Target Pajak RAPBN 2017 Bisa Lebih Tinggi

23-08-2016 / BADAN ANGGARAN

Anggota Badan Anggaran DPR Dony Ahmad Munir menilai langkah pemerintah terkait target perpajakan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 seolah mencari jalan aman, demi menjaga keseimbangan fiskal. Namun target pemerintah tersebut seharusnya bisa lebih tinggi, karena ada kenaikan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan.

 

“Sehingga, penerimaan pajak juga seharusnya ada kenaikan bukan malah lebih rendah dibanding tahun sebelumnya,” kata Dony saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/08/2016).

 

Menurut politisi F-PPP itu, penerimaan pajak pada tahun 2017 dengan menggunakan basis penerimaan pajak tahun ini, pada satu sisi memberikan gambaran bahwa pemerintah berusaha realistis, apalagi penerimaan pajak tahun ini juga berpeluang tidak tercapai.  Namun pada sisi lain, ada optimisme ekonomi tumbuh lebih baik, sehingga penerimaan pajak juga harus meningkat.

 

“Ada peningkatan kegiatan ekonomi, berarti peluang penerimaan pajak juga harus ada peningkatan. Jika tidak ada peningkatan berarti kemampuan pemerintah dalam menarik pajak perlu dipertanyakan,” sorotnya.

 

Sementara terkait defisit yang cukup tinggi, Dony menilai hal itu disebabkan karena target penerimaan pajak yang lebih rendah dari tahun ini. Jika penerimaan pajak meningkat, defisit bisa di tekan. Demikian pula beban utang juga tidak perlu dinaikkan.

 

“Beban defisit yang membesar, membuka peluang bagi pemerintah untuk menambah beban utang, sementara beban utang sudah cukup tinggi,” imbuh politisi asal dapil Jawa Barat itu.

 

Sebagaimana diketahui, defisit anggaran pemerintah dalam RAPBN 2017 diajukan sebesar Rp 332,8 triliun, atau 2,41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut naik dari APBN-P 2016, yang di patok Rp 296,7 triliun, atau 2,35 persen terhadap PDB.

 

Nota Keuangan dan RAPBN 2017 juga menargetkan penerimaan negara sebesar Rp 1.737,6 triliun, atau lebih rendah dari target APBN 2016 yang sebesar Rp 1.822,5 triliun. Dari total target penerimaan tersebut penerimaan perpajakan sepanjang 2017, ditetapkan Rp 1.495,9 triliun, atau turun sebesar Rp 50,8 triliun dari target APBN 2016, yang sebesar Rp 1.546,7 triliun. Sedangkan untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pemerintah menargetkan Rp 240,4 triliun, atau diturunkan Rp 33,4 triliun dari target PNBP 2016 yaitu Rp 273,8 triliun. (sf), foto: andri/hr.


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Nevi Zuairina Minta Pemerintah Selesaikan Proyek Tol Padang-Pekanbaru Seksi I
27-06-2022 / BADAN ANGGARAN
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Nevi Zuairina meminta pemerintah untuk menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru (Sicincin) seksi I....
Hermanto Ingatkan Ancaman Nyata Krisis Pangan kepada Pemerintah
27-06-2022 / BADAN ANGGARAN
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Hermanto mengingatkan ancaman nyata akan terjadinya krisis pangan. Hal itu sebagaimana disampaikan Presiden Joko...
Marwan Cik Hasan: Tunda Belanja Anggaran yang Baru Berdampak 5-10 Tahun Mendatang
27-06-2022 / BADAN ANGGARAN
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Marwan Cik Hasan meminta penundaan belanja di Tahun Anggaran 2023 yang baru berdampak lima...
Perlu Rekonstruksi Anggaran Belanja Pendidikan Sesuai Amanat Konstitusi
27-06-2022 / BADAN ANGGARAN
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Muhammad Kadafi menilai perlu adanya rekonstruksi anggaran belanja pendidikan yang sesuai dengan amanat konstitusi...