Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Terus Dilakukan

26-03-2021 / KOMISI XI

Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Kabupaten Kendal bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah  Foto: Azka/Man

 

DPR RI dengan pemerintah telah bekerjasama dalam hal Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto menyebut bahwa dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional tahun 2021, anggaran untuk penanganan pandemi ini, baik untuk kesehatan maupun dorongan sosial maupun Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah dinaikkan, melalui refocusing anggaran alokasi.

 

Dito mengungkapkan hal tersebut saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beserta jajaran, yang turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Kendal Dico Ganinduto, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), serta Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Kamis (25/3/2021).

 

Politisi Partai Golkar ini mengatakan untuk pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021, data perlindungan sosial harus diperbaiki, sehingga perlindungan sosial dapat mencapai sasaran yang diharapkan. “Sekarang masih ada data yang belum tepat, sedang disiapkan oleh teman-teman Kementerian Sosial, sehingga ini bisa menjadi tepat sasaran, dan masyarakat yang berhak mendapatkan bisa mendapatkan bantuan tersebut,” kata Dito.

 

Dalam kesempatan ini, Bupati Kendal bersama dengan LPEI, dan PIP melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk membantu meningkatkan ekspor di Kendal, karena Kendal merupakan kawasan ekonomi khusus. Dalam bantuan tersebut LPEI akan memberikan pelatihan dan bantuan-bantuan potensi ekspor yang ada di Kendal ke negara-negara mancanegara, sehingga ekspor bisa ditingkatkan. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan inisiatif dari LPEI guna meningkatkan ekspor daerah.

 

“Isi dari MoU tersebut ialah LPEI akan melakukan pelatihan-pelatihan, kemudian akan membantu industri-industri yang ada di Kendal untuk dapat meningkatkan ekspornya ke mancanegara, dalam hal pembiayaan maupun bantuan bantuan teknis. Dengan harapan ekspor yang ada di Kendal bisa berkembang,” ujar Dito.

 

“Kita mendukung program-program yang ada di Kendal, baik program strategi nasional maupun program-program yang lain guna memulihkan ekonomi di tiap daerah, begitupun pelatihan dan bantuan-bantuan potensi ekspor yang ada di Kendal ke negara-negara mancanegara, sehingga ekspor di Kendal ini bisa ditingkatkan,” harap politisi dapil Jawa Tengah VIII ini.

 

Di sisi lain, Dito berharap ke depan vaksinasi di Kendal dapat berjalan dengan baik, sehingga herd immunity bisa terbentuk, dan optimisme terhadap ekonomi bisa bergerak dengan baik apabila masyarakat sehat. (azk/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Sistem Sewa Komunikasi Data Kemenkeu, Hergun Ingatkan Penyalahgunaan Data
22-09-2021 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mempertanyakan sistem sewa komunikasi data dan pemeliharaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)...
Penambahan Anggaran Kemenkeu Harus Sejalan dengan Target Penerimaan Negara
22-09-2021 / KOMISI XI
Anggota Komisi XI DPR RI Farida Hidayati mengatakan, penambahan anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus sejalan dengan target penerimaan negara di...
Komisi XI Setujui Anggaran BPS TA 2022 Sebesar Rp5,6 Triliun
22-09-2021 / KOMISI XI
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara mengatakan, Komisi XI DPR RI menyetujuiRencana Kerja dan AnggaranBadan Pusat Statistik (BPS)...
Bicara Utang Pemerintah, DPR Ingatkan akan Jadi Beban Berat di Masa Mendatang
17-09-2021 / KOMISI XI
Kabar mengenai utang Indonesia yang terus meroket, kembali menghangat seiring dengan disampaikannya laporan Bank Indonesia yang menyebutkan bahwa posisi utang...