Nanang Sulaeman
No. A-315

BERJUANG TINGKATKAN

PEMBANGUNAN KALTIM

 

 

Santun, Sabar dan ramah merupakan kesan pertama yang diperoleh Parlementaria saat berbincang-bincang santai dengan Anggota Dewan dari Partai Persatuan Pembangunan Nanang Sulaiman di ruang kerjanya.

          Keterlibatan Nanang Sulaeman di Gedung Parlemen sebagai wakil rakyat tidak datang tiba-tiba, Pria yang memiliki hobi organisasi ini sangat dikenal di kalangan Masyarakat Kalimantan Timur. Lebih dari 10 organisasi kemasyarakatan dan sosial dipegangnya seperti  PMI, Gapensi, maupun ISSI. “kurang lebih 10 organisasi saya naungi. Mulai dari sebagai Bendahara PMI Cabang Kaltim. Sekretaris Gapensi, sebelumnya menjadi Bendahara,”katanya.

           Nanang mengatakan, sejak awal dirinya tidak menyangka dapat menjadi anggota DPR RI bahkan dahulu sempat ditawari untuk menjadi legislatif di Samarinda namun ditolak. “Saya aktif berpolitik sejak SMA di PPP  dan menjadi PAC PPP di Samarinda,”katanya

          Perjuangan menjadi anggota Dewan diakuinya memang sangat berat khususnya bagi Caleg yang berasal di Kalimantan Timur karena, Kalimantan Timur terdiri dari 13 Kabupaten Kota atau setaraf dengan satu Pulau Jawa, Kaltim merupakan Dapil terluas dan sangat berat perjuangannya dalam memperoleh suara di Provinsi tersebut.

          Dia mengatakan, Kendala saat kampanye caleg, berkaitan dengan jarak dan lokasi yang saling berjauhan bahkan setiap Kabupaten satu dengan yang lain banyak ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang. Bahkan, terangnya, pesawat yang biasa ditumpanginya mengalami kecelakaan saat melakukan penerbangan. “Ini sangat sulit sekali medannya dan berat sekali mudah-mudahan pada Pemilu akan datang dapat dibagi dua Dapil,”tandas Pria yang memperoleh suara 75 ribu ini.

          Selaku anggota dewan dari Kalimantan Timur, dia mengharapkan Kaltim dapat lebih sejahtera karena Kaltim memiliki PAD terbesar dan merupakan kedua terbesar setelah Provinsi Riau namun DAU atau DAKnya masih kecil yang diperuntukkan untuk Kaltim. “Kita juga mengharapkan APBN untuk Kaltim dapat lebih besar lagi, yang diperuntukkan untuk perbaikan infrastruktur jalan yang rusak dan tidak terurus,”katanya.

          Menceritakan kondisi di daerah perbatasan, Terang  Nanang,dia mengakui kondisinya memang memprihatinkan bahkan, jalan lintas negara banyak yang rusak dan kurang terjamah perbaikan. Sementara melihat kondisi warga dan UMKM disana, Nanang melihat kurang berkembang dan mendapat dukungan dari pemerintah seperti Kutai barat, Nunukan, dan daerah perbatasan Malinau.

          Menurut Nanang dunia politik sekarang ini telah mengalami perubahan yang berarti. saat ini merupakan era kebebasan dan keterbukaan dalam menyampaikan pendapat. “Masyarakat bisa langsung komplain dan mencerca wakil rakyatnya apabila dianggap tidak mewakilkan aspirasi kepentingan konstituen,”katanya.

          Walaupun memiliki aktivitas yang padat, Nanang selalu menyempatkan diri dalam meluangkan waktu bersama keluarga. “Ketika waktu senggang kita selalu melakukan jogging dan juga menghabiskan waktu dengan bermain  bowling bersama,”papar Ayah 3 orang anak ini.

          Menurutnya, perbedaan mencolok ketika menjadi politikus dan wiraswasta yaitu saat memimpin perusahaan dirinya bebas mengatur waktu dalam beraktivitas. Sementara saat menjadi anggota dewan harus mengikuti jadwal rapat yang telah ditentukan oleh sekretaris.

          Dia merasa bahagia karena dapat bertukar pikiran dengan berbagai anggota dewan dari seluruh Provinsi di Indonesia. “Saya senang sekali bertukar pikiran dengan anggota dewan lainnya,”kata anggota Komisi VI DPR ini.

          Harapan dia, terhadap DPR periode saat ini dapat lebih baik dibandingkan dengan periode lalu. Karena saat ini pemilihan anggota dewan melalui suara terbanyak bukan nomor urut jadi masyarakat bebas komplain terhadap wakilnya.

          Dia mengakui memang ada beberapa oknum anggota dewan menyalahgunakan posisinya namun itu hanya segelintir saja. “Kita seringkali rapat tengah malam dengan pemerintah, dan intinya berjuang untuk kesejahteraan rakyat,”paparnya.

          Khusus renegoisasi AC-FTA, dia mengatakan Komisi VI DPR akan segera membentuk panja ACFTA dan berusaha merestrukturisasikan 228 pos Item yang ada. “Industri kecil, kerajinan, home industri banyak terkena dari dampak AC-FTA apabila diberlakukan,”katanya. (si)



Tmp/tgl. lahir: SAMARINDA/1961-09-23
Daftar Profil Anggota Lainnya

 Top