Profil

H. Yusyus Kuswandana


 

Penggemar Olahraga Golf dan Pencak Silat,

Yang Tetap Konsisten Memperjuangkan

Ekonomi rakyat

 

 

Pria Penggemar olahraga golf dan silat ini, dikenal sebagai orang yang ramah, dan pandai Bergaul. Sekian lama terjun di berbagai aktivitas sosial maupun kebudayaan khususnya olahraga menyebabkan dirinya banyak bertemu dengan semua orang termasuk orang-orang Parpol. Dia mengenal Partai Demokrat sejak tahun 2004 ketika SBY baru menjadi Presiden. Namun saat itu, Yusyus belum terlalu konsen di Dunia politik.

“Setelah tahun 2006, saya memang banyak silaturahmi di Partai Demokrat khususnya di aspek olahraga. Saya sempat jadi Ketua Umum Demokrat Golf Club, jadi sering bersilaturahmi dengan berbagai komunitas golf yang berada di Demokrat baik dengan anggota DPR maupun yang lain-lain,”Papar Ketua Umum Perguruan Silat Wiwaha Jabar dan Dewan Pembina Perkumpulan penggemar Pencak Silat Gagak Lumayung, Jabar ini

Sebelum memutuskan untuk terjun total di dunia Politik, Ssbagai putra jabar, asal Bandung," Yusyus sempat merenung dan memikirkan langkahnya dengan masak-masak apakah dirinya dapat mengemban amanah rakyat atau tidak. Akhirnya dengan ketetapan hati dan panggilan jiwa,dia memutuskan menjadi caleg DPR periode 2009-2014

“Memang sebetulnya saya berpikir, selama ini merasa pengabdian selalu berjalan, enjoy saja, karena saya memiliki latar belakang manajemen wiraswasta, serta kegiatan sosial sehingga jadwal saya selalu padat. Tetapi karena panggilan jiwa sebagai salah satu kader demokrat dari tatar sunda Jawa Barat saya memutuskan maju di legislatif,"jelas Korwil Jabar IX DPP Partai Demokrat

Menurut pandangan dirinya yang sekarang menjadi anggota DPR RI dan bertugas di Komisi VI, semua yang ada di DPR RI sangat baik, karena semua komisi mempunyai ruang untuk berbakti kepada rakyat, bangsa dan negara. “Jadi saya nothing to lose saja, dimana saja ditugaskan oleh Fraksi Demokrat akan selau siap berjuang untuk kepentingan rakyat,”jelas bapak 3 orang anak ini.

Pria kelahiran Bandung 47 tahun silam ini menyatakan, dirinya telah lama membina dan berkomunikasi dengan elemen-elemen masyarakat di Jawa Barat. “Pada tahun 2008 selama 10 bulan saya sudah mulai sosialisasi dan diteruskan dengan kampanye yang meliputi daerah pemilihan Kabupaten Subang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang (Subang berkarakter wilayah pantura, daratan dan pegunungan, Majalengka berkarakter wilayah daratan dan pegunungan dan Sumedang berkarakter wilayah pegunungan) umumnya masyarakat Jabar menyebutkan tiga daerah tersebut adalah daerah keras dan Sumedang dijuluki "Puseur" Pasundan di Jawa Barat,”Terang Suami dari Devy Yulvira

Dia menambahkan, berkat perjuangan yang keras dengan teman-teman Caleg DPR RI, DPRD Provinsi Jabar dan para Caleg DPRD Kabupaten Subang, Majalengka, dan Sumedang dan disertai dengan doa, akhirnya perjalanan ke-82 kecamatan di tiga kabupaten tersebut membuahkan hasil indah, Partai Demokrat yang sebelumnya tidak ada wakil dari 3 Kabupaten tersebut dii DPR RI, menghasilkan 2 kursi, DPRD Provinsi yang sebelumnya tidak ada kursi menghasilkan  2 kursi, DPRD Provinsi yang sebelumnya 2 kursi menjadi 9 kursi, DPRD Majalengka yang sebelumnya tidak ada kursi menjadi 4 kursi, dan Sumedang yang sebelumnya 4 kursi menjadi 6 kursi, jadi pekerjaan saya dan teman-temen cukup berat waktu itu,”kata Wakil Ketua Fraksi Demokrat MPR RI ini.

Pria yang lolos ke DPR dengan suara Pribadi kurang lebih 60 ribu suara ini mengatakan, dirinya memiliki obsesi besar dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan seperti pemberdayaan UMKM, karena, papar Yuyus, mereka (Koperasi) merupakan bagian dari masyarakat harus didorong dan dibina mindsetnya khusunya dalam pengembangannya.

Setelah sekarang menjadi anggota DPR RI, Yusyus mengatakan, ingin sekali menjalankan fungsi peran DPR RI sebagai control terhadap pemerintah dengan sebaik-baiknya dan objektifitas, misalnya saja, berusaha mengingatkan adanya keberpihakan nyata Meneg Koperasi dan UKM dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan.

Diakhir perbincangannya, Menurut Yusyus, dirinya menaruh harapan terhadap potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) diberbagai daerah di Indonesia, sebuah kawasan yang terintegrasi itu berada disitu namun tetap saya akan mempertanyakan sejauhmana pengusaha kecil dapat diberdayakan terkait UMKM artinya jangan sampai UKM sebagai pelengkap penderita semata. (tim)