RKAKL Harus Sesuai Dengan Tema Besar RKP

26-06-2019 / BADAN ANGGARAN

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MY Esti Wijayati Foto : Geraldi/mr

 

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MY Esti Wijayati mengingatkan Pemerintah untuk menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL) sesuai dengan tema besar Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020 yang fokus pada peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). 

 

Ironinya, masih kata Esti, beberapa kementerian yang fokus dalam pemberdayaan SDM anggarannya mengalami penurunan, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

 

Politisi F-PDI Perjuangan itu menuturkan ada ketidaksesuaian antara tujuan yang ingin dicapai pemerintah dengan alokasi anggaran yang dilakukan. Padahal meningkatkan kualitas SDM itu termasuk di dalamnya meningkatkan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) salah satunya pendidikan.

 

“Bicara mengenai bagian kita meningkatkan indeks pembangunan manusia, maka kita bicara tentang pembangunan manusia. Dan ini tidak tercermin untuk memberikan alokasi anggaran,” ujar Esti dalam sesi pendalaman di Rapat Panja RKP dan Prioritas Anggaran Tahun 2020 di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

 

Anggaran Kemendikbud misalnya mengalami penurunan menjadi Rp 34 triliun dari pagu indikatif sebesar Rp 35 triliun. Padahal amanat dari UUD 1945, anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total APBN. Esti menduga turunnya anggaran Kemendikbud ini karena beberapa infrastruktur semula yang masuk ke pendidikan berpindah.

 

“Kemendikbud pagu indikatifnya ini turun dan turunnya ini karena infrastruktur yang semula menjadi tanggung jawab Kemendikbud berpindah ke Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” jelasnya sembari menambahkan, anggaran untuk Bekraf juga mengalami penurunan.

 

Padahal ekonomi kreatif bisa menjadi sumber baru perekonomian, namun tidak dibarengi dengan anggaran yang tepat. “Jika kita bicara Bekraf, bagaimana digitalisasi dalam industri ini diterapkan, tetapi anggaran yang dari 2015 itu Rp 1,5 triliun kemudian turun di 2020 ini Rp 870 miliar. Sekiranya perlu dipertimbangkan apakah sudah tepat dengan anggaran segitu untuk se-Indonesia," ujar Esti.

 

Anggota Komisi X DPR RI ini pun mengingatkan pemerintah agar dalam menetapkan anggaran kementerian dan lembaga itu disesuaikan dengan tema besar RKP. Hal ini penting agar tujuan yang hendak dicapai itu sesuai dengan rencana yang telah dibuat. (hs/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Banggar: Jangan Sampai Terlena Pelebaran Defisit Lewati 3 Persen di 2023
10-06-2021 / BADAN ANGGARAN
Anggota Badan Anggaran DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah jangan sampai terlena pada pelebaran defisit melewati 3 persen sebagaimana...
Pajak Sembako Merupakan Pengkhianatan Kepada Rakyat
10-06-2021 / BADAN ANGGARAN
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Marwan Cik Hasan menekankan negara tidak bisa terus menerus memajaki rakyat, apalagi jika sampai...
Banggar DPR: Kebijakan Fiskal 2022 Harus Perhatikan Laju Inflasi
09-06-2021 / BADAN ANGGARAN
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH. Said Abdullah mendorong penyusunan kebijakan fiskal dengan mempertimbangkan kebijakan pengendalian laju inflasi. Untuk...
Said Abdullah: Belanja Pemerintah Pusat Harus Akselerasi Pemulihan Ekonomi
03-06-2021 / BADAN ANGGARAN
Ketua Banggar (Banggar) DPR RI MH. Said Abdullah menginginkan agar belanja pemerintah pusat harus mampu mendorong secara efektif keberhasilan penanganan...