Proses Demokrasi Indonesia disanjung UEA
28-Jan-2012

Ketua Parlemen Uni Emirat Arab Muhamad Ahmad Almour menyanjung proses demokrasi di Indonesia. Selain sebagai negara muslim terbesar, Indonesia juga telah tampil sebagai negara yang mampu mematahkan stigma bahwa Islam tidak mampu menjalankan demokrasi.

"Indonesia merupakan negara Islam terbesar,dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, bahkan terbukti parlemen Indonesia sangat kondusif berdemokrasi, dan ini mematahkan stigma bahwa islam tidak dapat berdemokrasi dengan baik,"kata Muhamad saat diterima Ketua DPR Marzuki Alie, di Palembang, Sabtu, (28/1).

Menurut Muhamad, Masyarakat Indonesia ramah tamah, santun dan semoga dengan keikutsertaan Indonesia kita semua mengharapkan aspirasi bangsa muslim dapat terwakili. "Kita mengharapkan dengan adanya OKI maka kerjasama antar bangsa dapat semakin baik,"jelasnya.

Dia mengatakan, problem di negara islam diantaranya persoalan sektarian dan persoalan regional. keduanya itu merupakan penyebab perpecahan umat muslim di seluruh dunia. "Mari kita tampilkan Islam yang bersatu, dan menjaga satu sama lain sehingga diharapkan dapat mencegah perpecahan umat islam,"katanya.

Muhamad mengharapkan, konferensi ke-7 parlemen negara organisasi kerjasama Islam/OKI (PUIC) dapat menampilkan umat islam yang cinta damai, dan bersatu. memang dengan adanya terorisme semacam Alqaedah membuat wajah islam tercoreng dan menimbulkan kesan radikal terorisme. "Mari kita tampilkan islam yang cinta damai dan baik khususnya Indonesia,"paparnya.

Ketua DPR RI Marzuki Alie menuturkan bahwa apa yang disampaikan delegasi parlemen negara-negara Arab itu sebenarnya bukan yang pertama kalinya. "Indonesia sudah terkenal ramah, santun dan menghormati tamunya. Ketua Parlemen UEE sangat menghargai hal itu," ujarnya.

Negara-negara Arab menginginkan agar stigma Islam yang berdampingan dengan terorisme itu bisa dihilangkan lewat hubungan baik Indonesia dengan Eropa dan Amerika. "Mereka menilai kita bisa jadi agen karena punya hubungan baik dan dihargai AS dan Eropa," katanya.

Menurutnya, Indonesia bisa menunjukkan bahwa demokrasi tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. "Islam itu bukan teroris, tetapi selama ini kekerasan hanya dilakukan oleh kelompok kecil ekstrim yang tidak mewakili Islam. Potensi positif bangsa Indonesia itu seharusnya juga dijadikan modal untuk menarik investasi atau mempromosikan pariwisata,"ujarnya.

Dia menambahkan, setiap kunjungan ke Timur Tengah, dirinya selalu mengajak mereka berinvestasi. Tapi mereka tidak menoleh ke Indonesia. Kalau Malaysia sudah dan kita tertinggal."Makanya setiap ada kesempatan saya selalu berkampanye agar mereka bisa tertarik berinvestasi di Indonesia," ujarnya.

Kalangan dunia usaha di kawasan Timur Tengah juga sudah menyadari bahwa sudah saatnya mereka mulai beralih investasi ke arah Timur karena dimasa lalu, seberapa pun besar uang mereka investasikan di Barat tidak bisa terjamin (si)/foto:iw/parle. 


 Top