Perlu Upaya Sistematis-Komprehensif Untuk Cegah Kepunahan Ikan

18-12-2020 / KOMISI IV

Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI mengunjungi Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perukanan di Jaka Baring, Sumatera Selatan, Selasa (15/12/2020). Foto : Eno/Man

 

Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema mengingatkan perlu dilakukan upaya sistematis dan komprehensif untuk mencegah kepunahan sejumlah spesies ikan, semisal mengurangi pencemaran sungai tempat hidup ikan. Ia menjelaskan, sumber daya ikan di perairan umum selalu memiliki keterkaitan dengan sektor kehutanan, pertambangan, sumber daya air, aktivitas industri di tepi sungai, hingga perubahan cuaca.

 

“Jika kerusakan hutan semakin tidak terkendali, kegiatan penambangan tambah marak, dan pembuangan limbah industri tanpa kendali, otomatis membuat kualitas air sungai makin buruk,” ujar Ansy, sapaan akrab Yohanis Fransiskus Lema, usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI mengunjungi Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perukanan di Jaka Baring, Sumatera Selatan, Selasa (15/12/2020).

 

“Penurunan kualitas air, terkena berbagai virus, lalu (ikan) mati. Populasi ikan pun merosot tajam. Apalagi, ruang gerak ikan dalam sungai sangat terbatas,” tambah politisi PDI-Perjuangan itu. Sumsel, nilai Ansy, memiliki Sungai Musi yang kaya akan ikan air tawar, baik dalam jumlah maupun spesiesnya. 

 

“Tragisnya, tidak sedikit spesies ikan air tawar khas Sumatera Selatan yang terancam punah. Ikan belida yang menjadi ikon Sungai Musi misalnya, juga semakin sulit ditemukan. Daging ikan ini merupakan bahan baku utama pembuatan pempek,” ujar legislator dapil Nusa Tenggara Timur II itu. 

 

Kini, lanjut Ansy, kalau ingin membuat pempek yang berkualitas bagus, produsen terpaksa mendatangkan ikan belida dari Kalimantan atau daerah lain di Sumatera. “Penurunan populasi ikan di Sungai Musi ini harus mendapat perhatian. Dalam ilmu ekologi, hilang atau menurunnya populasi suatu jenis ikan sedikit banyak akan menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem perairan,” ujar Ansy. 

 

Dalam kesempatan itu, sebanyak lima pelaku usaha mendapatkan dana pendampingan dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) senilai Rp1.415.000.000 dan diserahkan langsung oleh Kepala BRSDM serta Komisi IV DPR RI. (eno/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Hari Peduli Sampah Harus Jadi Momentum Kembangkan Industri Daur Ulang Terpadu
22-02-2021 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyatakan, Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari harus...
Pemerintah Diminta Pastikan Kondisi Pangan Masyarakat Pelosok
22-02-2021 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta pemerintah perlu mengadakan program khusus untuk mendata kondisi masyarakat yang akurat...
Komisi IV Komitmen Perjuangkan Anggaran Polbangtan
18-02-2021 / KOMISI IV
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin berkomitmen akan memperjuangkan peningkatan anggaran bagi proses belajar mengajar di kampus Politeknik...
Pemindahan Kantor TNGL Diharapkan Optimalkan Pengelolaan Kawasan Konservasi
18-02-2021 / KOMISI IV
Pemindahan Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang semula berkokasi di Medan, Sumatera Utara ke Banda Aceh, Aceh...