Kementan Perlu Tingkatkan Alokasi Anggaran Balitbangtan untuk Riset Bioteknologi

10-02-2021 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta (10/2/2021). Foto : Mentari/nvl

 

Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari berharap Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan porsi anggaran untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Dimana, Kementan hanya mengalokasikan 5 persen dari total anggaran tahun 2021 untuk Balitbangtan.

 

Saat ditemui sebelum Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020-2021, Endang menekankan pelaksanaan riset inovasi bioteknologi bidang rekayasa genetik varietas lokal di Balitbangtan sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas nilai hortikultura di Indonesia.

 

"Permasalahan sesungguhnya adalah pada dana. Dana untuk inovasi penelitian sangat kecil, terkesan tidak diprioritaskan. Anggaran di Kementan untuk Balitbangtan itu hanya 5 persen dari keseluruhan anggaran. Jadi hanya cukup untuk biaya gaji pegawai saja, belum bisa dimanfaatkan terutama bidang rekayasa genetika. Seharusnya, menurut saya, 80 persen anggaran sebaiknya difokuskan untuk penelitian dan pengembangan," terang Endang di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta (10/2/2021).

 

Tidak hanya soal peningkatan anggaran saja, politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga menantikan adanya kemauan politik (political will) dari tingkat pusat hingga daerah. Ini menjadi sangat penting karena akan menumbuhkan motivasi sekaligus partisipasi untuk menghasilkan inovasi bioteknologi varietas lokal yang unggul.

 

Oleh karena itu, Endang menegaskan keterlibatan peneliti dalam membangun iklim riset bioteknologi sangat krusial. Tanpa keterlibatan peneliti, tidak akan ada penerapan hasil inovasi yang strategis di Indonesia. Baginya, saat ini Sekretariat Jenderal Kementan masih cenderung belum bisa mengelola dan memberdayakan potensi ini dengan sebaik-baiknya

 

“Banyak para peneliti yang memiliki kapasitas untuk menciptakan inovasi baru. Namun sayangnya, berakhir membantu menulis untuk profesor peneliti. Di sisi lain, tidak ada biaya sosialisasi hasil penelitian yang semestinya dikelola oleh Setjen Kementan. Di bawah setjen itu, mestinya ada panduan bagaimana inovasi teknologi itu disebarluaskan pada masyarakat dan ada uji multi lokasi untuk,” ujar wakil rakyat dapil Jawa Barat III itu.

 

Ia juga berharap ke depannya, pemerintah melalui Kementan bisa memberikan dukungan kepada para peneliti, terutama para peneliti perempuan, dengan membangun infrastruktur riset yang memadai dan mengalokasikan dana penelitian agar mereka fokus berkolaborasi dan membangun iklim riset bioteknologi di Indonesia yang optimal.

 

Dalam Rapat Kerja bersama Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPR RI Selasa (9/2) lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengakui bahwa kemajuan pertanian dan hortikultura sebuah negara memang tidak lepas dari perkembangan hasil riset yang strategis. Saat ini, diperkirakan Balitbangtan memiliki 560 peneliti dengan latar belakang pendidikan doktor, 1.153 peneliti dengan latar belakang magister, dan 1.579 peneliti dengan latar belakang sarjana. (ts/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Harus Ada Ketegasan Pemerintah Terkait lahan Gambut yang Dijadikan ‘Food Estate’
09-04-2021 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin menilai harus ada ketegasan dari pemerintah terkait lahan bekas gambut yang dijadikan...
Komisi IV Harap ABT pada Kementerian Dapat Tingkatkan Kinerja
08-04-2021 / KOMISI IV
Komisi IV DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Pertanian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Menteri Kelautan dan Perikanan...
Kerusakan Mangrove di Luar Kawasan Hutan Wilayah Timur Indonesia Cukup Tinggi
08-04-2021 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta pemerintah untuk lebih memberikan perhatian kepada kerusakan Mangrove di luar kawasan...
Pengolahan Ubi Kasesa Milik PT Bangka Asindo Agri Perlu Ditinjau Langsung
08-04-2021 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema mengusulkan Komisi IV DPR RI meninjau langsung ke lokasi operasional pabrik pengolahan...