Komisi IX Dorong Fasilitas Kesehatan Gunakan GeNose

17-02-2021 / KOMISI IX

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena (tiga dari kiri) saat pertemuan Tim Kunker Reses Komisi IX DPR RI dengan rektor, civitas academica dan para peneliti UGM, di Kampus UGM, DI Yogyakarta, Senin (15/2/2021). Foto : Arief/Nvl

 

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan GeNose C19 yang merupakan hasil riset dan inovasi karya akademisi Universitas Gadjah Mada yang saat ini banyak digunakan untuk alat deteksi awal Covid-19. Oleh karena itu, kata Melki, sapaan akrabnya, Komisi IX DPR RI mendorong agar GeNose C19 bisa digunakan di setiap fasilitas kesehatan dan rumah sakit di seluruh Indonesia.

 

“Alat kesehatan buatan dalam negeri yang kemampuannya bisa mendeteksi Covid-19 sama seperti swab PCR dan swab antigen dengan harga yang terjangkau untuk setiap kali uji jika dipakai di puskesmas dan sesuai sertifikasi maka kita akan antarkan,” kata Melki usai pertemuan Tim Kunker Reses Komisi IX DPR RI dengan rektor, civitas academica dan para peneliti UGM, di Kampus UGM, DI Yogyakarta, Senin (15/2/2021).

 

Melki berharap produk alat kesehatan dari UGM bisa digunakan secara luas di seluruh lapisan masyarakat dan Komisi IX DPR RI akan mengawal dan meyakinkan pemerintah untuk menggunakan alat tersebut. “Kami akan pantau sertifikasi GeNose serta memberikan dukungan anggarannya, secara politik kita mendorong produk kesehatan dari hasil rapat pemerintah yang bersifat mengikat antara DPR RI dan pemerintah,” komitmen Melki.

 

Politisi Partai Golkar itu menerangkan, pada tahun lalu GeNose merupakan salah satu alat kesehatan yang dipamerkan oleh UGM di masa pandemi. Pengembangannya sangat cepat dalam membantu penanggulangan pandemi dan tentunya Komisi IX DPR RI  mengapresiasi atas kemajuan dari tim GeNose. “Selain GeNose juga ada ventilator, seiringnya waktu yang paling cepat merespons covid yaitu GeNose. Saya pikir produk GeNose bisa dijadikan contoh Inpres Nomor 6 tahun 2016 tentang pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri,” ungkap legislator dapil Nusa Tenggara Timur II itu.

 

Di tempat yang sama, Rektor UGM Panut Mulyono menjelaskan, peneliti UGM merasakan tingginya dukungan Komisi IX DPR RI pada inovasi dan penemuan alat dan obat untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini. “Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi serta dukungan yang diberikan oleh Komisi IX, yang memotivasi para peneliti UGM dalam menghasilkan produk inovasi yang bermanfaat dan berkontribusi mencari solusi dari persoalan yang dihadapi bangsa agar segera keluar dari krisis kesehatan,” ucap Panut. (afr/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Sikapi Demo Buruh dengan Perbaikan Fundamental, Bukan Reaktif
27-11-2021 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani meminta pemerintah untuk tidak merespon setiap aksi demonstrasi buruh terkait penetapan upah minimum...
Harus Ada Terobosan Perlindungan Sosial Bagi Pekerja Informal di Kota Batam
27-11-2021 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Nur Nadlifah menilai harus ada terobosan perlindungan sosial bagi pekerja informal di masa pandemi Covid-19,...
Netty Prasetiyani Urai Faktor Penentu Pekerja Informal Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
27-11-2021 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menguraikan terdapat setidaknya dua faktor penentu para pekerja informal berminat mendaftarkan dirinya dalam...
Yahya Zaini Minta Asosiasi Pekerja Dukung Peningkatan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
26-11-2021 / KOMISI IX
Guna memberikan rasa aman sekaligus meminimalisir risiko di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat diminta untuk mempertimbangkan mendaftarkan diri dalam kepesertaan...