Diplomasi Parlemen Menambah Ruang Diplomasi Indonesia

07-04-2021 / B.K.S.A.P.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon saat memimpin pertemuan dengan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di DIY, Senin (6/4/2021). Foto: Husen/nvl

 

Keberadaan diplomasi parlemen menambah ruang diplomasi dalam merespon isu-isu internasional untuk kepentingan nasional. Ini bagian dari diplomasi total Indonesia. Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengemukakan, diplomasi parlemen sering kali lebih sukses, karena tidak terikat tata krama diplomasi resmi yang kaku.

 

“Kita ingin membangun diplomasi total, karena hakekat politik luar negeri kita dalam kerja sama di berbagai bidang adalah untuk kepentingan nasional. Di kamar eksekutif ada Kementerian Luar Negeri yang berdiplomasi dan di kamar legislatif dilakukan oleh BKSAP," kata Fadli saat memimpin pertemuan dengan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di DIY, Senin (6/4/2021), dalam rangkaian acara BKSAP Day.

 

Disampaikan Anggota Komisi I DPR RI tersebut, di era globalisasi ini semua negara tidak bisa mengisolasi diri. Membangun kerja sama antarnegara jadi keniscayaan, baik regional maupun internasional. Dan di parlemen, diplomasi dan kerja sama itu dilakukan BKSAP yang memiliki empat bagian, yaitu kerja sama regional, internasional, bilateral, dan administrasi luar negeri.

 

“Secara individu anggota DPR juga bisa berdiplomasi sesuai kepentingan dapil dan nasional," ujar politisi Partai Gerindra itu. Ia menilai, diplomasi parlemen sering kali lebih efektif daripada diplomasi pemerintah. Parlemen, lanjut Fadli, bisa memiliki kebebasan melakukan diplomasi. Isu-isu sensitif pun bisa disampaikan.

 

Dan beberapa isu nasional dan internasional yang berhasil dilakukan lewat diplomasi parlemen adalah soal Papua merdeka dan produk sawit Indonesia. DPR pernah mengundang negara-negara Pasifik selatan untuk menjelaskan sekaligus meluruskan isu Papua merdeka. Begitu juga soal sawit, DPR sudah mendesak parlemen Uni Eropa untuk tidak lagi melarang produk sawit Indonesia masuk Eropa.

 

Sementara untuk isu-isu internasional, masih kata Fadli, DPR intens membicarakan isu kemanusiaan Rohingya dan kemerdekaan Palestina. Kedua isu itu selalu disuarakan DPR di forum regional maupun internasional. (mh/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pemangkasan Jalur Penerbangan, Pacu Investasi Indonesia-Kolombia
21-10-2021 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Kolombia Yan Permenas Mandenas menilai pemangkasan jalur penerbangan Indonesia-Kolombia tidak hanya meningkatkan...
Indonesia-Kolombia Perkuat Kerja Sama Pariwisata Pasca-Bebas Visa
21-10-2021 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Kolombia Yan Permenas Mandenas menerima Duta Besar Kolombia untuk Indonesia, Juan Camilo...
Indonesia Komitmen Tingkatkan Kerja Sama dengan Brazil
05-10-2021 / B.K.S.A.P.
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Indonesia - Brazil Luluk Nur Hamidah mengatakan Indonesia dan Brazil akan terus meningkatkan...
Rachmat Gobel Tegaskan Komitmen Penuh DPR terhadap SDGs Parlemen Global
02-10-2021 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menegaskan komitmen penuh DPR RI terhadapSustainable Development Goals(SDGs) melalui fungsi-fungsinya. Gobel juga mengajak semua...