Jazuli Juwaini: Batalkan Perpres Legalisasi Miras

01-03-2021 / KOMISI I

Anggota Komisi I DPR RI Jazuli Juwaini. Foto : Jaka/Man

 

Anggota Komisi I DPR RI Jazuli Juwaini menyerukan agar Peraturan Presiden (Perpres) 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang melegalkan minuman keras (miras) atau minuman beralkohol segera dicabut dari skala industri hingga skala perdagangan eceran dan kaki lima sebagai Daftar Investasi Positif (DPI). 

 

Mengingat, ungkap Jazuli, kebijakan tersebut sangat menciderai moral yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Penegasan tersebut disampaikan Jazuli dalam siaran persnya yang diterima Parlementaria, Jakarta, Senin (1/3/2021). 

 

"Pemerintah seharusnya menjaga nilai-nilai dasar negara dan konstitusi, menghadirkannya dalam kebijakan negara di berbagai sektor. Bukan malah mencederainya atas nama pragmatisme ekonomi. Kami mengingatkan, agar jangan sampai kebijakan negara kehilangan arah," ujar Jazuli.

 

Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) itu menegaskan, segenap masyarakat khususnya sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Terkait sila pertama, tandasnya, semua agama melarang minuman keras karena mudaratnya jelas dirasakan.

 

Adapun berkaitan dengan sila kedua, tegas legislator daerah pemilihan Banten II tersebut, tentang minuman keras jelas mengancam sendi-sendi kemanusiaan yang beradab dan bermartabat. Karena, merusak kesehatan fisik, mental, akal dan pikiran generasi bangsa Indonesia. Serta menjadi faktor utama kriminalitas, keonaran sosial, dan gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat).

 

Di samping pertimbangan moral Pancasila dan UUD 1945, usul Jazuli, pemerintah semestinya menimbang ekses miras yang merusak tatanan sosial dan mengancam generasi bangsa. Maka, Ketua Fraksi PKS DPR RI ini mendorong aparat keamanan sebagai penanggung jawab kamtibmas. 

 

"Tugas kita bersama untuk menjaga generasi bangsa dari bahaya miras. Tugas kita bersama membantu aparat untuk menjaga kamtibmas. Mungkin, pemerintah khilaf dan menjadi kewajiban kami di Fraksi PKS untuk mengingatkan agar kebijakan ini dibatalkan," pungkas Anggota BKSAP DPR RI ini. (pun/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Fadli Zon: Masalah Terorisme Harus Jadi Evaluasi Bersama
09-04-2021 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon mengatakan pemberantasan terorisme harus menjadi evaluasi bersama agar kasus tindakan terorisme makin berkurang...
Panja RUU PDP Usulkan Bentuk Otoritas Pelindungan Data Pribadi
09-04-2021 / KOMISI I
Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) Komisi I DPR RI mengusulkan pembentukan lembaga independen yang berwenang menjadi...
Komisi I Dukung Kominfo Siapkan Kebijakan Dukung Teknologi 5G
07-04-2021 / KOMISI I
Komisi I DPR RI mendukung langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menyiapkan kebijakan pendukung 5G secara komprehensif. Diharapkan, teknologi...
Komisi I Soroti Pengaturan Agregasi Data
05-04-2021 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi menyoroti agregasi data apakah hanya untuk mengatur terhadap sektor pemerintah atau...