Perlu Regulasi Kuat Atasi Kejahatan Tumbuhan dan Satwa Liar

14-01-2021 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin. Foto: Geraldi/nvl

 

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengatakan, dugaan kejahatan tumbuhan dan satwa liar (TSL) sangat terorganisir. Mulai dari pemodal, pemburu, pengumpul, dan pedagang yang transaksinya kini umum dilakukan secara daring karena risiko dinilai kecil. Akmal mengungkapkan bahwa saat ini kejahatan TSL menempati urutan ke tiga di bawah kejahatan penyelundupan senjata api dan narkotika/obat bius.

 

"Mesti ada penguatan regulasi yang pada Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Kami Fraksi PKS mendorong Komisi IV DPR untuk dapat mengajukan revisi UU No 5 Tahun 1990 ini,” ujar Akmal saat rapat kerja antara Komisi IV DPR RI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

 

Legislator dapil Sulawesi Selatan II ini menyatakan, hingga saat ini maraknya kejahatan TSL (wildlife crime) terus berlangsung akibat keuntungan ilegal yang sangat besar. Nilai perdagangannya dapat mencapai 15-20 miliar dolar AS per tahun. Sangat besarnya perdagangan ilegal ini setara dengan kejahatan perdagangan narkoba.

 

Di Indonesia sendiri kejahatan satwa liar menduduki peringkat ketiga setelah kejahatan narkoba dan perdagangan manusia dengan nilai transaksi hasil penelusuran PPATK diperkirakan lebih dari Rp 13 trilliun per tahun dan nilainya terus meningkat. Ia juga mengatakan, Indonesia menjadi lokasi kejahatan TSL ini karena Indonesia merupakan rumah dari 17 persen total spesies yang ada di dunia. Indonesia negeri kaya raya dengan keanekaragaman Biodiversity.

 

"Pembinaan masyarakat sekitar hutan oleh KLHK, mesti dijadikan mitra saling menguntungkan. Jangan sampai masyarakat sekitar hutan yang dikriminalisasi. Mereka inilah yang bila sudah terbina, akan menjadi benteng penjagaan hutan dari tangan-tangan tak bertanggung jawab,” kata Akmal. (dep/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Butuh Regulasi untuk Tengahi Persoalan Peternak dan Petani Jagung
01-12-2021 / KOMISI IV
Para peternak dan petani jagung menghadapi persoalan yang saling berlawanan. Anggota Komisi IV DPR RI Muhtarom menilai, dibutuhkan regulasi untuk...
Komisi IV Pastikan Daerah Rawan Karhutla Tertangani dengan Baik
01-12-2021 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyampaikan, semua daerah yang termasuk wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus...
Peternak di Pasuruan Kesulitan Akses Jagung
01-12-2021 / KOMISI IV
Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI mendapati informasi, peternak di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur masih kesulitan mengakses komoditi...
Program Restorasi Lahan Gambut di Desa Limbung Kalbar Berjalan Baik
01-12-2021 / KOMISI IV
Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI G. Budisatrio Djiwandono meninjau dan...