Profil
Drs H Djoemad Tjiptowardojo, MBA, MM
Sederhana dan ramah, itulah yang pertama kali kita tangkap saat berbicara dengan sosok Drs H. Djoemad Tjiptowardojo, MBA , MM. Padahal ia adalah tokoh senior di Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia. Lelaki kelahiran 63 tahun yang lalu ini sudah mengabdikan dirinya kepada negara sejak masih belia, rasa cinta tanah air dan kebangsaan mulai tumbuh sejak dirinya menjadi ketua umum Ikatan Pelajar Jatiwangi saat dirinya masih berusia 15 tahun hingga menjadi Ketua Pimpinan Daerah Persatuan Alumni GMNI Provinsi jawa Barat sejak tahun 2006 hingga 2010. Pria yang akrab disapa para wartawan sebagai Om Djoemad ini, telah 10 tahun mengabdikan diri menjadi wakil rakyat, yaitu menjadi anggota MPR RI periode 1999 sampai 2004 dan menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia tahun 2004-2009.
Sisi kepemimpinan yang diperolehnya sejak belia, membuat deretan prestasi membanggakan dari sosok sederhana pria asli cirebon ini yang telah menyelesaikan program Master of Business Administrasi (MBA) , Indonesia Saint Management (ISM) kerjasama dengan Amsterdam School of International relation (ASIR) University of Amsterdam, program Magister Management STIE IPWI Jakarta dan sedang menyelesaikan program S3 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Setelah menyelesaikan sekolah rakyat atau SR pada tahun 1959 , dia melanjutkan ke SMP jatiwangi pada tahun 1960 hingga 1963 dan SMA di majalengka Jawa Barat pada tahun 1963 hingga 1966 . Di bangku SMP hingga SMA inilah semangat cinta tanah air djoemad belia mulai bertumbuh dengan mendirikan sekaligus menjadi Ketua umum Ikatan Pelajar Jatiwangi pada tahun 1961-1963 , menjadi Ketua GSNI ( Gerakan Siswa Nasional Indonesia ) pada 1962-1964, Ketua GSNI Majalengka pada 1964-1967 , hingga mencapai pucuk pimpinan sebagai Ketua GSNI jawa Barat pada 1965-1968 .Di sela kesibukan bersekolah, Djoemad mengikuti kursus pemuda tani pada tahun 1961 hingga 1963.
Setamat SMA, ilmu sosial politik menjadi minat utama djoemad, hingga akhirnya dia menjatuhkan pilihan pada jurusan administrasi Negara Universitas Padjajaran. Tingkat sarjana muda berhasil dia selesaikan dalam kurun waktu tiga tahun sejak tahun 1967 hingga 1970. Di sela waktu kuliahnya pria yang logat sunda cirebonnya masih kental terlihat ini juga menjadi Ketua GMNI ( Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ) Cabang Tasikmalaya 1968-1972. Setelah lulus, Djoemad mengajar sebagai asisten dosen fakultas social politik UNPAD selama setahun. Setelah menyelesaikan strata tingkat sarjana mudanya di bidang social politik, mengajar serta mencapai prestasi sebagai Ketua Umum GMNI cabang Tasikmalaya Jawa Barat, bukan menjadi politisi, Djoemad muda justru terjun ke dunia pertanian. Pada tahun 1973-1980 karirnya dimulai sebagai staf bagian tata usaha Direktorat Pengembangan Produksi Tanaman Pangan . Karier Djoemad di bidang pertanian semakin meningkat ketika menjadi staf bagian keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal kemudian staf bagian efisiensi dan tatalaksana Sekretariat Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan, Kepala sub bagian pengurusan surat Direktorat Bina Produksi Padi dan Palawija, Kepala sub bagian tata usaha Balai Pengawasan dan Sertfikasi Benih Jawa Barat, Kepala seksi pengendalian Kanwil departemen Pertanian Jawa Barat hingga mencapai jabatan widyaiswara pada Balai Latihan Pegawai Pertanian dan purna tugas setelah mengabdi sebagai pegawai negeri sipil selama 31 tahun dengan golongan pegawai negeri IV C pada 2004.
