Profil

Achmad Rilyadi


Lebih Banyak Berbuat Untuk Rakyat

 

Sejak awal Achmad Riyaldi atau biasa dipanggil Irel tidak menyangka bahwa keaktifannya di organisasi membawanya menjadi anggota dewan. Berbagai organisasi kemasyarakatan pernah disinggahinya termasuk organisasi kampus seperti HMI, dirinya sempat bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan beberapa organisasi sosial lainnya. “Dahulu saya aktif di HMI namun tidak sehebat Egi Sudjana maupun MS Kaban,”kata Pria kelahiran Padang, 19 april 1956.

Sosok Irel dikalangan Partai maupun konsituennya dikenal sebagai orang yang hangat, bersahaja, dan lebih menyukai tindakan daripada  banyak bicaraDirinya lebih suka bekerja banyak dan tidak mengharap pujian apapun, bahkan ketika mendirikan dan terjun didalam organisasi, Irel mengaku tidak mempunyai target kepentingan pribadi, bahkan dari awal dirinya tidak berniat sedikitpun menjadi politisi.

Hanya satu impian dirinya ketika berorganisasi yaitu ingin merealisasikan apa yang dicita-citakan selama ini yaitu ingin membangun masyarakat madani.  Masyarakat madani adalah sebuah masyarakat yang saling menghormati, tidak membedakan berdasarkan golongan, ras dan keturunan.

Salah satu cara menuju masyarakat madani, adalah dengan berjuang melalui jalur parlemenParlemen, terang Ayah 6 orang anak ini, memiliki kewenangan dalam membuat undang-undang, karena itu jalan satu-satunya dengan membentuk partai politik

Karena kesamaan visi dan misi, Irel bersama dengan teman-temannya akhirnya mendirikan organisasi sebagai cikal bakal Partai Keadilan, bersama teman-teman seperjuangan dirinya aktif dalam memperjuangkan kemaslahatan umat, hingga sekarang berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Saat ini Irel menjabat sebagai Anggota Majelis Pertimbangan Partai di PKS 

Pada Periode 2009-2014 dirinya dipercaya oleh PKS untuk menjadi wakil rakyat   untuk maju ke gelanggang politik praktis pada daerah pemilihan Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Pulau SeribuKetika berkampanye Irel tidak pernah sedikitpun mengumbar janji-janji politik, semuanya dia lakukan dengan bekerja dan tidak banyak bicara.  “Kita butuh orang yang menyukai tindakan, lebih suka turun ke lapangan daripada berkoar-koar, lebih suka mendengar dan sigap melayani,”papar Pria alumni Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Pondok Labu, Jakarta, 1981

Semua Untuk Rakyat

Meskipun tidak mudah, wakil rakyat dari Fraksi PKS Achmad Rilyadi berjanji akan konsisten terus memperjuangkan kepentingan rakyat banyak. “Setelah duduk di DPR sebagai wakil rakyat, saya harus ada keberpihakan dengan masyarakat luas semoga saya bisa terus konsisten memegang teguh amanah ini,”terang Pria yang memiliki hobi membaca ini.

Sebagai wakil rakyat dirinya tidak serta merta melupakan asal usulnya sebagai seorang wiraswasta yang digelutinya sejak masa muda. Dirinya mengaku tetap aktif bahkan berniat melebarkan sayapnya di berbagai bidang. “Saya menyebutnya sebagai wiraswasta, kalau pengusaha ke-kerenan. Memang dari awal tidak ada niat untuk jadi politisi, hanya ingin merealisasikan apa yang saya cita-citakan,”terangnya.

Menurutnya, gaji sebagai wakil rakyat masih belum mencukupi untuk membiayai ongkos politiknya, seperti menggaji tujuh orang staf ahli yang dibayar dengan uang pribadi. “Saya punya Staf ahli banyak untuk mendukung pekerjaan saya, dan itu saya bayar sendiri. Karena itu diruangan saya sudah seperti pasar, sesak. Staf Ahli saya memiliki keahlian dibidang listrik, migas, pertambangan, lingkungan hidup, karena itu berat jadi anggota dewan artinya kalau mau serius kita harus memiliki modal.”paparnya.

Menurut Irel, peran dan dukungan keluarga sangat besar karena tanpa dukungan mereka dirinya tidak akan sanggup menjalani amanah sebagai wakil rakyat.  Keluarganya selalu mensuport dirinya agar tetap berpegang teguh amanah yang diberikan oleh masyarakat. “Dari dulu keluarga saya sudah terbiasa dengan ritme kerja yang seringkali pulang hingga larut malam sewaktu saya bekerja di perusahaan swasta asing,”terangnya.

Mengenang pertemuan dirinya dengan istri tercinta berlangsung sangat singkat, tanpa pacaran. Setelah perkenalan, pertemuan kedua Irel melamar pujaan hatinya. "cukup singkat tetapi alhamdullilah langgeng dan produktif memang sudah jodohnya,"tawanya kepada parlementaria.

Kenaikan TDL

Sebagai wakil rakyat, dirinya selalu berusaha konsisten terus memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Seperti rencana pemerintah menaikkan TDL awal 2011,  dirinya menilai, proposal yang diajukan pemerintah cukup logis dan realistis mengingat kondisi keuangan negara juga sedang morat-marit.

“Sebenarnya wajar-wajar saja jika ada kenaikan, tetapi sebagai wakil rakyat, kita tidak serta-merta mengikuti keinginan pemerintah, Alhamdulillah 2011, rencana kenaikan TDL 2011 sudah dibatalkan, dan itu sudah final menjadi keputusan Komisi VII. APBN pun sudah begitu,”terang Irel.

Selaku wakil rakyat, dirinya mengaku sangat senang dan bersyukur ketika berhasil mewujudkan keinginan masyarakat luas. Ia pun tidak peduli dengan penilaian masyarakat yang terkadang hanya melihat sisi kelemahan DPR. “Kadang-kadang media hanya melihat ketika anggota Dewan sedang tertidur dalam rapat paripurna. Tapi ketika berhasil melakukan sesuatu dianggap suatu kewajaran, padahal seharusnya hal itu merupakan prestasi,”katanya

Menyinggung pro kontra kunjungan DPR ke luar negeri, Irel mengatakan, persoalan ini harus dilihat satu-persatu, artinya tidak bisa dipukul rata. Memang ada kunjungan yang sangat dibutuhkan namun ada juga kunjungan yang sifatnya mengada-ada.

“Dunia sudah mengglobal seperti ini masa tidak boleh kita bertemu dan menyerap informasi dari negara lain yang memang lebih maju dibandingkan dengan negara kita, memang ada data yang bisa diambil melalui internet tetapi ada juga yang harus diambil melalui tatap muka,”ungkapnya.

Dia menambahkan, media memiliki peran penting untuk mengontrol tindakan dan perilaku wakil rakyatnya. Artinya kalau memang salah segera ditegur melalui media.  “Kalau di PKS insyaallah cukup selektif, karena setiap anggota dewan yang akan mengikuti kunjungan ke luar negeri, pasti ditanyakan keperluan ataupun tujuan dari kunjungan tersebut,”jelasnya

Irel mengharapkan DPR kedepan dapat lebih berkualitas dari waktu ke-waktu karena DPR merupakan pilar negara, pilar bangsa, terutama produk produk yang dihasilkannya. (sw/si)