Komisi VIII Dorong Optimalisasi Pelayanan Ibadah Haji

07-02-2020 / KOMISI VIII

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Moekhlas Sidik saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Provinsi Jawa Tengah. Foto : Devi/mr

 

Meski telah menjadi rutinitas yang setiap tahun dilaksanakan, namun pada kenyataannya masih sering ditemui hal-hal yang perlu untuk diperbaiki dalam penyelenggaraan ibadah haji. Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jemaah calon haji saat melaksanakan ibadah di tanah suci, Komisi VIII DPR RI mendorong pemerintah agar bisa memberikan pelayanan yang lebih optimal dari yang  sudah ada sebelumnya.

 

Keberhasilan upaya yang dilakukan Komisi VIII DPR RI dalam meningkatan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tersebut ditandainya dengan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang relatif stabil. Akomodasi, konsumsi, trasnportasi, dan perlindungan jemaah haji di Arab Saudi juga sudah semakin baik. Oleh karenanya, Komisi VIII DPR RI berkeinginan agar keberhasilan yang sudah dicapai di luar negeri itu bisa juga diimbangi dengan kondisi di dalam negeri.

 

"Komisi VIII berniat untuk mengoptimalkan pelayanan dari yang sudah ada. Sebagai contoh, tidak ada kenaikan biaya haji. Bahkan kami bisa menambah jatah makan bagi para jemaah haji. Terkait penginapan, mereka juga akan lebih diperhatikan demi untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang sifatnya internal," jelas Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Moekhlas Sidik saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Provinsi Jawa Tengah, Jumat (7/2/2020).

 

Ia menegaskan, Komisi VIII dan Pemerintah melalui Kementerian Agama akan bersinergi bersama-sama dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji. "Kami berharap, setiap tahun dapat meningkatkan pelayanan haji, baik dari segi kualitasnya seperti masalah jarak, makan dan juga pemondokan, maupun dari segi kuantitas yakni meminta kepada Pemerintah Arab Saudi mengenai penambahan kuota," ucapnya.

 

Dalam kunjungan kerja tersebut juga sempat dibahas persoalan yang terkait dengan Asrama Haji Transit Manyaran yang ada di Kota Semarang, di mana status kepemilikan tanahnya  masih milik Pemprov Jawa Tengah.

 

"Sehubungan dengan permasalahan itu, pada kunjungan kerja ini kami juga meninjau lokasi tanah milik Kemenag yang luasnya adalah 5,2 ha di daerah Nongko Sawit, Gunungpati, Semarang. Untuk mengetahui dan mempertimbangkan apakah memungkinkan untuk dibangun asrama haji baru dilokasi tersebut.

 

Moekhlas menyampaikan, jarak lokasi tanah milik Kemenag itu ke Bandara tidak terlalu jauh. "Selain itu tidak ada permasalahan kepemilikan tanah, pembangunan, dan pengucuran dana juga akan jadi lebih mudah," tambahnya.

 

Sementara itu, Plt. Kakanwil Kemenag Provinsi Jateng Ahyani berharap dengan kunjungan kerja komisi VIII DPR RI ini ke Kota Semarang dapat memberikan energi positif bagi penyelenggaraan dan pelayanan ibadah haji di Jawa Tengah. Ahyani memohon dukungan dari Komisi VIII DPR RI untuk kelancaran rencana membangun asrama haji baru yang lebih representatif untuk menjadi embarkasi di Jateng. (dep/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Ali Ridha Nilai Komunikasi Kemenag Kepada Komisi VIII Sangat Minim
26-01-2022 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Ali Ridha menyayangkan sikap Menteri Agama yang bersifat terutup kepada mitra kerjanya, Komisi VIII....
Bukhori Peringatkan Baznas Soal Transparansi Realisasi Program dari Dana Zakat
26-01-2022 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk memperbaiki pola komunikasi dengan Komisi VIII DPR...
Delmeria Nilai Program Revitalisasi KUA Kemenag Tidak Jelas
25-01-2022 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI Delmeria menilai Kementerian Agama tidak komunikatif dalam menjalankan program-programnya. Salah satunya adalah soal revitalisasi Kantor...
Dinilai Tidak Serius Urus Wakaf di Indonesia, Bukhori Usul Pembubaran BWI
24-01-2022 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori mengatakan struktur kelembagaan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang diisi oleh 25 anggota sangat gemuk....