Duduk sebagai seorang pegawai negeri sipil tak membuat Djoemad hanya bertekun sebagai staf di lingkungan Departemen Pertanian saja, kemampuan secara akademis di bidang sosial politik khususnya bidang administrasi negara diasah dengan mengajar sebagai dosen Akademi Administrasi Pembangunan Indonesia (AKAPI) tahun 1971-1980, kemudian dosen Akademi Administrasi Negara (AAN) Jakarta selama setahun, Asisten direktur I Akademi Administrasi Pendidikan (AAP) Jakarta 1981-1983, dosen Sekolah Tinggi Imu Administrasi (STIA) 1983 -1990, Asisten direktur I Program MBA BIM Bandung 1995-1998, dosen sekaligus ketua yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Admnistrasi Bagasasi Bandung sejak tahun 1999 hingga saat ini.
Selama menjabat sebagai pegawai negeri sipil, jiwa politik Djoemad sangat tinggi, maklum saja sejak SMP dia sudah mengaplikasikan rasa cinta tanah airnya dalam berbagai organisasi kepemudaan. Berbagai pengkaderan nasionalis sejati dari bumi parahiyangan ini diikuti baik sebagai kader Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI), Partai Nasional Indonesia (PNI ), gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) hingga akhirnya berlabuh ke partai Demokrasi Indonesia Perjuangan hingga saat ini.
Setelah menjabat sebagai pejabat negara di gedung wakil rakyat, Djoemad tak hanya berdiam diri, berbagai seminar dan yang dilakukan sejak tahun 1993 di Singapura dan Belanda dia lanjutkan saat menjabat sebagai anggota MPR RI periode 1999 hingga 2004 sebagai utusan daerah Jawa Barat dan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan pada 2004 -2009 komisi IV, sebagai media bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Tercatat pria yang dikaruniai dua orang anak Ika Dewi Kurniawati dan Bambang Dwihanoto Puspoyudho ini pernah mengunjungi negara Qatar, Amerika Serikat, Korea Selatan, Kanada, Mexico, India, Malaysia, Aljazair, Italia hingga negara pesepak bola Brazil. Berbagai kunjungan dilakukan oleh Djoemad Tjiptowardojo selain dalam rangka kunjungan kerja juga sebagai media pendalaman berbagai Rancangan Undang Undang antara lain RUU kementerian Negara, RUU Wilayah Pesisir, RUU Peternakan dan Kesehatan Hewan , RUU Kelautan dan RUU Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.
Namun pria dengan segudang prestasi serta berbagai pengalaman hidup ini tak hanya terfokus pada kerja dan kesibukan sebagai guru besar di bidang sosial politik dan anggota dewan terhormat. Suami dari Hj Hartiningsih ini gemar mengkoleksi berbagai keris dan batu mulia. Sebuah hobi yang unik dan artistik, bahkan demi memelihara agar koleksinya tetap terawat, Djoemad memiliki gallery seni di rumahnya. Pecinta seni, politikus dan dosen ini juga penerima berbagai pernghargaan, antara lain Citra Abdi Pembangunan tahun 1996 dari Yayasan Citra Karya Abadi Pembangunan Indonesia, Eksekutif Indonesia Berprestasi tahun 1996 dari Yayasan Nirwana Indonesia dan Satya lencana Karya Satya 20 tahun dari Presiden RI Megawati Soekarnoputri tanggal 16 Agustus 2001.
Berbagai penghargaan, pendidikan tinggi, penghormatan sebagai senior di bidang politik di PDI Perjuangan tak membuat pria ini tinggi hati, sosoknya dikenal sebagai pria yang ramah dan rendah hati, karena dalam hatinya selalu berkobar semangat nasionalisme dan satu kata katanya yang selalu melekat dalam ingatan penulis adalah selalu memperjuangkan aspirasi rakyat demi mencapai masyarakat adil dan makmur sampai ujung usia.(08/09)/mei/parle








