Rencana Pembangunan Gedung Baru DPR RI
Perencanaan
- Merencanakan dan merancang renovasi ruang-ruang yang ada untuk ditingkatkan kualitasnya dan/atau diubah fungsinya sesuai dengan rekomendasi Masterplan Komplek DPR RI.
- Pekerjaan pada item (a) dan (b) diatas meliputi:
- Perencanaan dan perancangan arsitektur, struktur, lansekap, interior, mekanikal & elektrikal, dan utilitas bangunan.
- Building quantity dan rencana anggaran biaya.
- Rencana kerja dan syarat.
- Melakukan studi literatur tentang sarana/gedung parlemen di beberapa negara dan studi banding ke gedung parlemen Jerman untuk melihat secara langsung;
- Penataan ruang kerja dan suang persidangan di gedung parlemen tersebut.
- Melihat pengolahan zoning yang untuk memisahkan area privat dan publik.
- Mempelajari building security system dan building automatic system yang diterapkan di gedung tersebut.
- Design gedung baru berbentuk gerbang yang mencerminkan :
Konsep BINGKAI merupakan filosofi dari anggota DPR yang berasal dari beragam latar belakang daerah dan budaya,
Bentuk GERBANG merupakan metafora dari HARAPAN, bahwa gedung ini bisa menjadi gerbang bagi kemakmuran bangsa Indonesia
Bentuk gerbang selalu mengandalkan adanya dua pilar kokoh yang menyanggah balok diatasnya.
- Gedung baru ini dibuat berdasarkan kebutuhan ruang dan rencana penataan ulang kawasan komplek MPR/DPR/DPD RI
- Pembangunan gedung baru ini ditujukan untuk memfasilitasi kegiatan dalam Komplek DPR RI perlu diwadahi secara baik sehingga dapat menunjang kinerja anggota Dewan.
- Konsep penataan ruang seperti yang direncanakan perlu ditindaklanjuti dengan Pengembangan Rancangan dan Detail Engineering Design (DED) sehingga dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan ruang :
FILOSOFI: Air Mengalir
Konsep lansekap Komplek DPR RI selalu menyertakan unsur air sebagai salah satu elemen pembentuknya. Juga dalam konsep rancangan Gedung Baru Kantor Anggota DPR ini. Unsur air disamping sebagai elemen estetis juga dipergunakan sebagai penghubung antara bangunan eksisting dengan gedung yang baru.
Air sebagai kolam pemantul (reflecting pond) dialirkan dari Gedung Nusantara I, ke kolam yang berada di antara Gedung Nusantara I dan Gedung Baru, kemudian mengalir lagi melewati “gerbang” gedung baru kemudian menuju ke kolam yang ada di atas perpustakaan (aliran diperkaya dengan ilmu), kemudian menembus entrance gedung perpustakaan dan jatuh di kolam bendera.
Aliran ini sebagai analogi; bahwa apapun yang dilakukan DPR, selalu mengalir (bermanfaat) ke rakyat Indonesia (kolam dengan deretan tiang bendera, merupakan analogi dari “kolam” bangsa Indonesia).
Ruang Kerja Anggota
Luas 120 m˛ ruangan bagi tiap-tiap anggota seluas dibagi menjadi :
- 60 m˛ untuk ruang kerja anggota
- 60 m˛ untuk ruang 1 orang sespri dan 4 orang staf ahli
- Desain pengembangan untuk ruang anggota dewan, meliputi 1 anggota, 5 staf ahli, 1 asisten pribadi, dengan luasan ± 120 m2 (bahwa luasan tersebut setara dengan kebutuhan ruang kerja Eleson 1);
- Kekuatan struktur bangunan harus memperhatikan beban hidup, beban mati, beban angin, resonansi struktur, dan potensi bencana (gempa dan kebakaran);
- Hasil perencanaan tipikal Layout ruang dapat dioptimasi guna menekan biaya perawatan dan pemeliharaan bangunan;
- Dengan adanya besmen dengan kapasitas parkir yang besar (± 1000 mobil), perlu direncanakan dengan matang (sirkulasi, penghawaan, proteksi kebakaran, evakuasi pada saat bencana dll);
- Perlu memperhatikan ketentuan tata ruang dan arahan dalam Master Plan guna memenuhi keinginan menjadi Landmark kawasan serta memperkuat citra bangunan eksisting.
Dalam proses persiapan pekerjaan pembangunan gedung baru ini telah dilakukan beberapa tahapan antara lain :
- Rekomendasi PU tertanggal 17 Mei 2010 tentang penunjukan langsung lanjutan pekerjaan konsultan ( Manajemen Konstruksi dan Perencana )
- Konsultan MK telah melakukan koordinasi persiapan pekerjaan perencanaan
- Konsultan perencana telah membuat beberapa alternatif gambar gedung dan telah diputuskan gambar alternatif 1








