Komisi-IX



Komisi IX DPR RI Minta Rumah Sakit Pemerintah Menambah Tempat Tidur Kelas III

19-Jan-2012


 

Komisi IX DPR RI minta Rumah Sakit (RS) pemerintah di daerah agar bisa menambah tempat tidur kelas III hingga 50%. Selain RS pemerintah,RS swasta juga akan diwajibkan menambah jumlah tempat tidur kelas III yang saat ini baru sekitar 10% dan diharapkan mencapai 25% mulai 2012 ini.

“Saat ini tercatat ada 114.000 tempat tidur bagi pasien kelas tiga yang disediakan 1.080 RS penerima dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di seluruh Indonesia. Jumlah itu dinilai masih kurang dan akan ditingkatkan hingga dua kali lipat,”kata Herlini Amran Anggota Komisi IX DPR RI (F-PKS) saat rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan di Gedung DPR RI, Jakarta (18/1)

Menurut Herlini, kedepannya,  seluruh pasien di kelas III akan ditanggung pemerintah lewat Jaminan Kesehatan Nasional. Oleh karena ituKemenkes harus segera berkoordinasi, baik dengan RS pemerintah maupun swasta, untuk mensinergikan penambahan tempat tidur  tersebut dalam upaya persiapan kebijakanseluruhfasilitas RS kelas III gratis.

Selain penambahan fasilitas tempat tidur untuk kelas III, Herlini juga mengimbau agar Kemenkes dapat berkoordinasi dengan pengelola RS swasta agar dapat menerima pasien peserta jaminan kesehatanyakni Jamkesmas, Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Jaminan Persalinan (Jampersal), dan Asuransi Kesehatan (Askes).

Sementara itu, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam paparannya menyebutkan Kementerian Kesehatan  membutuhkan tempat tidur RS kelas III sebanyak 15.723 unit dalam waktu dekat.


Jumlah tersebut dibutuhkan untuk memenuhi standar pelayanan dalam pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang akan efektif berjalan pada Januari 2014.

Saat ini jumlah tempat tidur RS kelas III ada sebanyak 60.677 unit. “Sedangkan kebutuhan tempat tidur kelas III sebanyak 76.400 unit. Jadi kita masih butuh 15.723 unit tempat tidur lagi untuk kelas III.Anggaran untuk pemenuhan tempat tidur rumah sakit tahun 2012 estimasinya sebesar Rp2,115 triliun,” ujarnya.

Dana sebesar ituakan diutamakan untuk pemenuhan tempat tidur RS kelas III terlebih dahulu. Menurut Endang, ada beberapa strategi untuk melakukan pemenuhan tempat tidur RS kelas III.

Pertama dengan penetapan 15–20% tempat tidur RS kelas III di setiap RS swasta. Untuk melancarkan pemenuhan tempat tidur kelas III di RS swasta, pihaknya akan membuat peraturan persyaratan jumlah tempat tidur kelas III di rumah sakit swasta. Strategi kedua adalah dengan memperluas perawatan kelas III di setiap RS pemerintah.

“Ketiga kami akan membangun RS bergerak, membangun RS Pratama, dan memperbanyak puskesmas perawatan. Pemenuhan tempat tidur kelas III juga akan diprioritaskan pada daerah-daerah dengan tingkat kekurangan tempat tidur tertinggi. Itu mayoritas ada di Pulau Jawa dan Provinsi Lampung, yakni sebanyak 5.000 unit tempat tidur,” paparnya. (sc) foto:ry/parle

Foto-foto Terkait

‹ Prev
Next ›

[Back]