Pentingnya Advokasi terhadap Perempuan Pekerja di Masa Pandemi

15-09-2020 / B.K.S.A.P.

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Luluk Nurhamidah. Foto : Isti/Man

 

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Luluk Nurhamidah mengungkapkan, di masa pandemi Covid-19, banyak perempuan telah kehilangan pekerjaannya. Di samping itu juga terjadi tren peningkatan kekerasan terhadap perempuan yang perlu menjadi perhatian bersama. Maka dari itu, kerja sama parlemen dalam menanggulangi isu ini menjadi sangat penting untuk diupayakan.

 

Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Jenderal Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI), Luluk berharap agar advokasi terhadap perempuan harus terus digaungkan, baik itu melalui fungsi legislasi yang dimiliki oleh parlemen, maupun oleh pemerintah sebagai pelaksana kebijakan.

 

"Di masa pandemi Covid-19, banyak perempuan telah kehilangan pekerjaannya. Di samping itu juga terjadi tren peningkatan kekerasan terhadap perempuan yang perlu menjadi perhatian bersama, sehingga kerja sama parlemen dalam menanggulangi isu ini menjadi sangat penting untuk diupayakan," papar Luluk saat menghadiri forum parlemen perempuan ASEAN atau Women ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (WAIPA) yang diadakan secara virtual, beberapa waktu lalu.

 

Forum ini merupakan rangkaian pertemuan dalam Sidang Umum ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dengan Parlemen Vietnam sebagai tuan rumah. Forum tersebut dihadiri  lebih dari 200 anggota parlemen dari 10 negara anggota ASEAN. Sidang WAIPA ini juga membahas "Resolution on The Role of Women Parliamentarians in Securing Jobs and Income for Women Workers" yang akan diadopsi sebagai outcome dalam SIUM ke-41 AIPA.

 

Luluk sebagai Delegasi DPR RI di forum tersebut menambahkan, di masa pandemi seperti saat ini, perempuan, utamanya yang tinggal di pedesaan, memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, baik bagi keluarga maupun masyarakat secara umum. Ia percaya, sangatlah penting untuk memberikan perhatian khusus dan mendukung keterlibatan aktif perempuan pedesaan dalam rantai pertanian dan pangan, tidak hanya selama pandemi, tetapi juga untuk tujuan jangka panjang. (eko/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
BKSAP Berkomitmen Gelar IPU 2022 Dengan Taat Prokes
19-01-2022 / B.K.S.A.P.
Gelaran pertemuanInter-Parliamentary Union(IPU) 2022 pada Maret 2022 di Bali sudah di depan mata. Menurut Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar...
BKSAP Adakan Sosialisasi Diplomasi Parlemen Di Universitas Djuanda
18-01-2022 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengadakan sosialisasi diplomasi parlemen DPR RI dalam rangka "BKSAP SDGs Day” di...
BKSAP Serukan Pentingnya Konektivitas Indo-Pasifik untuk Jawab Berbagai Tantangan Regional
13-01-2022 / B.K.S.A.P.
Kawasan Indo-Pasifik yang luas dan mencakup berbagai negara di dalamnya, termasuk Indonesia, memiliki berbagai potensi yang belum tereksplorasi secara inklusif,...
BKSAP Komitmen Suarakan Urgensi Penanganan Iklim dan Pembangunan Hijau di Berbagai Forum Internasional
13-01-2022 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menegaskan komitmen DPR menyuarakan urgensi penanganan iklim dan pembangunan...