Profil

Ferdiansyah SE MM


SULITNYA PERJUANGKAN ASPIRASI RAKYAT

Kehidupan seorang Ferdiansyah tidak terlepas dari lingkungan keluarga ABRI (saat ini menjadi TNI), ditakdirkan dengan latar belakang seorang anak tentara kemudian aktif dalam Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI), secara otomatis dirinya menjadi bagian dari Golkar

Dirinya aktif di Golkar sejak tahun 1982, dan kini partai Golkar sebagai warisan dari orang tuanya,  ?Sampai sekarang saya belum pernah pindah dan masih setia bersama Golkar,? kata politikus kelahiran Jakarta, 24 Agustus 1965

Ferdiansyah sudah lebih 20 menjadi aktivis di berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti KNPI, AMPI dan terutama di FKPPI, anehnya dirinya belum pernah menjadi pengurus inti Golkar. Sejarah membuktikan ternyata meskipun belum menjadi pengurus, seorang Ferdi biasa dipanggil, mampu mendapat dukungan dari masyarakat, terutama daerah pemilihan Jabar X Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan kota Tasikmalaya. Bahkan dirinya sudah dua periode menjabat sebagai wakil rakyat

Karena kepeduliannya terhadap pendidikan, dirinya terjun ke Komisi yang membidangi pendidikan. Menurutnya saat ini pendidikan Indonesia berada pada kondisi memperihatinkan, tidak semua rakyat dapat menikmati pendidikan memadai. Selain itu, dirinya juga konsern pada pendidikan politik berbangsa, bermasyarakat dan bernegara dapat dikembangkan didalam masyarakat.

Ferdi menuturkan, sebagai politikus yang tersulit adalah mengartikulasikan pendapat masyarakat dan memperjuangkan aspirasi secara idealis. Pasalnya, politik itu dipenuhi consensus dan komitmen dalam pengambilan keputusan  sedangkan yang menjadi masalah tak semua lapisan masyarakat mengetahui informasi tentang proses yang terjadi di DPR RI.  

Soal jabatan eksekutif, setidaknya saat ini Ferdiansyah telah meraih separonya. Beberapa waktu lalu, dia diangkat menjadi ?menteri?. Menteri Pendidikan Nasional kabinet bayangan yang digagas Kaukus Muda Parlemen.