Profil

Lukman Hakim Saifuddin


Terpanggil Untuk Perbaiki Citra Parpol


Cerdas, bertanggungjawab, visioner, kata-kata itulah yang paling tepat untuk mengambarkan sosok muda Lukman Hakim Saifuddin. Wajar apabila Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum ini kemudian didaulat menjadi Ketua Fraksi terbesar ke-3 di DPR RI.
Pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya di bidang pelatihan, membuat Ketua Fraksi PPP yang juga alumni Pondok Pesantren Modern Gontor ini terpanggil untuk memperbaiki citra partai politik.
Saya khawatir betul kalau sampai masyarakat secara umum menganggap partai politik itu tidak perlu lagi. Itu dapat membunuh demokrasi. Karena tida ada demokrasi tanpa partai politik. Karena partai politik itu lembaga formal yang berfungsi menyalurkan demokrasi,? tegas Lukman Hakim Saifuddin.
Karena itu, anggota yang aktif di Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM NU ini berpendapat partai politik harus segera berbenah.
Untuk bisa berbenah, partai politik membutuhkan orang-orang yang memiliki idealisme yang cukup. Jangan hanya diisi orang-orang yang pragmatis, berpikir hanya untuk sesaat dan hanya untuk kepentingannya sendiri,? ungkap Koordinator Program Pendidikan dan Pelatihan (Lapesdam) NU tahun 1994-1995.
Namun, kendalanya, menurut Lukman, orang yang idealis itu biasanya ego-nya tinggi.
Dan biasanya orang yang egonya tinggi tidak mau menyodor-nyodorkan diri, ? tambahnya.
Terjun ke dunia politik bagi putra dari Saifuddin Juhri, menteri Agama di tahun 1962-1967 ini merupakan sebuah keputusan yang diambil setelah melalui rangkaian pemikiran yang matang.
Ketika diminta terlibat langsung di Partai Persatuan Pembangunan, Lukman Hakim Saifuddin langsung mendiskusikannya dengan teman-teman di Lapesdam NU dan para kyai.
Kebetulan waktu orde baru, citra partai politik tidak begitu menjanjikan. Namun kata Para Kyai, asalkan niatan kita tulus, iklas, semoga akan membawa keberkahan dan kemaslatan. Kalau niatan kita hanya sekedar capaian-capaian jangka pendek seperti harta, jabatan atau kursi, belum tentu akan mendapat keberkahan,?tutur anggota Komisi Pengawas Badan Amil Zakat (BAZNAS) periode 2004-1007 ini bijak.
Cara pemahaman terhadap suatu permasalahan secara mendalam inilah yang akhirnya mengantarkan anggota DPR RI tiga periode ini menjadi Ketua Fraksi PPP di usia 45 tahun.
Aktif terjun ke dalam lembaga-lembaga swadaya masyarakat atau yang lebih dikenal dengan LSM membuat Lukman Hakim Saifuddin kerap berinteraksi dengan masyarakat lapis bawah secara langsung.
Kerap melakukan pelatihan-pelatihan untuk masyarakat dalam rangka pengembangan masyarakat itulah yang menempa Lukman Hakim mengetahui persoalan-persoalan di masyarakat, untuk kemudian menyelami, memahami dan menghayati apa sebenarnya yang menjadi persoalan bagi masyarakat.
Dan bagi saya tugas yang kita emban sebagai anggota DPR RI sangat mendasar, yaitu membuat peraturan perundang-undangan yang diharapkan mampu memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat, ? tegas Lukman.(ha)