KOMISI IX BANTU PEMBANGUNAN KEMBALI RS M DJAMIL YANG RUSAK AKIBAT GEMPA

01-11-2010 / KOMISI IX

Tim Kunjungan Kerja Komisi IX DPR sangat terkejut dan prihatin atas kondisi RS M Djamil Padang pasca gempa 30 September 2009. Meskipun telah satu tahun berlalu, kondisi rumah sakit tersebut masih terlihat mengenaskan. Bahkan terkesan pelayanan yang diberikan kepada pasien masih dalam kondisi darurat.

Hal itu terungkap saat Tim Kunker Komisi IX DPR yang dipimpin Ketua Komisi Ribka Tjiptaning (F-PDI Perjuangan) meninjau langsung ke rumah sakit tersebut, Kamis (28/10). Dalam kunjungan itu, sejumlah Anggota Komisi IX yang tergabung dalam Tim Kunker diantaranya Wakil Ketua Komisi Irgan Chairul Mahfiz (F-PPP), Zulmiar Yanri (F-PD), A. Dinajani H Mahdi (F-PD), Dhiana Anwar (F-PD), Subagyo Partodiharjo (F-PD), Endang Agustini Syarwan Hamid (F-PG), Imam Suroso (F-PDI Perjuangan), Arif Minardi (F-PKS) dan Putih Sari (F-Gerindra) juga sangat terkejut dan prihatin atas kondisi ini.

Sebagian besar bangunan RS M Djamil masih belum diperbaiki bahkan dibiarkan dalam kondisi apa adanya akibat terkena dampak gempa satu tahun lalu. Peralatan dan pelayanan yang diberikan kepada pasien yang berobat pun terkesan apa adanya dan dalam keadaan darurat.

Melihat kondisi itu, Ketua Tim Kunker menegaskan bahwa Komisi IX akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 25 M untuk pemulihan dan pembangunan kembali RS M Djamil. Selain berupaya memberikan bantuan dengan sejumlah itu, Komisi IX juga akan berupaya menambah anggaran untuk RS M Djamil pada APBN Perubahan 2011.

Diharapkan dengan adanya anggaran untuk pemulihan dan pembangunan kembali RS M Djamil, rumah sakit yang sangat vital di wilayah Sumatera bagian tengah ini dapat beroperasi kembali dengan normal.

Ribka Tjiptaning menegaskan, bahwa anggaran yang diberikan harus dipergunakan untuk pembangunan kelas III yang umumnya digunakan oleh masyarakat menengah ke bawah.

“Tidak ada pembangunan kelas VIP,” tegasnya.

Selain itu, dalam pertemuan yang dihadiri jajaran direksi RS M Djamil dan sejumlah pejabat Kementrian Kesehatan, Ribka Tjiptaning meminta supaya Kementrian Kesehatan juga ikut membantu proses pemulihan rumah sakit ini. Ia berharap kementrian terkait dapat memberikan bantuan berupa pengadaan alat-alat kesehatan, medis dan kebutuhan lainnya.

Saat melihat langsung kondisi RS M Djamil pasca gempa 2009, Anggota Tim Kunker Subagyo Partodiharjo menilai kemungkinan kualitas bangunan rumah sakit tersebut kurang baik. Ia meminta supaya pembangunan kembali RS M Djamil dapat lebih memperhatikan kualitas bangunan.

Subagyo berharap gedung yang akan dibangun lebih berkualitas dan dapat lebih tahan terhadap guncangan gempa mengingat wilayah Sumatera Barat khususnya Padang merupakan wilayah rawan gempa.

“Banyak gedung-gedung di kota ini (Padang) yang tidak rusak separah RS M Djamil,” katanya.

Lebih jauh, Endang Agustini Syarwan Hamid menjelaskan bahwa Komisi IX segera mempelajari master plan pembangunan kembali RS M Djamil.

Sementara itu, dalam pemaparan di hadapan Tim Kunker Komisi IX, Direktur Utama RS M Djamil Aumas Pabuti menjelaskan akibat gempa 30 September 2009, ada sejumlah bangunan rumah sakit yang mengalami kerusakan hingga seratus persen yaitu ruang rawat jalan, ruang inap THT, pintu gerbang utama dan pagar yang mengelilingi rumah sakit. Bahkan hingga saat ini, IGD RS M Djamil tidak dilengkapi dengan pendingin ruangan atau AC.

Menurutnya pemulihan dan pembangunan kembali RS M Djamil membutuhkan biaya sebesar Rp. 727.067.384.550,00. Biaya sebesar itu akan dipergunakan untuk pembangunan, instalasi, peralatan medis dan kesehatan dan lain-lain. Saat ini menurutnya dana yang telah diterima dari Kemenkes sebesar Rp. 10.6 M.

Aumas Pabuti berharap awal tahun 2011 pembangunan kembali RS M Djamil dapat dimulai. (bs)/Foto : Bayu Setiadi

 

           


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Vaksin Meningitis Langka, Jemaah Umrah Jangan Sampai Terlantar
28-09-2022 / KOMISI IX
Kelangkaan vaksin meningitis tengah melanda Indonesia. Kementerian Kesehatan mengonfirmasi mulai langkanya vaksin meningitis karena kapasitas produksi dari dua produsen vaksin...
Nihayatul Wafiroh Minta Pemerintah Tak Saling Lempar Tangani Ketidaktersediaan Vaksin Meningitis
28-09-2022 / KOMISI IX
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh meminta pemerintah agar saling berkoordinasi dan tidak saling melempar tanggung jawab dalam...
Komisi IX Desak BPOM Segera Respon Kekosongan Vaksin Meningitis untuk Jemaah Haji dan Umrah
28-09-2022 / KOMISI IX
Kekosongan Vaksin Meningitis di hampir seluruh daerah di Indonesia menjadi sorotan banyak pihak. Langkanya vaksin tersebut berdampak pada terhambatnya keberangkatan...
Soroti Pemerataan Layanan, Legislator Usul BPOM Dekatkan pada Masyarakat Melalui Mal Pelayanan Publik
28-09-2022 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Darul Siska mengusulkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk membuka loket di Mal...