Evakuasi Korban Bencana NTT, Prokes Harus Tetap Diterapkan

07-04-2021 / PIMPINAN

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsudin. Foto: Oji/nvl

 

Upaya pemerintah mempercepat evakuasi dan penanganan korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan hal yang mudah di tengah situasi pandemi saat ini. Sebab virus Covid-19 tetap menjadi ancaman bagi petugas dan relawan yang kini tengah melakukan evakuasi korban bencana alam.

 

Dari data BNPB, korban banjir bandang dan longsor yang terjadi di NTT dan NTB kini mencapai 119 orang. Data korban hingga pukul 21.00 WITA, secara keseluruhan, 117 orang meninggal dunia dan 76 orang hilang di NTT. Sementara di Bima, NTB dua orang meninggal, sehingga total terdapat 119 orang meninggal dunia.

 

Atas data tersebut, Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsudin berharap pemerintah dapat menekankan protokol kesehatan dengan optimal untuk melindungi keselamatan petugas di lapangan yang berisiko terpapar penyakit saat pandemi ini. Di sisi lain, ketersediaan fasilitas kesehatan dan makanan bagi korban bencana menjadi fokus perhatian. Ini pun harus dibarengi dengan upaya perbaikan infrastruktur di tengah cuaca ekstrem saat ini.

 

“DPR menyadari, tugas pemerintah (menangani bencana ini) berat. Ada tugas ganda yang harus diemban. Baik dari sisi kemanusiaan maupun mendorong perbaikan infrastruktur secepatnya. Dan terakhir bahaya Covid-19 yang mengancam petugas di lokasi bencana,” terang politisi Partai Golkar ini dalam keterangan resminya yang diterima Parlementaria, Rabu (7/4/2021).

 

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) itu berharap, seluruh elemen masyarakat ikut membantu evakuasi dan perbaikan di lokasi bencana. Seberapa pun bantuan donasi dan tenaga sangat berguna bagi masyarakat yang tengah menderita saat ini.  

 

“Relawan sudah ada yang bergerak selama dua hari terakhir. Kami berterima kasih dan kami doakan semoga proses yang dilakukan berlangsung lancar," kata Azis. Anggota DPR RI dapil Lampung II itu juga berharap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggencarkan peringatan dini cuaca ekstrem.

 

“Pernyataan dan penegasan presiden sangat tepat. Informasi yang dikumpulkan BMKG terkait kondisi cuaca dan peringatan dini sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan di masyarakat," tegas Azis. (ah/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Puan Maharani Berharap Segera Ada Vaksin untuk Anak di Bawah 12 Tahun
23-07-2021 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Dr.(H.C) Puan Maharani berharap segera ada vaksin untuk anak di bawah 12 tahun. Hal ini mengingat virus...
Gus Muhaimin: Fokuskan Anggaran Negara untuk Vaksinasi
23-07-2021 / PIMPINAN
Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia memberikan dampak luar biasa terhadap semua sendi kehidupan bangsa. Oleh sebab itu, Wakil Ketua DPR...
Puan Maharani Minta Anggaran Covid-19 Juga Digunakan untuk Perlindungan Anak
23-07-2021 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani terus mendorong pemerintah untuk mempercepat realisasi belanja anggaran penanganan Covid-19. Belanja tersebut salah...
Puan Maharani Desak Pemerintah Pastikan Bantuan Sampai ke Rakyat
22-07-2021 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mendesak pemerintah memastikan bantuan-bantuan untuk rakyat yang terhimpit pandemi benar-benar sampai kepada yang...