Perekonomian Jatim Harus Tumbuh di Atas Pertumbuhan Ekonomi Nasional

09-12-2019 / BADAN ANGGARAN

Tim Kunjungan Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Foto : Runi/mr

 

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur (Jatim) harus tetap dijaga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional, agar Jatim tetap bisa menjadi penopang perekonomian nasional. Pada triwulan II 2019, perekonomian Jatim mencapai 5,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,6% (yoy). Prospek pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Tahun 2019 diperkirakan stabil dibandingkan Tahun 2018, yaitu tumbuh di rentang 5,3 persen - 5,7 persen (yoy)  Artinya, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur harus tetap berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Demikian diungkapkan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah usai melakukan pertemuan dengan  Kepala Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah beserta jajarannya di Jatim, Minggu (8/12).

 

Lebih lanjut legislator dari Dapil Jatim XI (Madura) ini memaparkan, melambatnya pertumbuhan ekonomi global akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, sangat berpengaruh terhadap perekonomian nasional, tetapi kita tidak boleh berpangku tangan melihat kondisi tersebut. “Jawa Timur harus mampu mengambil manfaat dalam kondisi tersebut, sehingga bisa tetap tumbuh positif di atas pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. 

 

Inovasi dan terobosan kebijakan harus terus kita munculkan. Lahirnya Perpres No.80 Tahun 2019, mendorong perdagangan antarpulau, mengawal perkembangan e-comerce, sehingga memiliki nilai tambah bagi masyarakat serta memperkuat peran pesantren dalam menumbuhkan ekonomi syariah dalam bentuk UMKM. Ini bentuk inovasi dan terobosan kebijakan yang perlu terus dilakukan dalam menghadapi kelesuan ekonomi global, jelas Said.

 

“Peran BI sangat sentral bagi pembangunan di Jawa Timur, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi. Kami tim Badan Anggaran  mengapresiasi kontribusi BI bersama TPID Jawa Timur dalam mengendalikan tingkat inflasi terkendali, sehingga stabilitas ekonomi sangat terjaga di Jawa Timur," harap Said. Selain itu, ia menambahkan, BI juga berperan mendorong sektor UMKM dan menjamin sistem moneter khususnya transaksi pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarkat. (rni/mh)

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Said Abdullah: Larangan Ekspor Batu Bara Berdampak Turunnya Devisa Negara
03-01-2022 / BADAN ANGGARAN
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai, pelarangan ekspor batu bara yang dilakukan pemerintah pada 1-31 Januari 2022...
Said Abdullah: Pemerintah Perlu Pastikan Ketersediaan Cadangan Batu Bara Nasional
03-01-2022 / BADAN ANGGARAN
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI M. H. Said Abdullah menekankan bahwa pemerintah perlu memastikan ketersediaan cadangan batu bara nasional...
Hadapi Tantangan ke Depan, Said Minta Pemerintah Antisipasi Aset Kripto
31-12-2021 / BADAN ANGGARAN
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI M.H. Said Abdullah mengatakan Indonesia ke depan akan menghadapi banyak tantangan yang tidak mudah,...
Prediksi Ketidakpastian Keuangan Global, Banggar DPR Minta Pemerintah Lakukan Mitigasi
31-12-2021 / BADAN ANGGARAN
Tidak hanya di Indonesia, pasar keuangan global diprediksi mengalami ketidakpastian pada tahun 2022 akibat pandemi Covid-19. Ketidakpastian itu mengakibatkan sejumlah...