Pemindahan Kantor TNGL Diharapkan Optimalkan Pengelolaan Kawasan Konservasi

18-02-2021 / KOMISI IV

Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid (kanan) saat mengikuti peresmian kepindahan operasional Kantor Balai Besar TNGL dari Kota Medan ke Kota Banda Aceh, di Banda Aceh, Selasa (16/2/2021). Foto : Runi/Man

 

Pemindahan Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang semula berkokasi di Medan, Sumatera Utara ke Banda Aceh, Aceh merupakan tindak lanjut pada Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan mitra kerja terkait atas usulan dari sejumlah Anggota Dewan daerah pemilihan Aceh.

 

Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid berharap dengan diresmikannya pemindahan Kantor Balai Besar TNGL ke Banda Aceh bisa lebih meningkatkan optimalisasi dalam melakukan koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan masyarakat Aceh, menyangkut pengelolaan kawasan konservasi yang merupakan tugas dan fungsi Balai Besar TNGL.

 

“Saya sebagai masyarakat Aceh merasa bangga dan bahagia dengan diresmikannya pemindahan kantor balai besar, bisa secara bersama-sama berkordinasi secara optimal dan lebih maksimal dalam menjaga kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, di mana Aceh memiliki kekayaan alam ekosistem Gunung Leuser yang luar biasa,” kata Khalid usai mengikuti peresmian kepindahan operasional Kantor Balai Besar TNGL dari Kota Medan ke Kota Banda Aceh, di Banda Aceh, Selasa (16/2/2021).

 

Acara yang digelar bersamaan dengan rangkaian Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Aceh itu turut dihadiri Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wiratno, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh Mawardi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Aceh Abdul Manan, Kepala Balai Besar TNGL Jefry Susyafrianto, serta Kepala UPT Lingkup KLHK di Provinsi Aceh.

 

Politisi Partai Gerindra itu melanjutkan, dengan diresmikannya Kantor Balai Besar TNGL di Banda Aceh, banyak hal yang bisa dilakukan, yakni meningkatkan segi pengawasan, mengoptimalkan rehabilitasi kawasan taman nasional serta hal lainya yang dapat membantu melestarikan TNGL. Diketahui dalam menjaga dan melestarikan TNGL, Provinsi Aceh memiliki 2000 Polisi Hutan (Polhut) di luar ASN dari KLHK, yang perlu mendapat perhatian demi menunjang kehidupan lebih baik untuk para Polhut.

 

“Saya menginginkan pemerintah pusat, dalam hal ini KLHK bisa bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi di Aceh dalam membantu membiayai kesejahteraan Polhut berupa perlengkapan kerja para petugas yang bekerja menjaga hutan, dan perlu kita jaga dan dilestarikan. Jangan sampai ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab merusak hutan. Hutan diciptakan sebagai rahmat Tuhan yang luar biasa,” pesan legislator dapil Aceh I itu.

 

Dalam kesempatan yang sama, Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro menjelaskan alasan lokasi Kantor TNGL yang ditempatkan di Medan. Saat itu situasi di Aceh dinilai belum cukup kondusif dan aman. Seiring berjalannya perkembangan situasi di Aceh yang dinilai sudah cukup aman, maka untuk mengoptimalkan pengelolaan TNGL yang dua per tiga luas kawasannya ada di wilayah Aceh dan satu per tiga ada di Sumatera Utara, maka lebih tepat jika kantornya dipindahkan ke Aceh.

 

“Pemerintah Aceh memiliki keinginan agar Kantor TNGL dapat dikembalikan ke wilayah yang sudah semestinya, yang didorong oleh keinginan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan fasilitas dalam segala hal, dan hal ini mendapatkan dukungan dari Anggota Komisi IV yang daerah pemilihannya dari Aceh. Untuk itu kami sepakat dengan Menteri LHK agar (Kantor TNGL) ini bisa dipindahkan. Alhamdulillah pada hari ini sudah diresmikan kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Lauser ke Provinsi Aceh,” puji Darori.

 

Politisi Partai Gerindera ini menjelaskan perpindahan Kantor TNGL tersebut bertujuan agar mendekatkan dan memudahkan dalam koordinasi dengan Pemerintah Aceh. “Koordinasi baik dengan aparat penegak hukum, Kepolisian, Kejaksaan dan juga daerah, yaitu provinsi dan kabupaten, menjadi salah satu pertimbangan dipindahkannya kantor TNGL. Kami ingin dorong ke depan dengan pemindahan kantor ini, TNGL sebagai warisan dunia perlu kita lestarikan dan kita kembangkan,” pesan legislator dapil Jawa Tengah VII itu.

 

Masih di tempat yang sama, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementrian LHK Wiratno menginginkan pemindahan kantor ini menjadi bagian dari upaya dalam mendorong Balai Besar TNGL sebagai salah satu UPT di Direktorat Jenderal KSDAE untuk berperan lebih besar di dalam penanganan isu–isu strategis perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati, khususnya di wilayah Provinsi Aceh.

 

“Juga untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam rangka mendorong kerja sama dan dukungan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan masyarakat Aceh. Tujuan akhirnya, masyarakat di sekitar TNGL yang memiliki ekonomi berbasis kawasan konservasi, tumbuh dengan spirit keswadayaan, kemandirian, dan hidup berdampingan dengan satwa liar kebanggaan masyarakat Aceh dan Indonesia,” paparnya. 

 

Diketahui lokasi Kantor Balai Besar TNGL di Banda Aceh, sebelumnya dikenal sebagai “Pusat Informasi Mangrove, Nanggroe Aceh Darussalam” yang diresmikan pada tanggal 15 April 2008 oleh Menteri Kehutanan dan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia. Sejak peresmiannya, gedung ini dikelola oleh Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah II sampai dengan tahun 2016. Setelah itu, gedung tersebut dikelola oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Krueng Aceh. (rni/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi IV Dorong Sinergi Untuk Optimalkan Pelabuhan Tanjung Adikarto
14-04-2021 / KOMISI IV
Pelabuhan Pendaratan Ikan Tanjung Adikarto di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum beroperasional dengan optimal. Wakil Ketua Komisi...
Pemerintah Jangan Tergesa Keluarkan Aturan Pangkas Lahan Perhutani
14-04-2021 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin merespon rencana pemerintah menata ulang hutan di Jawa-Madura yang selama ini dikuasai...
Komisi IV Pastikan Stok Beras Sumbar Aman saat Hari Raya
14-04-2021 / KOMISI IV
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini mengatakan Kunjungan Kerja Komisi IV ke Sumatera Barat ingin melihat langsung...
Komisi IV Minta Ekosistem Ikan Bilih Dipulihkan
14-04-2021 / KOMISI IV
Ikan bilih merupakan ikan endemik memiliki populasi ikan terbesar dan hanya ditemukan di Danau Singkarak. Untuk itu, Wakil Ketua Komisi...