Profil

Drs. Arisman Zagoto


WAKIL RAKYAT HARUS TURUN KE GRASS ROOT

Berawal dari keterlibatannya sebagai sales marketing di sebuah perusahaan otomotif ternama, yang banyak bersentuhan dengan institusi pemerintahan Orba pada masa itu, hingga akhirnya seorang Arisman terjun dan aktif di underbow Golkar Musyawarah Kerja dan Gotong Royong (MKGR). Menilik pengalamannya selama 18 tahun di bidang otomotif, Arisman akhirnya dipercaya memegang P3AU (Persatuan Pengemudi dan Pengusaha Angkutan Umum) di MKGR.

Bidang otomotif inilah yang menyebabkan Arisman bersinggungan dengan instansi seperti DLLAJR, Setneg, Organda, dan orang-orang terminal. ?Melalui pengalaman sebagai seorang sales, akhirnya saya dapat mengetahui sedikitnya birokrasi pemerintahan dan juga bersentuhan di level ?grass root? seperti orang terminal,?kata Pria lulusan Unas tahun 1989 ini.
Pasca reformasi, Arisman juga sempat bergabung dengan sebuah Parpol, dan dalam kesempatan yang sama dia juga sempat menduduki jabatan sebagai Ketua Serikat Buruh Metal Indonesia. ?Selama kurun waktu tersebut saya manfaatkan untuk menyerap banyak masukan dari daerah Sumut. khususnya Nias yang menjadi tanah kelahiran,?kata Bapak 4 orang anak.

Arisman mengatakan, dirinya selalu terjun ke lapangan bahkan setiap dua kali dalam sebulan, dirinya menyempatkan mengunjungi Sumut guna mengawasi jalannya penyaluran anggaran rehabilitasi bencana khusunya Nias dan sekitarnya.
?Setiap kedaerah, saya juga selalu menyempatkan mengunjungi terminal dan menanyakan keluhan-keluhan mereka dan juga mendengarkan masalahnya,?terang Suami dari Hati Karnila Laia ini
Dirinya mengharapkan beberapa tahun ke depan penderitaan rakyat sedikit demi sedikit dapat terkikis karena banyak daerah daerah terutama di perbatasan yang belum merasakan kue pembangunan.

Saat ini sadar atau tidak belakangan telah timbul kesadaran untuk perbaikan kinerja, seiring makin gencarnya tudingan masyarakat terhadap DPR,?terangnya menanggapi maraknya anggota Dewan yang melakukan korupsi seperti diberitakan media massa.
Kinerja yang disebutkan diatas harus terukur dan disertai dengan kejujuran hati bahwa apa yang dilakukan selama ini sejujurnya dikembalikan kepada rakyat. ?Oleh karenanya seorang anggota dewan harus mampu menjadi agen perubahan bagi wakil rakyat yang lainnya,?jelas Mantan Ketua Himpunan Masyarakat Nias yang aktif di Komisi IX DPR dari PDS
Sebagai wakil rakyat yang memegang amanah menurut Arisman, dirinya harus selalu mampu menempatkan diri, mengetahui tujuan dan essensi wakil rakyat yang sebenarnya, yakni bertemu dan mendengar suara rakyat. ?Jadi perubahan harus dimulai dari diri sendiri, jangan minta orang lain untuk berubah,?paparnya

Ketika ditanya mengenai hukuman mati bagi para koruptor dan pengedar narkoba, Arisman dengan antusias mengatakan, hukuman mati ditujukan untuk menciptakan efek jera bagi para koruptor karena yang mereka perbuat sesungguhnya membuat jatuh lebih banyak korban jiwa dari pada lamanya hukuman yang diterima para pelaku dari keputusan pengadilan.
?Proses hukum pun harus di jalankan dengan benar, tidak boleh ada lagi sifat tebang pilih, karena itu saya setuju adanya hukuman mati,?terang Pria kelahiran Nias, 1 Februari 1959. (si/zf)