Komisi-VII



KOMISI VII USUL REL KA KALTENG-KALTIM

15-Mar-2010


Anggota Tim Kunker Komisi VII ke Provinsi Kalteng Mahyudin dari F-PG mengusulkan pembangunan  jaringan rel kereta api (KA) yang direncanakan untuk mengangkut hasil sumber daya alam  di Kalimantan Tengah akan lebih efisien dibangun sampai  Kalimantan Timur (Kaltim).

“Sebaiknya pembangunan rel KA di Kalteng ditembuskan hingga Kaltim demi peningkatan pembangunan bersama di wilayah Kalimantan,” kata Mahyudin menanggapi penjelasan Gubernur Kalteng terkait rencana pembangunan rel KA saat pertemuan Tim Kunker Komisi VII yang dipimpin oleh Achmad Farial dengan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, di Palangka Raya, Selasa (9/3)

Menurut Mahyudin yang merupakan Anggota F-PG dari daerah pemilihan Kaltim, saat ini  pemerintah daerah saling merencanakan pembangunan infrastruktur, “Diharapkan dapat menghindari ego sektoral dan melihat rencana pembangunan secara utuh dalam bingkai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangnya.

Mahyudin mengharapkan pembangunan rel KA lintas provinsi (Kaltim-Kalteng) yang juga telah direncanakan pemerintah pusat pada 2009 dapat direalisasikan secara bersama antar pemerintah daerah.

Pemerintah Provinsi Kalteng  bertekad akan membangun jaringan rel KA dari Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, menuju Bangkuan, Kabupaten Barito Selatan, sepanjang 185 kilometer.

 Jalur KA hasil studi JICA itu dinilai tidak efisien dan tidak seperti hasil kajian Direktorat Jenderal KA yakni direncanakan dari Puruk Cahu memasuki Provinsi Kalimantan Timur menuju Balikpapan sepanjang 350 kilometer.

 Kalteng dan Kaltim, tercatat memiliki deposit tambang batu bara besar meski Kaltim lebih maju dalam hal eksploitasi hasil alamnya karena memiliki modal transportasi yang lebih mudah dan dekat dibandingkan dengan tambang-tambang di Kalteng.

 Jalur KA lintas provinsi Puruk Cahu-Balikpapan dinilai sejumlah pihak lebih menguntungkan dibanding Puruk Cahu-Bangkuang mengingat jalur ini melewati banyak perusahaan tambang batu bara, dari wilayah Muara Tuhup, Dilang Puti, hingga Kota Bangun.

Sementara jalur KA Kalteng lebih "merepotkan" karena hasil tambang harus diangkut KA dari Puruk Cahu ke Bangkuang, untuk kemudian dibongkar dan dilanjutkan dengan angkutan tongkang melalui Sungai Kapuas Murung dan Sungai Kapuas menuju Pelabuhan Laut Batanjung, selanjutnya baru dikapalkan keluar daerah.

Pembangunan rel KA yang akan dilakukan Kalteng saat ini tengah memasuki tahap pengkajian oleh tim konsultan dari Asian Development Bank (Bank Pembangunan Asia) melalui Bappenas.

 Proyek rel KA di Kalteng juga menjadi prioritas pemerintah pusat dan dibahas secara mendalam pada rapat kerja antara para gubernur dengan Presiden beberapa waktu lalu. Rencana pembangunan ini telah masuk dalam agenda pembangunan jangka menengah pemerintah.

 Gubernur Kalteng Teras Narang menyatakan menolak permintaan Anggota Tim Kunker Komisi VII tersebut. Karena jika dipaksakan membangun rel KA hingga Kaltim sepanjang 120 Km harus memotong kawasan hutan lindung yang selama ini berfungsi sebagai daerah resapan air.

“Jika ini dilakukan, hutan lindung dibabat, masa depan Kalteng semakin suram, akan terjadi banjir bandang maupun bencana lingkungan lain,” tegas Teras.

Dengan tegas, Teras menyatakan siap mundur jika pemerintah pusat tetap berkeras membangun rel KA tersebut. (sc)

Foto-foto Terkait

‹ Prev
Next ›

[Back]