Pemerintah Perlu Antisipasi Awal Hadapi Varian Baru Virus Corona

29-12-2020 / KOMISI IX

Anggota Komisi IX DPR RI Anggia Erma Rini. Foto : Jaka/Man

 

Terkait perkembangan munculnya varian baru virus Corona, Anggota Komisi IX DPR RI Anggia Erma Rini mengatakan bahwa hal tersebut memang cukup mengkhawatirkan. Anggia menyatakan pemerintah perlu mengambil langkah antisipasi yang lebih awal dalam menghadapi varian baru virus Corona tersebut.

 

“Secara global memang ada varian baru (dari virus Corona) ini dan memang mengkhawatirkan. Artinya harus  ada antisipasi, harus ada mediasi dari pemerintah untuk merespon ini. Oleh karenanya perlu langkah antisipasi yang lebih awal," ucap Anggia dalam sambungan telepon kepada Parlementaria, Selasa (29/12/2020).

 

Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) itu mengaku masih ingat akan awal mula pandemi, tepatnya pada bulan Maret hampir setahun yang lalu, dimana pemerintah dianggap tidak sigap karena tidak cepat merespon virus ini. Dikatakannya, hampir 3 bulan saat itu tudak ada kebijakan yang bisa menghentikan atau bisa lebih tepat untuk bisa menghentikan sebaran virus.

 

“Prediksi waktu itu sekitar bulan Maret atau April saat awal-awal  pandemi, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memprediksi angka (orang yang terjangkit) akan mencapai 600 ribu kasus. Sekarang sudah lebih jauh dari itu dan terus berkembang. Bahkan terus meningkat luar biasa,” kritik legislator dapil Jawa Timur VI itu.

 

Anggia menyampaikan, varian baru virus Corona akan sangat yang luar biasa, dan hingga kini belum diketahui apakah sudah masuk wilayah Indonesia. “Saya sangat mengapresiasi kebijakan untuk  menutup sementara WNA (Warga Negara Asing) yang datang ke Indonesia. Untuk itu para ilmuwan diharapkan bisa untuk merapatkan barisan agar bagaimana caranya supaya varian baru (Corona) ini juga bisa diantisipasi," imbuhnya.

 

Anggia juga berpesan supaya kebijakan untuk pola hidup yang sehat 3M bisa harus dilakukan. "Karena di  Indonesia seperti yang kita tahu bahwa masyarakatnya masih kurang disipilin, padahal 3M itu sederhana tetapi paling mujarab untuk memutus mata rantai  penularan. Semua pihak berwenang harus memberikan rasa aman agar tercipta suasana yang tenang dalam kehidupan masyarakat," pungkasnya. (dep/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Anggota DPR Desak Pemerintah Respon Temuan Tim LaporCovid-19
23-07-2021 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI SalehPartaonan Daulay meminta pemerintah memperhatikan temuan TimLaporCovid-19 tentang banyaknya pasien isolasi mandiri (Isoman) yang meninggal...
Prokes Kunci Keselamatan Lawan Covid-19
22-07-2021 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan, di tengah ancaman Covid-19sikap waspada dan selalu menjalankan protokol kesehatan (prokes) merupakan...
Netty Prasetiyani Minta Pemerintah Evaluasi PPKM
22-07-2021 / KOMISI IX
Pemerintah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali hingga 25 Juli guna menekan lonjakan kasus Covid-19. Pada Instruksi...
Wacana Pelonggaran Aktifitas Ekonomi Harus Dibarengi dengan Prokes yang Ketat
21-07-2021 / KOMISI IX
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan, pembatasan mobilitas dan penerapan protokol kesehatan di sisi hulu...