Pengembangan Perekonomian Hijau Perlu Dijajaki

11-11-2020 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Charles Honoris dalam Focus Group Discussion (FGD) BKSAP DPR RI  bekerja sama dengan Westminster Foundation for Democracy (WFD) di Bandung, Jawa Barat, Selas, (10/11/2020). Foto : Aisyah/Man

 

Hingga tahun 2018, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh pada tingkat 5-6 persen per tahun. Pertumbuhan ekonomi itu telah menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat, namun juga menghadirkan dampak perubahan iklim. Rencana Pemerintah Indonesia untuk menjaga tingkat pertumbuhan sekaligus melindungi lingkungan membutuhkan penyesuaian yang signifikan akibat pandemi Covid-19.

 

Pemulihan hijau dari pandemi dan pengembangan perekonomian hijau adalah peluang yang patut dijajaki lebih jauh oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Mengakui pentingnya menyesuaikan rencana pembangunan, Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI berinisiatif berperan yang lebih signifikan dalam agenda perekonomian hijau Indonesia.

 

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua BKSAP DPR RI Charles Honoris dalam Focus Group Discussion (FGD) BKSAP DPR RI  bekerja sama dengan Westminster Foundation for Democracy (WFD), Universitas Padjadjaran dan Organisasi Internasional bertema “Meningkatkan Akses Bagi Publik Terhadap Informasi dan Partisipasi Publik dalam Peran Parlemen Khususnya Legislasi dan Pengawasan terkait Pertumbuhan Ekonomi Hijau di Indonesia”.

 

“Di tengah kemajuan dunia hari ini, apalagi nanti ketika kita sudah berhasil keluar dari pandemi Covid-19, tentunya kita berharap agar perkembangan atau pembangunan ekonomi tidak melupakan faktor ekologi (faktor lingkungan),” kata Charles di sela-sela FGD di Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/11/2020).

 

“Karena apabila kita ingin tetap bisa berkelanjutan (sustainable), maka kita harus tetap bisa membangun ekonomi dengan juga memperhatikan keseimbangan lingkungan yang baik,” imbuh politisi PDI-Perjuangan itu. Charles berharap, jika Indonesia telah berhasil keluar dari pandemi Covid-19, pembangunan ekonomi tidak melupakan faktor lingkungan agar tercipta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan yang baik. (ais/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR Dorong Diplomasi Parlemen untuk Mewujudkan Stabilitas di ASEAN
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menjelaskan pentingnya diplomasi parlemen guna mewujudkan stabilitas di kawasan...
Dewi Coryati: Parlemen Indonesia Dukung Keterwakilan Perempuan dalam Proses Perdamaian
01-02-2023 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dewi Coryati menegaskan, parlemen Indonesia mendukung partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam...
Gilang Dhielafararez Kecam Kunjungan Menteri Israel di Kompleks Al-Aqsa
31-01-2023 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Gilang Dhielafararez mengecam kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir...
GKSB Indonesia-Afrika Selatan akan Perkuat Hubungan Kerja Sama Ekonomi & Budaya
31-01-2023 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI untuk Afrika Selatan Andreas Hugo Pareira adakan diskusi dengan Kementerian Luar Negeri...