Lain-lain



Anggota DPR Reses Pamdal Berlatih

03-May-2012


Satuan Pengamanan Dalam (Pamdal) Setjen DPR RI dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan satuan, mengasah kepekaaan dan kecepatan dalam bertugas. Dalam masa reses pada saat anggota DPR lebih banyak berada di daerah pemilihan masing-masing, Pamdal memanfaatkan waktu dengan menggelar latihan dan simulasi pengamanan.

“Iya anggota DPR reses, menyerap aspirasi konstituen ke daerah pemilihan, kita disini sebagai supporting system tidak diam. Kita terus berlatih meningkatkan kemampuan,” kata Mardian Umar, Kepala Biro Umum Setjen DPR RI saat memantau jalannya simulasi pengamanan rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/5/12).

Dalam simulasi tersebut anggota Pamdal berlatih mengamankan rapat yang berlangsung ricuh. Anggota DPR dari beberapa fraksi yang tidak sepakat digambarkan memprotes keputusan pimpinan sidang, sebagian maju ke depan, naik ke mimbar merengsek ke meja pimpinan sidang. Kondisi ini bisa membuat persidangan menjadi tidak terkendali.

“Apabila situasi rapat tidak terkendali Pamdal dapat bergerak apabila ada perintah dari pimpinan rapat, kita berlatih mengamankan dengan tetap menjaga martabat anggota maupun pimpinan DPR yang terhormat,” papar Kepala Bagian Pengamanan Dalam, Setyanto Nanang Priambodo yang memimpin jalannya simulasi.

Setiap langkah pengamanan Pamdal yang saat ini berjumlah 489 orang menurutnya berdasarkan Tata Tertib yang kemudian diterjemahkan dalam Pedoman Umum yang ditetapkan Badan Urusan Rumah Tangga – BURT, dan telah disetujui oleh pimpinan DPR.

Jalannya simulasi terlihat tidak mudah terutama ketika petugas Pamdal harus masuk diantara rengsekan anggota dewan yang tidak puas kearah meja pimpinan. Mereka harus menjadikan tubuh mereka menjadi pagar antara anggota dan pimpinan rapat yang terlihat bertikai. “Tidak boleh mendorong, apalagi mengasari anggota dewan yang terhormat,” tegasnya.

Simulasi itu juga melatih Pamdal melaksanakan tugas mengamankan pimpinan DPR dan mengawalnya menuju ruangan yang lebih aman. “Tapi semuanya kita lakukan apabila ada perintah dari pimpinan rapat, ada perintah kita bergerak, tidak ada perintah kita tetap menunggu. itu prosedur yang harus kita patuhi,” demikian Nanang. (iky)foto:wy/parle

Foto-foto Terkait

‹ Prev
Next ›

[Back]