BKSAP Tekankan Pendekatan Budaya Dalam Diplomasi

02-04-2021 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana (tengah) dalam pertemuan dengan  Gubernur Provinsi Bali beserta jajaran di Wisma Saba, Denpasar, Kamis (1/4/2021). Foto: Anne/Man

 

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan agenda diplomasi parlemen akan dioptimalkan untuk mendukung pemulihan ekonomi paska pandemi, diplomasi khususnya di sektor pariwisata. Hal ini sejalan dengan agenda prioritas nasional.

 

Demikian disampaikan Pimpinan BKSAP Putu Supadma Rudana dalam pertemuan dengan  Gubernur Provinsi Bali beserta jajaran di Wisma Saba, Denpasar, Kamis (1/4/2021). Turut hadir Wakil Ketua Mardani Ali Sera dengan Anggota BKSAP I Made Urip (F-PDI Perjuangan),Dyah Roro Esti (F-Golkar), dan Linda Megawati (F-PD).

 

Putu Supadma menuturkan proses pemulihan ekonomi nasional harus mulai digaungkan sejak dini. Untuk itu, BKSAP melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah untuk memperoleh masukan dan bahan guna mendukung dan mengangkat perekonomian melalui pariwisata bagi Indonesia, khususnya Bali. “Masukan dan bahan-bahan tersebut akan disampaikan sebagai senjata diplomasi bilateral maupun multilateral saat kunjungan kerja ke luar negeri," ujar politisi Partai Demokrat itu.

 

Terkait hal ini,  BKSAP berkomitmen untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dengan pihak-pihak berkepentingan di negara-negara sahabat guna mempromosikan potensi pariwisata daerah, produk-produk UMKM, serta kebudayaan dan kearifan lokal guna mendukung pemulihan ekonomi.

 

"Kita ingin mengangkat soft power diplomacy dalam menjalankan diplomasi Indonesia, yaitu diplomasi yang mengangkat budaya, heritage, sustainable tourism, dan kepedulian terhadap lingkungan. Nah, di Bali ini sudah ada salah satu Pergub tentang penggunaan pakaian adat Bali, dan juga imbauan tentang tenun Bali yang akan digaungkan. Artinya, kearifan lokal bisa kita gaungkan dalam kekuatan diplomasi kita," papar Putu Supadma.

 

Anggota Komisi VI DPR RI itu menambahkan, pariwisata merupakan sektor yang bersentuhan langsung dengan ekonomi kerakyatan. Sementara Bali merupakan barometer pariwisata Indonesia. Sejalan dengan itu, BKSAP mendorong terciptanya kerja sama lebih strategis antara pemerintah Maroko melalui program Sister Province, antara Provinsi Bali dengan Provinsi Safi, letak kota Marakesh.

 

Disebutkan, Marakesh maupun Bali memiliki kesamaan dan potensi pariwisata yang sangat besar dan selalu menarik minat wisatawan asing. Oleh karena itu, kerjasama di bidang pariwisata diantara kedua negara perlu ditingkatkan sehingga menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. 

 

“Marakesh adalah destinasi yang temanya itu pariwisata budaya, sejarah dan spiritual tourism. Bali juga mengangkat hal yang sama, memang selama ini sudah menjadi identitas pariwisata kedua provinsi," jelas Putu Supadma. Sisi lain, lanjutnya, baik Bali maupun Safi, keduanya memiliki potensi untuk bisa dikembangkan menjadi tourism hub. Dimana Bali dapat menjadi Hub for Asian Tourism sedangkan Safi dapat menjadi Hub for European Tourism.

 

“Marakesh mayoritas market-nya adalah Eropa, sementara kita di sini adalah Asia dan Australia. Artinya, kalau kedua ini dipertemukan maka akan mendapatkan win-win solution dan jaringan provinsi ini bisa saling menginspirasi. Intinya, bagaimana kita menjalankan diplomasi total, hingga esensi akhirnya memberikan kontribusi bagi kepentingan nasional dan daerah juga kita kedepankan menjadi motor penggerak utama hubungan-hubungan kerja sama dengan daerah di provinsi lain," imbuhnya.

 

Senada, Wakil Ketua BKSAP Mardani Ali Sera mengatakan Indonesia saat ini harus sudah mulai mengubah paradigma. Menurut politisi PKS itu, masyarakat Indonesia yang majemuk dengan keunikan dan ciri khas daerahnya harus mulai ditonjolkan, guna menarik minat kunjungan wisatawan yang merata ke tiap daerah.

 

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi kunjungan kerja BKSAP ke Bali, sebagai bentuk dukungan terhadap kondisi Bali yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19.  Dia memaparkan kiat - kiat Pemprov Bali dalam memajukan sektor pariwisata terutama berbasis pada sustainable tourism dan  ramah lingkungan yang telah diatur Perda dan Pergub. 

 

Gubernur Bali juga menyampaikan rencana pembukaan pariwisata bagi wisatawan mancanegara, yang akan dimulai pada bulan Juli mendatang. Namun, pemulihan Bali menurut dia sangat bergantung pada program vaksinasi massal yang sedang berlangsung. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Indonesia Komitmen Tingkatkan Kerja Sama dengan Brazil
05-10-2021 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Indonesia - Brazil Luluk Nur Hamidah mengatakan Indonesia dan Brazil akan terus meningkatkan...
Rachmat Gobel Tegaskan Komitmen Penuh DPR terhadap SDGs Parlemen Global
02-10-2021 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menegaskan komitmen penuh DPR RI terhadapSustainable Development Goals(SDGs) melalui fungsi-fungsinya. Gobel juga mengajak semua...
DPR Sukses Galang Dukungan Parlemen Dunia Percepat Capaian SDGs
02-10-2021 / B.K.S.A.P.
DPR RI sukses menggalang dukungan global untuk mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan pemulihan pasca-pandemi Covid-19.Melalui forumFirst Global Parliamentary...
DPR Tekankan Pentingnya Rencana Global Akhiri Pandemi di Pertemuan Parlemen Dunia
28-09-2021 / B.K.S.A.P.
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharanisaat membukaThe First Global Parliamentary Meeting On Achieving The Sustainable Development Goals(SDGs) yang bertajuk...