipasar,” tambah Ali Muso.

Untuk mengantisipasi program BulogPerum Bulog telah mentargetkan pengadaan beras dalam negeri untuk  2012 sebesar 4.100.000 ton. Hal ini  berarti  Bulog tidak akan melakukan impor beras lagi, kecuali dari carry over tahun 2011 impor sebesar 560.000 ton.

Berdasarkan data dari Ditjen Tanaman Pangan pada periode Februari-April 2012 terjadi panen raya menghasilkan produksi padi 28,26 jut ton GKG, dengan surplus beras 4,523 juta ton.

Bulog  juga akan  bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dengan program Desa Mandiri Pangan, Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat, Peningkatan kesejahteraan petani kecil dan menengah.(sc) 

‹ Prev
Next ›

[Back]