MEMPRIHATINKAN, KONDISI BLK PADANG

01-11-2010 / KOMISI IX

Kondisi Balai Latihan Kerja (BLK) khusus perdagangan Kota Padang sangat memprihatinkan. Selain kondisi bangunan yang terkesan tidak dirawat, peralatan yang digunakan untuk praktek siswa di BLK tersebut juga tergolong tua dan sudah tertinggal.

Hal itu mengemuka saat Tim Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi IX ke Sumatera Barat yang dipimpin Ketua Komisi Ribka Tjiptaning mengunjungi BLK Kota Padang, Kamis (28/10). Dalam kunjungan itu, diikuti Anggota Tim Kunker diantaranya Wakil Ketua Komisi Irgan Chairul Mahfiz (F-PPP), Zulmiar Yanri (F-PD), A. Dinajani H Mahdi (F-PD), Dhiana Anwar (F-PD), Subagyo Partodiharjo (F-PD), Endang Agustini Syarwan Hamid (F-PG), Imam Suroso (F-PDI Perjuangan), Arif Minardi (F-PKS) dan Putih Sari (F-Gerindra).

Menurut Ribka Tjiptaning, akibat tidak terawatnya BLK inilah yang membuat Komisi IX selalu meminta supaya pengelolaan BLK dikembalikan kepada pemerintah pusat.

Ia menegaskan supaya pengelola tidak hanya mampu membangun bangunan BLK namun juga mampu merawatnya.

Untuk meningkatkan kemampuan siswa didik BLK, sejumlah Anggota Tim Kunker meminta supaya dilakukan kerjasama dengan sejumlah pihak seperti industri otomotif maupun dengan PT Semen Padang. Melalui kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan siswa.

“Diharapkan mampu meningkatkan keterampilan siswa,” kata Subagyo Partodiharjo.

Hal senada diungkap Arif Minardi yang meminta supaya BLK Kota Padang menjalin kerjasama dengan pihak lain. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa didik.

Ia mengusulkan supaya pengelola mencari instruktur diluar. Arif menjelaskan ada sekitar sembilan ribu tenaga ahli mantan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang dapat dimanfaatkan.

“Ada sekitar sembilan ribu orang ahli mantan PT DI yang dapat dijadikan instruktur di BLK,” kata Arif.

Untuk meningkatkan kemampuan siswa, selain melakukan kerjasama dengan pihak luar seperti industri otomotif, BLK Kota Padang dapat mencontoh yang dilakukan BLK Karawang.

Dhiana Anwar menjelaskan, BLK Karawang bekerjasama dengan sejumlah industri yang ada di sekitar kota itu. Tenaga instruktur bagi siswa yang belajar di BLK juga didatangkan dari industri terkait.

“Siswa BLK Karawang dilatih juga dengan instruktur pabrik yang ada di sekitar Karawang,” jelasnya.

Sementara itu Kepala BLK Kota Padang Zudarmi menjelaskan bahwa industri yang dapat membantu kegiatan BLK hanya PT Semen Padang. Hal ini karena hanya perusahaan itu yang ada di Padang.

“Kita sudah berupaya. Sumatera Barat memang berbeda dengan daerah lain yang banyak industri,” katanya.

Lebih jauh, dihadapan Tim Kunker ia menjelaskan bahwa saat ini BLK Kota Padang masih kekurangan sekitar 32 instruktur. Terkait dengan pengelolaan BLK kedepan, Zudarmi menjelaskan bahwa pengelola belum mengetahui tahun 2011 BLK Kota Padang akan dikelola pemerintah pusat atau daerah. (bs)/Foto : Bayu Setiadi


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Vaksin Meningitis Langka, Jemaah Umrah Jangan Sampai Terlantar
28-09-2022 / KOMISI IX
Kelangkaan vaksin meningitis tengah melanda Indonesia. Kementerian Kesehatan mengonfirmasi mulai langkanya vaksin meningitis karena kapasitas produksi dari dua produsen vaksin...
Nihayatul Wafiroh Minta Pemerintah Tak Saling Lempar Tangani Ketidaktersediaan Vaksin Meningitis
28-09-2022 / KOMISI IX
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh meminta pemerintah agar saling berkoordinasi dan tidak saling melempar tanggung jawab dalam...
Komisi IX Desak BPOM Segera Respon Kekosongan Vaksin Meningitis untuk Jemaah Haji dan Umrah
28-09-2022 / KOMISI IX
Kekosongan Vaksin Meningitis di hampir seluruh daerah di Indonesia menjadi sorotan banyak pihak. Langkanya vaksin tersebut berdampak pada terhambatnya keberangkatan...
Soroti Pemerataan Layanan, Legislator Usul BPOM Dekatkan pada Masyarakat Melalui Mal Pelayanan Publik
28-09-2022 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Darul Siska mengusulkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk membuka loket di Mal...