Profil
Dra. Mardiana Indraswati
PEJUANG UKM YANG MERAKYAT
Lama berkecimpung di dunia Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan menyelami seluk beluk wiraswata akhirnya mendorong Mardiana untuk terjun ke dunia Politik dan menjatuhi pilihan pada Partai Amanat Nasional (PAN). “Terus terang dari dahulu memang saya sangat senang berorganisasi baik sosial maupun politik,”papar perempuan kelahiran Solo ini.
Mardiana mengaku sejak dahulu dirinya sudah aktif menjadi Ketua Osis, Ketua HMI FEUII. “yang jelas di kampus saya sangat aktiflah dalam kegiatan-kegiatan kampus Jadi saya dalam kegiatan berpolitik itu sudah lama,” terangnya. Bahkan, tambahnya, setelah nikah dia terjun menjadi pengusaha dan sekaligus merangkap menjadi dosen.
Dia menambahkan, memang sudah niatnya untuk mengumpulkan tenaga kerja sebanyak-banyak sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat kecil. “Setelah saya masuk DPR harta saya malah makin berkurang banyak,”kelakar perempuan kelahiran 28 Januari 1960.
Menurutnya, dirinya terjun kepolitik karena dorongan dari masyarakat dan tokoh reformasi Amien Rais. “Saya juga sudah lama tugas sebagai sosial di Jawa Timur kemudian diminta saya untuk jadi anggota DPR, jadi bukan karena pribadi, bahkan Alhamdulillah sekarang saya dipercaya lagi masuk Senayan menjadi Anggota DPR dari PAN,”tutur ibu dengan 3 orang anak.
Dia menambahkan, sejak puluhan tahun berwiraswasta dirinya sudah memiliki karyawan yang cukup banyak sekitar 65 orang bahkan ada yang sudah bekerja selama 25 tahun. “Terus terang memang sistem saya sederhana tapi buktinya yang saya jalani sampai sekarang bahwa dari kegiatan wiraswasta sekitar 20 tahun yang lalu saya tekuni pegawai saya rata-rata sudah bekerja selama kurang lebih 25 tahun bahkan fluktuasinya kurang lebih 65 sampai 100 orang, sementara yang tetap hanya 65 orang,”papar Istri dari Ir. Ismail Madjid.
Sebagai seorang anggota dewan, Mardiana memiliki obsesi yang masih belum kesampaian yaitu berusaha membangun system dari sisi legislasi yang mendorong berkembangnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Saya memiliki keinginan untuk memasukan sesuatu yang kongkret dalam UU seperti UU UMKM yang benar-benar menyentuh UKM dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil,”katanya.
Dia menambahkan, dirinya akan terus konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil karena itu, dia mengharapkan UU yang dapat diimplementasikan dalam Daerah Pemilihan (Dapil) dirinya. “Guna memperjuangkan rakyat, saya telah membentuk Posko Ekonomi guna menemukan solusi berupa advise jadi berupa klinik bisnis begitu,”katanya.
Karena selama ini, paparnya, Pemerintah belum mampu menjawab persoalan-persoalan di masyarakat seperti pengangguran. “bahkan didaerah-daerah banyak sekali pegawai pemerintah yang kurang profesional,”katanya.
Akibat hal tersebut, tegasnya, sampai sekarang masalah pengangguran dan tenaga kerja tidak pernah selesai bahkan terlihat rapuhnya hubungan antara pusat dengan daerah. “Sampai sekarang tidak pernah ada namanya Peta UKM yang selama ini kita ingin tegakan bahkan ini terlihat adanya berbagai kepentingan di departemen terkait,”tegas peraih penghargaan Pengusaha Menengah Berprestasi Jawa Barat dari Gubernur Jawa Barat tahun 1999.
Dia menambahkan, dirinya nanti akan mengajukan Peta UKM bahkan jika memungkinkan dibentuk Departemen UKM. “Kita tahu bahwa selama krisis juga ternyata tonggaknya adalah UKM. UKM paling sedikit problemnya khususnya masalah di bidang pinjaman dan sebagainya. Tapi banyak sekali UKM juga dimanfaatkan oleh notabene yang bukan UKM. Karena dalam hal ini peran UKM itu memang sangat menjanjikan,”jelasnya. (si/iw)








