Delegasi Indonesia mendukung kehadiran Parlemen Anggota PUIC sebagai observer di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Usulan ini disampaikan Delegasi Indonesia pada Sidang Komite Khusus Hukum, Hak Asasi Manusiadan Lingkungandalam Konferensi Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC) ke-7 yang berlangsung di Palembang 24-31 Januari.
Delegasi Indonesia berpandangan bahwa untuk lebih memahami pembahasan tentang isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan Umat Muslim dan juga dalam rangka memperkuat koordinasi diantara negara-negara OKI di forum PBB, kehadiran PUIC di forum PBB sangat penting.
Dengan hadirnya PUIC dalam forum-forum PBB akan menjadikan PUIC lebih memahami agenda-agenda pembahasan yang berkaitan dengan kepentingan Umat Muslim di badan dunia tersebut dan juga cepat membangun koordinasi dengan pemerintah negara-negara OKI, terutama dalam merespons isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam.
Kehadiran PUIC secara periodik di forum-forum PBB juga sangat bermanfaat bagi upaya membangun komunikasi secara positif diantara dua lembaga internasional tersebut.
Namun sayangnya, PUIC belum bisa hadir secara resmi dalam forum-forum PBB karena belum mendapatkan status sebagai observer. Oleh karena itu, permohonan PUIC untuk mendapatkan status sebagai observer di badan dunia menjadi sangat penting.
Kehadiran PUIC sebagai observer di forum-forum PBB dapat dimanfaatkan oleh PUIC untuk mencermati berbagai perkembangan isu internasional yang dibahas dalam forum-forum PBB, terutama isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam.
Kehadiran PUIC di PBB, yang mewakili parlemen dan umat, diharapkan juga dapat mendorong pemerintah negara-negara OKI lebih kuat lagi memperjuangkan kepentingan-kepentingan umat Islam di forum-forum PBB.
Delegasi Indonesia berpandangan, kehadiran PUIC di PBB tidak saja penting bagi masyarakat Muslim, tetapi juga penting bagi masyarakat internasional secara luas. Karena melalui kehadiran PUIC secara periodik di forum-forum PBB, diharapkan nantinya akan terbangun kesamaan pandangan dan juga saling pengertian di antara masyarakat internasional dalam melihat berbagai isu global.
Selain mengusulkan sebagai observer di PBB, delegasi Indonesia juga mengusulkan rancangan resolusi tentang Pembentukan Kerangka Hukum bagi Perlindungan Hak-Hak Pekerja Migran,
Parlemen Indonesia juga mendorong upaya-upaya untuk memperkuat kerja sama antara PUIC dan institusi-institusi OKI seperti ISESCO dan IIUM untuk memformulasikan mekanisme dan cara-cara yang paling tepat untuk mendorong masuknya isu demokrasi, HAM dan international humanitarian law ke dalam kurikulum akademis.
Selain juga mendorong kerja sama antar Negara anggota PUIC dalam bidang peningkatan kapasitas (capacity building) bagi para guru untuk memperkuat dan memperdalam pemahaman mereka terkait demokrasi, HAM dan international humanitarian law di Islam. (tt) foto:ry/parle