Komisi VII Pantau Kesiapan Pertamina dan PLN Dukung Operasionalisasi Bandara Soetta

10-10-2020 / KOMISI VII

Tim Kunker Reses Komisi VII DPR RI bertukar cenderamata dengan Direksi Pertamina dan Direksi PLN. Foto: Sofyan/sf

 

Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI memantau kesiapan PT. Pertamina (Persero) dalam memenuhi permintaan avtur untuk operasionalisasi maskapai-maskapai di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, di tengah dampak pandemi Covid-19. Komisi Energi ini juga ingin mengetahui keandalan PT. PLN (Persero) dalam menyuplai pasokan listrik untuk mendukung beroperasinya Bandara Soetta.

 

“Sudah didengar bahwa permintaan avtur menurun, tapi supply juga tetap terjaga bahwa berapapun nanti demand-nya naik, supply akan dijaga, jadi aman. Dan saat ini, seperti yang disampaikan (Direksi Pertamina), jadi Pertamina pada saat pesawat sepi seperti ini, digunakan untuk beres-beres (kinerja) mana yang perlu dibereskan,” ungkap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin usai memimpin pertemuan Tim Kunker Komisi VII DPR RI dengan Direksi Pertamina dan Direksi PLN di Tangerang, Banten, Jumat (9/10/2020).

 

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, dalam pertemuan yang turut dihadiri jajaran Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Ditjen Ketenagalistrikan KESDM, BPH Migas, Kepala DPPU Pertamina Aviation Soetta, dan Kepala PLN Gardu Induk Cengkareng itu, PLN memastikan pasokan listrik untuk Bandara Soetta terjamin, sehingga dipastikan tidak akan pernah terjadi lagi pemadaman seperti dulu.

 

“Keandalan (PLN) dalam supply listrik untuk bandara itu kan berkedip pun tidak boleh, apalagi padam. Sudah dikatakan aman, ada beberapa penyulang yang mensuplai listrik untuk bandara ini, jadi tingkat keandalannya terjamin. Dan untuk Pertamina, dikatakan bahwa demand menurun, tapi tidak ada PHK (karyawan) karena kilang itu tetap berfungsi minimal, jadi memperkecil kerugian,” tandas legislator dapil Sumatera Selatan II itu.

 

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris menilai, dengan adanya penurunan permintaan avtur dalam negeri sekaligus untuk mengantisipasi kerugian Pertamina, ia menyarankan agar mencari pasar baru untuk distribusi avtur. Salah satunya ke luar negeri. Apalagi dalam pertemuan terungkap, Pertamina juga menjual avturnya ke sejumlah negara, seperti Tiongkok, Thailand, Jepang, dan beberapa negara lainnya.

 

“Bagaimana supaya Pertamina tidak rugi, karena bagaimanapun sudah diproduksi salah satunya ya tentunya Pertamina harus siap mencari pasar lagi di luar negeri untuk wilayah-wilayah yang sudah membuka lockdown-nya. Sudah banyak ya negara-negara yang sudah buka lockdown, artinya penerbangan sudah bisa dilakukan. Pertamina harus bisa menjualnya (avtur) ke luar, karena kalau kita ke pasar dalam negeri, selain pandemi Covid-19 juga ada masalah soal daya beli masyarakat yang mengalami penurunan,” papar politisi F-PAN ini.

 

Legislator dapil Sulawesi Selatan II itu mendorong Pertamina untuk dapat menjual avtur ke luar negeri. Namun menurutnya semua kembali kepada kemampuan Pertamina untuk bernegosiasi dengan buyer-buyer yang ada di luar negeri. Pasalnya sejumlah negara juga memiliki penerbangan domestik yang besar, sehingga menjadi potensi bagi Pertamina. “Artinya jangan sampai kita kalah dengan produsen-produsen dari negara lain di dalam kemampuan untuk bernegosiasi. Tentunya tidak harus dijual murah dengan harga yang sesuai sebelum pandemi Covid-19,” pesan Andi Yuliani.

 

Sebelumnya, jajaran Direksi PT. Pertamina menyampaikan, permintaan avtur nasional dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir hingga mencapai 48 persen. Bahkan, permintaan avtur untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta anjlok mencapai 58 persen, dimana konsumsi avtur bandara di Tangerang ini mencapai 35 persen dibandingkan bandara-bandara domestik lainnya. Penurunan permintaan ini diakibatkan adanya pandemi Covid-19. Kendati ada penurunan permintaan avtur dan pengurangan kapasitas operasi, Pertamina memastikan akan kembali memaksimalkan produksinya jika demand (permintaan) kembali meningkat. (sof)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Sartono Soroti Tak Berfungsinya Sistem Peringatan Dini Gunung Semeru
05-12-2021 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo menyoroti tidak berfungsinya Sistem Peringatan Dini (early warning system) pada musibah letusan Gunung...
Komisi VII Yakin Indonesia Mampu Hasilkan EBT Handal dan Mandiri
05-12-2021 / KOMISI VII
Tidak ingin rakyat Indonesia terus-menerus mengandalkan fosil sebagai sumber energi utama, Komisi VII DPR RI menekan pentingnya menghasilkan energi baru...
Mulyanto: Menteri Bahlil Harusnya Tindak Oknum yang Halangi Transformasi LPG ke DME
03-12-2021 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai pernyataan Menteri Investasi Bahlil Lahadia, bahwa ada oknum yang coba menghalangi transformasi Liquified...
Komisi VII Himpun Data Produksi Gula Dalam Negeri
27-11-2021 / KOMISI VII
Wakil Ketua Komisi VII DPR Bambang Haryadi memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII di Provinsi Lampung. Kunjungan ini untuk memastikan...