Profil

M. SYARFI HUTAURUK


KRITIS, AKTIF ORGANISASI ANTARKAN SYARFI KE SENAYAN

Energic, lantang, dan penuh semangat, kesan yang parle tangkap saat mengadakan wawancara dengan Syarfi Hutauruk anggota DPR dari Partai Golkar, Pria yang dikenal kritis ini menyukai dan mencintai organisasi semenjak dirinya masih bersekolah bahkan hingga perguruan tinggi. Makanya tidak heran dirinya pernah menjabat di berbagai organisasi bahkan terakhir beliau menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR.

“Saya dari kecil itu sudah terbiasa berorganisasi, baik di intra sekolah maupun di ekstra sekolah, di sekolah saya biasa jadi Ketua Kelas dan Ketua OSIS. Kemudian waktu di perguruan tinggi saya aktif di Senat Mahasiswa dan menjadi Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),” Kata Mantan Wakil Sekjen AMPI ini.

Dirinya mengaku menjadi anggota DPR merupakan salah satu tuntutan hobinya yang memang sangat mencintai organisasi dan, tuntutan hati nurani dalam mengemban amanah rakyat atau konstituennya. “Bahkan dulu saya pernah mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBHMI pada tahun 1986 dan hanya kalah 4 suara dengan Saudara Herman Widyananda,”terang Pria kelahiran Pasar Sorkam, Tapanuli Tengah Sumatra Utara.

Dia mengatakan, berbagai forum diskusi politik menjadi tempat sehari-hari dirinya menimbah dan melatih insting politik, sementara bacaan politik, koran tentang Politik menjadi sumber bacaannya dikala waktu senggang,

Syarfi menerangkan, dirinya tertarik dengan dinamika di Komisi IV yang membidangi pertanian, perternakan, perikanan karena Komisi tersebut sangat bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak. “kebutuhan masyarakat banyak, kebutuhan rakyat termasuk pemerintah ada disitu yaitu di sektor pertanian,”terang Syarfi yang sebelumnya pernah terjun di berbagai Komisi seperti, Komisi VIII (dahulu membidangi pemuda dan olahraga), Komisi IV dan komisi V.

Menurut syarfi, para petani sering mengeluhkan masalah yang mencakup problem benih, luas lahan, infrastruktur irigasi, tata niaga beras, pupuk, tata cara cocok tanam, alat,, mesin, teknologi, penyuluhan pertanian.
“Memang cukup banyak yang kita kaji disini dan itu bagi saya adalah sebuah ilmu baru, tantangan baru yang hampir 60 persen rakyat kita itu adalah petani,”terang Bapak 3 orang putra ini.

Syarfi menuturkan, hambatan saat ini terkait dengan koordinasi antar sektor lembaga. “Kordinasi merupakan sebuah kata yang enak diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan, karena yang berkepentingan soal petani ini berbagai sektor kemudian lembaga yang terkait seperti pupuk, tidak ditentukan oleh satu departemen, bukan Menteri Pertanian juga terkait dengan Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan dan BUMN industri pupuk,”tuturnya.

Sementara soal benih, pendistribusian, tata niaga perberasan terkait dengan sektor lain, karena itu, jelasnya, semua ini memerlukan koordinasi yang tepat, cepat dan akurat. “Hal itu yang belum terlaksana dengan baik sampai sekarang,”katanya.

Menyoal kualitas anggota DPR akan datang, Syarfi menjelaskan, anggota DPR harus memiliki kualitas dari sisi keilmuan, kemudian yang kedua adalah background organisasi yang cukup bagus, terakhir adalah niat bekerja sungguh-sungguh sebagai wakil rakyat.
“Pekerjaan apabila tidak dilakoni dengan sungguh-sungguh maka akan sia-sia seperti kita tahu pers selalu menonjolkan citra negative DPR terkait kehadiran. Jadi tidak mungkin seorang anggota DPR bisa menguasai masalah, dan bisa bertanya serta mendalami masalah apabila dia setengah-setengah kehadirannya,”paparnya.

Karena itu, tambahnya, anggota DPR harusnya memiliki tujuan hidup mulia yaitu melakukan sesuatu untuk bangsa, negara dan masyarakat. “Kalau hanya hadir terima gaji seperti itu lebih baik kita buka usaha di luar atau jadi buruh saja begitu,”tegasnya.

Pria yang sangat disibukkan dengan aktifitasnya sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR selalu tidak lupa meluangkan waktunya bersama keluarga. Disela waktunya, Syarfi selalu mengajak keluarga untuk berenang dan keluar bersama untuk olahraga pagi di Gelora Senayan. “Kalau tidak ke Senayan saya mengajak keluarga olahraga di Komplek DPR Kalibata atau ke Ancol,”terangnya.

Menurutnya, minimal 2 minggu sekali keluar bersama keluarga untuk makan bersama di Kaki lima Benhil. “Makan kita tidak ditempat mewah, seperti di restoran atau di Hotel tetapi kita makan di Gerobak kaki lima di Benhil, bahkan kadang-kadang makan ikan bakar di Jalan Dewi Sartika, tetapi yang paling sering makan sop kaki kambing di depan Makan Pahlawan Kalibata,”ungkap pria yang memiliki hobi treadmill, berenang dan makan.

Saat ini, Syarfi mempunyai satu cita-cita yang belum tercapai diantaranya membahagiakan masyarakat terutama kampung halaman di Sibolga Tapanuli Tengah dan berusaha berbuat lebih banyak dalam meningkatkan pembangunan didaerah tersebut. (si/iw)