Agro Technopark Sumsel Keluhkan Minimnya Anggaran

23-06-2010 / KOMISI VII

Agro Technopark Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan lembaga yang melaksanakan program-program pemberdayaan Masyarakat, mengeluhkan minimnya anggaran, hanya Rp.5 miliar per tahun.

Keluhan tersebut terungkap saat Tim kunjungan kerja (Kunker) Komisi VII dipimpin Wakil Ketua Komisi Achmad Farial (Fraksi PPP) meninjau langsung di Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, Selasa (22/6/2010)

Deputi Bidang Pengembangan Sistem IPTEK Amin Soebandrio menjelaskan program pemberdayaan Agro Technopark diberikan melalui pelatihan, sosialisasi, dialog maupun kegiatan pendampingan masyarakat lainnya

"Agro Technopark baru ada di lima provinsi yakni Sumsel sendiri, Jawa barat tepatnya di Cianjur Selatan, di Jembaran Bali, di Jepara sedang dikembangkan serta di Sulawesi Utara untuk tanaman Kelapa, jelas Amin

Karena itu dirinya berharap dengan kedatangan Komisi VII, setiap provinsi dapat mempunyai Agro Technopark. "Pemda juga harus ikut menyiapkan dananya," kata Amin

Selain masalah dana, Amin juga menginginkan agar sumber daya manusianya bukan berasal dari pusat melainkan murni dari daerah setempat (selama ini selalu dari pusat melalui Kemenristek).

"Respon masyarakat sekitar sangat bagus, bahkan masyarakat diluar Sumsel banyak yang sengaja datang untuk pelatihan kami juga kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi," katanya.

Amin menambahkan, idealnya dalam lima tahun, Pemda sudah mampu mengelola program-program sendiri dengan mengupayakan untuk memiliki ahli tehnologinya. "Dari tahun ke tahun kita upayakan supaya ada ahli tehnologinya, sehingga dalam lima tahun sudah bisa mandiri," terangnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Tim kunker Komisi VII menyatakan dukungannya dan berjanji akan membawa keluhan tersebut ke pemerintah pusat.

"Program-program nyata seperti ini yang harus kita dukung,karena memberi manfaat langsung bagi banyak pihak. Minimal anggarannya menjadi Rp.50 miliar," tegas Anggota Komisi VII Daryatmo Mardiyanto (Fraksi PDI-Perjuangan)

Daryatmo berharap masing-masing provinsi segera dapat mewujudkan keberadaan Agro Technopark.

"Provinsi Lampung juga didirikan Agro Technopark dong, disanakan masyarakatnya mayoritas petani. Jadi sangat membutuhkan pembinaan seperti ini" cetus Anggota Komisi VII lainnya Alimin Abdullah (Fraksi PAN). (sw)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pemerintah Diharap Tidak Paksakan Lebur Semua Lembaga Penelitian ke BRIN
19-01-2022 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto minta pemerintah mau mendengar masukan para ahli dengan mengembalikan status Lembaga Biologi Molekular (LBM)...
Sugeng Suparwoto: Pemerintah Tidak Serius Buat Vaksin Merah Putih
17-01-2022 / KOMISI VII
Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyatakan, Komisi VII DPR RI menjadi saksi bahwa pemerintah tidak mempunyai niat serius...
Dugaan ‘Illegal Mining’, Komisi VII akan Panggil Pihak-Pihak Terkait
17-01-2022 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Yulian Gunhar menegaskan, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak...
Komisi VII Desak Kementerian ESDM Tidak Berlakukan DMO Batu Bara Berdasarkan Harga Pasar
14-01-2022 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika mengusulkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar harga batu bara...