Berdayakan Petani Lokal untuk Stabilkan Harga Cabai

02-03-2021 / KOMISI IV

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan. Foto : Runi/Man

 

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menginginkan kebijakan di sektor pertanian dapat betul-betul memberdayakan petani lokal dalam rangka menstabilkan dan mengatasi lonjakan harga cabai di berbagai daerah. Menurut Johan, selama ini pola produksi cabai sangat tidak beraturan.

 

Dalam siaran persnya, Selasa (2/3/2021), Johan mengusulkan, perlu adanya pola produksi dan stabilisasi harga cabai. Terlebih, menjelang momen puasa dan lebaran, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. 

 

"Pemerintah harus memberdayakan petani lokal untuk mengatur manajemen produksi agar tidak terjadi fluktuasi produksi dan harga bisa lebih stabil. Pemerintah lebih serius mengembangkan cabai menjadi komoditas unggulan nasional yang memiliki daya adaptasi dan nilai ekonomi tinggi," ujar Johan.

 

Politisi Fraksi PKS ini mengungkapkan kebutuhan cabai untuk kota-kota besar sekitar 800.000 ton per tahun atau sekitar 66.000 ton per bulannya. Selain itu, karena cabai banyak digunakan dalam skala industri makanan dan minuman, maka dari itu kebutuhannya terus meningkat dan harganya menjadi fluktuatif.

 

“Fenomena fluktuasi harga cabai selalu terjadi setiap tahun sehingga harus memahami sifat unik dari komoditas cabai. Seperti mudah rusak, produksi bersifat musiman namun permintaan dalam keadaan segar dan dikonsumsi sepanjang tahun. Maka, peran pemerintah menjadi sangat penting dalam tata kelola komoditas ini supaya harganya bisa stabil sepanjang tahun," pungkasnya. 

 

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (1/3) menyampaikan, BPS mencatat kenaikan harga cabai rawit dan ikan segar menjadi pemicu terjadinya inflasi pada Februari 2021 sebesar 0,10 persen. Kemudian, cabai rawit dan ikan segar sama-sama menyumbang andil inflasi 0,02 persen pada Februari 2021

 

Suhariyanto mengatakan kenaikan harga cabai rawit terjadi di 65 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan kenaikan harga tertinggi di Pangkalpinang 39 persen dan Merauke 38 persen. Berdasarkan data BPS, selama Februari 2021 sebanyak 56 kota mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi dari keseluruhan 90 kota IHK. (pun/es) 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi IV Dorong Sinergi Untuk Optimalkan Pelabuhan Tanjung Adikarto
14-04-2021 / KOMISI IV
Pelabuhan Pendaratan Ikan Tanjung Adikarto di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum beroperasional dengan optimal. Wakil Ketua Komisi...
Pemerintah Jangan Tergesa Keluarkan Aturan Pangkas Lahan Perhutani
14-04-2021 / KOMISI IV
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin merespon rencana pemerintah menata ulang hutan di Jawa-Madura yang selama ini dikuasai...
Komisi IV Pastikan Stok Beras Sumbar Aman saat Hari Raya
14-04-2021 / KOMISI IV
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini mengatakan Kunjungan Kerja Komisi IV ke Sumatera Barat ingin melihat langsung...
Komisi IV Minta Ekosistem Ikan Bilih Dipulihkan
14-04-2021 / KOMISI IV
Ikan bilih merupakan ikan endemik memiliki populasi ikan terbesar dan hanya ditemukan di Danau Singkarak. Untuk itu, Wakil Ketua Komisi...