Lain-lain



Bentuk Group Dialog Antar Umat Beragama

31-Jan-2012


Komite Perempuan parlemen organisasi kerjasama negara islam /OKI (PUIC) mendukung pembentukan group dialog kerjasama budaya antar agama. "Group ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan saling percaya antar umat beragama, khususnya antara islam dan negara barat,"kata Presiden of Inter-Parliamentary Union (IPU) of coordinating commitee of woman parliamentarians Nurhayati Ali Assegaf yang juga memimpin komite perempuan PUIC, Palembang, Selasa, (31/1).

Nurhayati mengkhawatirkan semakin meningkatnya kekerasan yang dilakukan Israel kepada Palestina dan sekitarnya. "Komisi ini sangat khawatir terhadap tindakan Israel yang dapat mengakibatkan hancurnya Mesjid Al-Aqsa karena itu kita meminta negara arab untuk melindungi situs bersejarah umat islam di wilayah tersebut dan diberbagai negara,"katanya.

Menurut Nurhayati, Komisi Perempuan ini diikuti oleh 18 negara diantaranya parlemen Algeria, Malaysia, Mauritania, Palestina. Sudan, Siria dan Republik Niger. "Komite ini dipimpin oleh Indonesia, dan membahas isu tentang perempuan dan perannya dalam pembangunan, serta memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak-anak di daerah konflik Palestina-Israel. "PUIC memiliki peran terhadap perempuan dan mendorong proses pembangunan dan berusaha menindaklanjuti isu terkait perempuan untuk diadopsi dalam berbagai organ di PUIC,"ujarnya.

Berikut beberapa resolusi parlemen perempuan terkait persolan perempuan, delegasi perwaklian perempuan mendukung keterlibatan perempuan dalam berbagai pengambilan kebijakan pada berbagai negara-negara didunia. "Seluruh pengambilan keputusan harus melibatkan perempuan, dan kita merasa prihatin terhadap negara yang minim perhatiannya kepada perempuan.

Dia menambahkan, perempuan parlemen PUIC mendorong hak kesetaraan dibidang pendidikan, lapangan kerja, bisnis dan berbagai partisipasi sosio politik. "Peluang yang sama dalam mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dapat memperluas wawasan perempuan dalam mengeksplorasi dinamika politik di negara masing-masing,"katanya.

Keterlibatan perempuan sangat fundamental bagi umat manusia dalam meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan karena itu, lanjutnya, PUIC harus mendorong peran perempuan di berbagai aspek. "proses demokrasi akan gagal apabila tidak melibatkan perempuan ini merupakan prasyarat dalam demokrasi yang berkelanjutan,"katanya.

Komite Perempuan PUIC juga mendorong agar dilibatkannya peserta perempuan karena itu perlu dilakukan amandemen statuta PUIC sebagai agenda tahunan parlemen perempuan dalam membahas berbagai isu sentral.  "Negara-negara harus mengijinkan masyarakat sipil memberikan perlindungan dan hak perempuan serta melakukan monitor keterlibatan perempuan tersebut.

Nurhayati menghimbau agar negara-negara islam memberikan hak yang sama kepada perempuan dinegaranya masing-masing. "Perlu dibentuk jejaring perempuan muslim, memberikan peran perempuan serta mencegah potensi konflik dengan menjamin perdamaian yang berkelanjutan,"ujarnya.(si) foto:iw/parle

‹ Prev
Next ›

[Back]