Ace Hasan: Indonesia Harus Menjadi Referensi Studi Islam Dunia

22-01-2021 / KOMISI VIII
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Saydzily saat mengunjungi UIII Depok, Jabar, Kamis (21/1/2021). Foto: Ist/nvl

 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Saydzily mengatakan Indonesia harus menjadi kiblat studi Islam dunia. Menurutnya pembentukan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat, merupakan program mercusuar kebanggaan bangsa Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia.

 

“Islam Indonesia bukan hanya sekedar kuantitas, tetapi juga harus menunjukkan kualitas keilmuannya dengan adanya universitas terkemuka yang secara khusus melakukan studi Islam. Indonesia harus menjadi referensi studi Islam dunia, selain Timur Tengah,” katanya saat mengunjungi UIII Depok, Jabar, Kamis (21/1/2021).

 

Dalam kunjungan itu, Ace disambut Dirjen Pendidikan Islam Prof. Muhammad Ali Ramdhani, Rektor UIII Prof. Komaruddin Hidayat, Kyai Syafiq Hasyim, Prof. Bahrul Hayat, Dr. Chaidir Bamualim dan civitas akademika. Ia mengatakan jika kampus UIII secara administratif pengelolaannya di bawah Kementerian Agama yang merupakan mitra kerja Komisi VIII DPR RI. Ace juga menyampaikan pembangunan UIII merupakan salah satu program strategis Presiden Joko Widodo sebagai wujud perhatiannya kepada pendidikan Islam.

 

“Saya mengunjungi kampus UIII ini karena secara administratif pengelelolaannya di bawah Kementerian Agama sebagai mitra Komisi VIII DPR RI. Kunjungan ini untuk melihat langsung proggres pembangunan kampus ini yang termasuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) yang merupakan program Presiden Jokowi,” jelas Ace.

 

Lebih lanjut Ace mengemukakan, sebagai negara berpenduduk Muslim yang besar, sangat penting bagi Indonesia mempunyai universitas yang fokus pada kajian Islam dengan ciri khas Indonesia. Nantinya, kampus tersebut akan menyelenggarakan program studi magister dan doktoral.

 

“Negara-negara yang berpenduduk muslim lainnya telah memiliki universitas bertaraf internasional seperti Mesir, Malaysia, Pakistan, dan lain-lain. UIII harus menjadi center of excellent dan kiblat studi Islam ala Indonesia yang harus mengglobal. UIII ini menyelenggarakan studi S2 dan S3,” lanjut politisi Partai Golkar itu.

 

Berkenaan dengan perkembangan pembangunan sarana prasarana, Ace menyampaikan jika UIII telah menunjukkan progress pembangunan yang pesat. “Progres pembangunan infrastruktur sudah mulai terlihat penampakannya. (Pembangunan) Perpustakaan, ruang kuliah, gedung rektorat dan masjid sudah progress 70 persen secara fisik. Demikian juga asrama mahasiswa yang dilengkapi fasilitas yang memadai,” pungkas Ace.

 

Ace berharap agar proses pembelajaran akademik di kampus ini segera dipercepat. Rencananya bulan September 2021 ini akan dibuka. Saat kunjungan, turut berlangsung webinar internasional yang menghadirkan Prof. Ahmed T Kuru (San Diego University, USA).  Ace berkomitmen mendukung dan mengawal agar UIII menjadi universitas yang bereputasi internasional sebagai kontribusi Islam Indonesia untuk dunia. (tn/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Tekankan Pentingnya Optimalisasi Kualitas Pendidik MAN
11-06-2021 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mengkritisi, dewasa ini madrasah cenderung menguatkan sektor infrastruktur seperti bangunan. Menurutnya hal...
Anggota DPR Apresiasi Pemanfaatan Dana SBSN oleh MAN 2 Tasikmalaya
11-06-2021 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI Jhohn Kenedy Azis mengapresiasi atas pemanfaatan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) oleh MAN 2...
Lisda Hendrajoni: Negara Harus Hargai Pengabdian Para Honorer
11-06-2021 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni menyayangkan, untuk menjadi seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), harus dilalui dengan berbagai...
Komisi VIII Pastikan Progres Pembangunan Asrama Haji Indramayu Berjalan Baik
11-06-2021 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania mengapresiasi pelaksanaan pembangunan Asrama Haji di Kabupaten Indramayu masih tetap berlangsung meskipun pandemi...